3 Games Online yang Berasal Dari Permainan Tradisional
Ilustrasi seseorang bermain game online di smartphone. | Sumber: Onur Binay/Unsplash

Kawan, apa permainan favoritmu saat masa kanak-kanak dulu? Mungkin jam pulang sekolah menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu. Di siang hari yang terik, buru-buru mengganti seragam dengan baju rumah, kemudian berlarian bermain bersama teman-teman.

Mulai dari bermain benteng-bentengan, boi-boian, gobak sodor, lompat tali, dan masih banyak sekali. Tak terasa waktu semakin sore dan satu per satu temanmu dipanggil untuk pulang ke rumah masing-masing. Peluh membasahi wajah dan tubuh, tapi yang pasti perasaanmu penuh hangat dan senang! Jadi kangen masa kanak-kanak dulu ya?

Kehadiran permainan online memang dapat memberikan pengalaman baru. Meski begitu, bermain permainan tradisional secara langsung di lapangan bersama teman-teman memiliki sensasi yang tak terkalahkan. Untuk sejenak mengobati rasa rindumu bernostalgia dengan permainan-permainan masa kecil, kini permainan-permainan tersebut telah diadaptasi ke dalam bentuk online lo, Kawan dapat mengunduhnya di gawai.

“Aku mulai hitung yaa! Satu.. Dua.. Sepuluh!”

Ilustrasi permainan tradisional petak umpet yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play
Ilustrasi permainan tradisional petak umpet yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play 

Kawan, ayo cepat bersembunyi! Jangan sampai ketahuan ya!

Mungkin Kawan masih ingat permainan petak umpet yang biasanya dimainkan dengan jumlah orang yang cukup banyak. Setelah menentukan siapa yang akan menjaga, si penjaga akan menutup matanya dan berhitung sampai angka sepuluh. Sedangkan sisa pemain akan bersembunyi. Untuk memenangkan permainan, si penjaga harus berhasil menemukan para pemain yang bersembunyi.

Melansir dari Good News From Indonesia, petak umpet diduga berasal dari Yunani, saat itu Julius Pollux, seorang penulis Yunani mendeskripsikan apopidraskinda yang memiliki peraturan dan cara bermain yang hampir sama dengan petak umpet yang kita ketahui hari ini, melalui tulisannya pada 2 abad Sebelum Masehi.

Untuk Kawan yang rindu dengan permainan ini, petak umpet versi online kini dapat dinikmati pada aplikasi Hide ‘N Seek! Oleh Supersonic Studios LTD.

Ulur sana, ulur sini, kemudian tarik!

Ilustrasi permainan tradisional layang-layang yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play
Ilustrasi permainan tradisional layang-layang yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play

Masih ingat asiknya mengulur dan menggulung benang layang-layang? Memeriksa arah hembusan angin untuk strategi menerbangkan layang-layang, ditambah keseruan balapan layang-layang, siapa yang tinggi, dia yang menang.

Ternyata layang-layang telah ada sejak sekitar 3.000 tahun lalu lo Kawan, cukup lama ya? Dilansir dari Kompas.com yang mengutip Encyclopedia Britannica, layang-layang pertama kali dipopulerkan di Cina. Awalnya layang-layang Cina diketahui berbentuk persegi panjang dan datar. Kemudian layang-layang berimigrasi ke berbagai tempat. Berdasarkan hasil penelitian arkeolog nasional tahun 1981, 1986 dan 1991, layang-layang di Indonesia pertama kali ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Permainan tradisional layang-layang memang cocok dimainkan pada tempat luas yang terbuka. Umumnya di sebuah lapangan terbuka agar lebih leluasa. Meski, tidak mampu mengalahkan sensasi bermain secara offline, semoga bermain game online Kite Flying Festival Challenge - Layang Layang oleh Game View Productions dapat sedikit mengobati rasa rindu Kawan untuk berlarian menerbangkan layang-layang.

Seribu satu sebutan si bulat; gundu, nekeran, kaleci, atau kelereng?

Ilustrasi permainan tradisional kelereng yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play
Ilustrasi permainan tradisional kelereng yang diadopsi menjadi game online. | Sumber: Google Play

Apa sebutan kelereng di daerah rumah Kawan? Indonesia yang dikaruniai dengan beragam budaya membuat sebutan bagi kelereng di setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dan begitu pula dengan cara bermainnya yang berbeda-beda.

Masih ingat dengan drama Korea Squid Game? Terdapat salah satu jalan cerita di mana setiap pemain saling berpasangan untuk memainkan kelereng. Mereka memiliki cara yang berbeda-beda untuk melaksanakan permainan tersebut. Begitu pula dengan permainan kelereng di dunia nyata. 

Umumnya, kelereng dimainkan pada alas yang datar, baik di lantai maupun di tanah dan disentil dengan jari telunjuk agar menggelinding. Ketentuan bermainnya dapat bervariasi, ada yang semakin jauh kelereng menggelinding maka akan menentukan pemenangnya, ada juga yang harus memasukan kelereng ke dalam lingkaran atau harus melewati sebuah garis sebagai batasannya.

Di antara dua permainan sebelumnya, ternyata kehadiran kelereng jauh lebih lama. Dilansir dari Okezone.com, kelereng awalnya terbuat dari tanah liat atau batu yang berasal dari peradaban Mesir Kuno sejak 3000 tahun Sebelum Masehi. Kemudian, permainan ini mulai populer di Eropa, Amerika dan Asia di abad ke-16 sampai 19. Kelereng yang biasa Kawan mainkan hari ini, terbuat dari kaca dan dibuat di Jerman pada tahun 1864.

Kawan juga dapat menikmati bermain kelereng secara virtual melalui game online yang dapat diunduh di gawai, salah satu yang dapat dicoba adalah Kanche oleh Puran Software.

Jadi, sudah memutuskan ingin bermain permainan apa? Selamat bernostalgia, Kawan!

Referensi: Kompas.com | Good News From Indonesia | Okezone.com | IDN Times | USS Feed