4 Cara Mudah dan Sederhana Terapkan Minim Sampah Saat Travelling
Peduli lingkungan dengan traveling minim sampah | Unsplash/Julian Timmerman

Mendekati akhir tahun, apakah ada di antara Kawan yang sudah menyiapkan rencana berlibur? Menyusun rencana liburan mulai dari tiket, penginapan, destinasi wisata, dan lain sebagainya sangat boleh dilakukan. Tapi, ada yang harus diingat, yaitu persiapan untuk mengelola sampah perjalanan. 

Tak hanya kegiatan sehari-hari, menjaga lingkungan juga wajib dilakukan saat bepergian. Pasalnya, pencemaran lingkungan bisa berdampak pada banyak hal seperti munculnya sumber kuman penyakit, hingga mengganggu kehidupan makhluk hidup lain. Belum lagi, timbunan sampah mulai dari plastik hingga peralatan makan yang muncul di berbagai tempat wisata. 

Umumnya, sebagian besar orang ingin menggunakan hal-hal praktis selama perjalanan. Seperti pada saat traveling, Kawan terbiasa untuk ke minimarket membeli air kemasan atau makanan ringan. Kemasan produk dan wadahnya sendiri sudah berpotensi menjadi sampah. Padahal, Kawan bisa meminimalisir hal ini dengan membawa wadah makan dan minum sendiri. 

Wajar jika sebagian orang akan menganggap kebiasaan ini ribet dan memakan waktu. Namun ternyata, kunci utama dalam menghindari sampah saat liburan hanya dengan melakukan persiapan matang dan mengurangi barang-barang yang tidak diperlukan.

Lalu, bagaimana langkah-langkah menerapkan minim sampah selama liburan? Yuk, lihat penjelasan berikut ini.

1. Persiapan

Memilih Destinasi dan Akomodasi

Pertama-tama, usahakan untuk memilih destinasi dan akomodasi yang ramah lingkungan. Bagaimana caranya? Jika bisa, carilah destinasi yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal dan bisa dijangkau dengan transportasi publik. Cari juga akomodasi atau tempat penginapan yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti menyediakan pemilahan sampah dan air minum isi ulang.

Transportasi

Transportasi kereta api lebih baik dibandingkan pesawat | Unsplash/JK
Transportasi kereta api lebih baik dibandingkan pesawat | Unsplash/JK

Selanjutnya, memilih moda transportasi. Jika memungkinkan, coba untuk hindari pesawat terbang karena pesawat terbang menghasilkan emisi karbon paling besar dibandingkan alat transportasi lainnya. Mungkin Kawan bisa menggunakan kereta api atau kendaraan darat untuk destinasi yang masih relatif dekat.

Perbekalan

Selanjutnya, lakukan persiapan perbekalan yang matang. Mulai dari bekal makan dan minum, peralatan konsumsi, sapu tangan, dan benda lain seperti earphone atau selimut. Perkirakan durasi perjalanan, agar dapat menentukan berapa banyak bekal yang harus dipersiapkan. Dengan mengurangi kemungkinan membeli jajanan di luar, Kawan bisa membantu meminimalisir sampah yang akan dibuang. 

Persiapkan juga barang-barang penting lain untuk mengurangi barang sekali pakai. Seperti botol minum, kotak makan, alat makan, gelas atau reusable cup, sapu tangan, kanebo, dan lain-lain. 

2. Selama Perjalanan

Gunakan botol minum pribadi | Unsplash/Shrey Gupta
Gunakan botol minum pribadi | Unsplash/Shrey Gupta

Bila Kawan melakukan perjalanan darat, usahakan untuk tidak membeli jajanan, makanan, atau minuman dalam kemasan. Jika benar-benar terpaksa karena perbekalannya ternyata kurang, pakailah kotak makan atau botol minum sendiri. Kawan juga bisa memanfaatkan tempat-tempat yang menyediakan air minum isi ulang gratis maupun berbayar.

Sama halnya dengan perjalanan menggunakan pesawat terbang, tetap usahakan untuk membawa bekal sendiri. Gunakan juga gelas atau botol minum untuk menghindari gelas kertas sekali pakai yang disediakan oleh pihak maskapai.

Hindari juga penggunaan earphone dan selimut yang disediakan oleh pihak maskapai karena benda-benda ini dibungkus dengan plastik sekali pakai. Gunakan sendiri earphone dan selimut kecil yang kita persiapkan dari rumah. Tak lupa, manfaatkan sapu tangan agar penggunaan tisu yang tidak ramah lingkungan dapat dikurangi.

Lalu, sediakan wetbag atau plastic ziplock bekas untuk menyimpan sisa sampah organik. Misalnya kulit buah, untuk dikomposkan setelah pulang nanti.

3. Saat di Tempat Liburan

Jaga Lingkungan Sekitar

Ingat, bukan hanya Kawan satu-satunya orang yang berkunjung ke tempat itu. Ada wisatawan lain dan warga yang menetap. Maka, hindari merusak lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, merusak tanaman, atau mengganggu ekosistem di sana.

Hemat Air dan Listrik

Menggunakan sumber daya hotel seperlunya | Unsplash/Tina Witherspoon
Menggunakan sumber daya hotel seperlunya | Unsplash/Tina Witherspoon

Wisatawan cenderung memakai air dan listrik secara berlebihan ketika sedang menginap di hotel. Padahal, listrik berasal dari minyak bumi dan batu bara yang suatu ketika dapat habis. Begitu pula air, bisa saja mengalami kekeringan ketika terjadi perubahan cuaca dan iklim.

Lakukan penghematan dengan cara mematikan listrik saat tidak digunakan, mematikan keran saat tidak dipakai, ganti handuk dan sprei hanya ketika perlu, serta pakai perlengkapan mandi pribadi. 

Refuse, Reduce, Recycle

Tolaklah benda-benda yang tidak diperlukan meskipun benda itu gratis. Usahakan untuk menolak plastik sekali pakai yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, lakukan daur ulang bagi material yang masih bisa didaur ulang

4. Setelah perjalanan

Mengelola sampah setelah liburan | Unsplash/Nareeta Martin
Mengelola sampah setelah liburan | Unsplash/Nareeta Martin

Perjalanan berakhir, saatnya kembali ke rumah. Ini waktunya Kawan mengolah sisa konsumsi selama di perjalanan. Pisahkan sisa konsumsi berupa sampah organik untuk dikomposkan. Jika ada sisa anorganik, bisa dipisahkan sesuai jenisnya untuk didaur ulang, lalu Kawan serahkan ke bank sampah untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Nah, tidak begitu sulit, bukan? Asal ada konsistensi dan kemauan yang tinggi, pasti Kawan bisa menerapkan langkah-langkah untuk menjaga lingkungan saat sedang berlibur. Yuk, mulai terapkan dari sekarang!

Referensi: Lonely Planet | Reduce Waste Now | Inspired by Maps