5 Tips Lulus Kuliah dengan Predikat Cumlaude
Lulus kuliah cumlaude | Foto: Pang Yuhao /Unsplash.com

Lulus kuliah dengan predikat cumlaude pasti menjadi impian tersendiri bagi setiap mahasiswa. Secara etimologi, kata cumlaude berasal dari bahasa Latin yang berarti “dengan pujian”. Maksudnya, mahasiswa memperoleh pujian karena prestasi dan nilai akademik tinggi yang diraihnya.

Dilansir dari situs resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), predikat cumlaude diperuntukkan bagi mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi dan memenuhi persyaratan dari kampus. Umumnya, status ini diberikan kepada mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan IPK di atas 3,50.

Nah, apakah Goodmates tahu? Kalau predikat cumlaude tidak bisa datang secara tiba-tiba. Dalam hal ini, diperlukan usaha dan kerja keras yang mesti kamu lakukan, bahkan sejak dini alias sewaktu kamu masih menjadi mahasiswa baru.

Berikut ini Goodside bocorkan tips-tips yang dapat kamu terapkan supaya bisa lulus kuliah dengan predikat cumlaude. 

1. Pertahankan hasil IPK yang diperoleh setiap semester

Evaluasi dulu apakah IPK yang kamu peroleh sejauh ini telah memenuhi persyaratan kampus untuk predikat cumlaude. Apabila iya, yang harus kamu lakukan adalah mempertahankannya. Kalau tidak, manfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin untuk melakukan perbaikan. 

Sangatlah penting bagi kamu untuk mempertahankan IPK di setiap semester agar tetap stabil. Lebih bagus lagi jika angkanya terus mengalami peningkatan.

Terhitung sejak semester pertama, kamu harus mulai mengatur strategi untuk keberlangsungan hasil IPK-mu. Anggap saja IPK di semester-semester awal merupakan fondasi untuk semester berikutnya. Ibarat sebuah bangunan, dibutuhkan fondasi yang kokoh untuk bisa menopangnya.

2. Menjadi mahasiswa yang aktif selama perkuliahan

Ilustrasi mahasiswa aktif di kelas | Foto: Edwin Andrade/Unsplash.com

Sama halnya dengan guru yang suka memberikan pertanyaan di sekolah, dosen pun juga tidak jarang melontarkan pertanyaan kepada mahasiswanya di kelas. Nilai plus dari dosen bisa kamu dapatkan apabila dosen mengenalmu sebagai mahasiswa yang aktif dan sering menjawab pertanyaan di kelasnya.

Coba beranikan diri untuk menjawab, tidak usah malu dan takut salah. Soalnya, kamu memang sedang belajar di bangku kuliah. Kalaupun jawaban atau pekerjaanmu kurang tepat, pasti dosen akan mengoreksinya bersama.

Maanfatkan setiap kesempatan yang ada untuk menjadi mahasiswa yang lebih aktif di kelas. Percaya atau tidak, ada juga dosen yang memberi nilai tambahan kepada mahasiswa yang aktif berpendapat atau menjawab pertanyaan.

3. Terapkan manajemen waktu yang efektif

Ilustrasi manajemen waktu | Lukas Blazek/Unsplash.com

Sebagian besar mahasiswa mengikuti berbagai organisasi maupun kegiatan di luar bangku perkuliahan. Tidak masalah, sebab menjadi mahasiswa yang juga aktif di dunia nonakademik kembali lagi pada pilihan masing-masing.

Apabila kamu adalah satu di antaranya, pandai-pandailah dalam mengatur waktu supaya tidak keteteran dalam urusan akademik. Manajemen waktu yang efektif berkaitan erat dengan skala prioritas. Pilah-pilah mana pekerjaan yang bersifat penting dan harus segera dikerjakan, baru kemudian selesaikan yang lain.

Ambil contoh, misal dari pagi sampai siang kamu harus mengikuti kuliah, maka waktu di malam hari bisa digunakan untuk menyicil atau mengerjakan tugas dari dosen, alih-alih bermain. 

4. Kerjakan tugas dengan rajin dan tepat waktu

Ilustrasi mengerjakan tugas | Foto: Lum3n/Pexels.com

Kehidupan perkuliahan tentu tidak bisa terlepas dari yang namanya tugas. Beragam tugas yang diberikan dosen sebetulnya punya banyak manfaat. Selain menjadi bahan latihan, tugas juga bisa menjadi ajang untuk memantapkan pemahaman kamu sebelum menghadapi soal ujian yang lebih advance.

Tidak jarang pula mahasiswa mengeluhkan tugas perkuliahan yang mereka dapatkan, sampai akhirnya menjadi malas untuk menyelesaikannya. Entah karena belum paham dengan materi, tugas yang terlalu banyak, ataupun alasan lainnya.

Rasa malas inilah yang membuat mahasiswa seringkali menunda-nunda pengumpulan tugas. Padahal, tugas merupakan salah satu aspek yang tidak boleh diremehkan dalam penilaian mata kuliah. Dengan demikian, usahakan untuk mengerjakan tugas dengan rajin dan mengumpulkannya tepat waktu. 

5. Kenali dan pahami karakter dosen

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa nilai seorang mahasiswa ada di ujung pena dosen. Hal ini bisa dibilang benar mengingat dosen mempunyai hak prerogatif yang memungkingkan mereka untuk menentukan penilaian kepada setiap mahasiswanya.

Kenyataannya di lapangan memang demikian. Ada tipikal dosen yang sangat mengedepankan kedisplinan. Misalnya mahasiswa tidak diperbolehkan masuk kelas apabila lewat 10 menit dari waktu seharusnya. Ada pula dosen yang tidak segan memberi nilai bagus pada mereka yang selalu tampil rapi di kelas.

Sehubungan dengan itu, selain rajin belajar, kamu juga perlu mengenali dan memahami karakter dosen pengajar di setiap mata kuliah yang kamu ambil. Tujuannya sudah jelas supaya kamu dapat mengetahui bagaimana dosen memberikan penilaian kepada mahasiswanya. 

Intinya, setiap dosen tentu mempunyai metodenya tersendiri dalam menentukan nilai mahasiswa. Kenali dan pahami karakter mereka sehingga kamu berpeluang lebih untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.

Itulah tips-tips yang dapat kamu terapkan supaya bisa lulus kuliah dengan predikat cumlaude. Bukankah akan sangat membanggakan bisa mengakhiri lembar perkuliahan dengan predikat manis seperti itu?

Referensi: IDNTimes | Aku Pintar | Penerbit Deepublish