Ada Fakta Menarik di Balik Jurusan Ilmu Astronomi
Astronomi © Unsplash/m-gucci

Tertarik dengan angkasa beserta bintang, planet, dan benda-benda langit lainnya? Terdapat satu jurusan yang mempelajari hal tersebut, dan jurusan ini masih belum banyak diketahui orang lain akan keberadaannya. Jurusan ilmu astronomi merupakan jurusan yang sepi peminat di Indonesia, tetapi digemari di luar negeri, loh!

Di sini, mahasiswa akan mempelajari aspek fisika, biologi, kimia, dan evolusi pada benda-benda langit seperti bintang dan planet. Seperti namanya, hal-hal tersebut adalah bidang yang berkaitan dengan astronomi. Seru sekali, bukan?

Astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit. Orang-orang yang mempelajari astronomi berkutat dengan benda-benda langit di dalamnya dan memikirkan bagaimana alam semesta ini terbentuk. Berbeda dengan astrologi yang merupakan ramalan dan sering ditemukan di majalah atau internet, astronomi adalah cabang ilmu yang dapat ditekuni.

Ilmu matematika dan fisika menjadi ilmu yang mendasar di astronomi, karena berguna untuk memahami dan mengamati peristiwa yang terjadi di ruang angkasa, yang tidak mampu diraih oleh manusia biasa. Lintasan satelit atau yang lebih mengarah ke astronautika, kemajuan teknologi instrumentasi dalam astronomi, dan sistem kalender juga merupakan ilmu-ilmu yang menarik yang bisa kamu dapatkan di sini.

Hanya saja, terdapat beberapa hal yang membuat orang-orang ragu untuk menekuni bidang ini. Mulai dari lapangan pekerjaan yang tidak diketahui, sampai tugas seorang lulusan ilmu astronomi. Mau jadi apa?

Tenang saja, jurusan ini memiliki sektor pekerjaannya sendiri. Mulai dari bidang pengajaran dimana lulusannya menjadi tenaga pengajar dalam mempelajari sains. Selain itu, sarjana ilmu astronomi juga mampu menjadi penulis kolom dan editor pada majalah ataupun jurnal sains. Kamu juga dapat berkecimpung di bidang lain seperti analis sistem pengembang perangkat lunak.

Jika kamu bercita-cita untuk bekerja di lembaga penelitian atau lembaga antariksa di luar Indonesia, maka kamu dapat mewujudkannya di sini. Lembaga penelitian atau lembaga antariksa yang ada di Indonesia juga tersedia, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Apabila kamu menjadi ilmuwan yang berprestasi, kamu dapat mengikuti jejak beberapa ilmuwan di Indonesia yang namanya diabadikan menjadi nama asteroid di luar angkasa.

Jurusan Astronomi hanya ada satu di Indonesia

Institut Teknologi Bandung © FTMD ITB
Institut Teknologi Bandung © FTMD ITB

Benar sekali, jurusan ini adalah jurusan yang masih langka di Indonesia. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau jurusan ini akan terus berkembang di masa depan, seiring dengan timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya astronomi. Satu-satunya kampus yang memiliki jurusan ini adalah Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kalau kamu melihat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), maka kamu akan menemukan jurusan ilmu astronomi sebagai pilihan jurusan di tahun keduamu. Bahkan, jurusan ini tersedia lengkap mulai dari jenjang S1, S2, sampai S3. Nantinya, kamu juga akan memilih peminatan yang terdiri dari tata surya, fisika bintang, serta galaksi dan kosmologi.

Peminatan tata surya mempelajari tata surya yang di dalamnya terdapat planet, asteroid, planet kerdil, dan lain-lain. Masih banyak planet dan asteroid yang belum diketahui ada di luar sana, dan peminatan ini juga melakukan pencarian terhadap planet di luar tata surya yang bisa dihuni manusia.

Di samping itu, peminatan Fisika Bintang mempelajari semua hal tentang bintang, mulai dari lahirnya bintang, evolusi, kemudian mati, sampai mempelajari bagaimana spektrum bintang. Terakhir, peminatan galaksi dan kosmologi mempelajari komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark, hingga pengembangan alam semesta.

Jurusan Astronomi bukan hanya menjadi satu-satunya di Indonesia, tetapi juga mencakup Asia Tenggara. Oleh karena itu, di dalam Southeast Asia Networking (SEAN), Indonesia dapat menjadi pusat sumber daya manusia untuk jaringan ini karena merupakan satu-satunya pemilik pendidikan formal ilmu astronomi di Asia Tenggara.

Referensi: ITB | Astronomy and Cosmogony | Ruangguru