Ternyata Alfabet Bahasa Korea Dulunya Tidak Ada,  Ini Kisahnya!
Gyeonghuigung Palace | Foto: pinterest

#FutureSkillsGNFI

Hai sobat Goodmates, berbicara merupakan kebutuhan bagi kita untuk menjadi makhluk sosial. Hal tersebut tentu sangat penting bagi kita untuk mempunyai keterampilan dalam berbicara, karena berbicara yang baik adalah berbicara yang mampu difahami oleh lawan bicara kita.

Berkaitan dengan berbicara yaitu bahasa, bahasa merupakan suatu yang penting untuk menjadi identitas kita dalam berbicara, sudah banyak sekali bahasa yang terdapat di dunia, bahkan bahasa indonesia sendiri berjumlah 718 yang terbagi dari berbagai daerah. Namun, pembahasan kita pada kali ini bukan membahas bahasa yang terdapat di Indonesia, melainkan Bahasa Korea.

Apa yang kalian pikirkan setelah mendengar Negara Korea? Serial dramanya? K-popnya? Negara Korea merupakan salah satu negara maju yang terletak di Asia. Terlepas dari itu, apakah kalian tahu kalau dulu Alfabet Korea (sekarang disebut hangeul) itu tidak ada, Jadi ada alasannya sobat readers. Yuk simak!

Berawal dari Raja Korea Sejong yang Agung melihat kesulitan warganya dalam pengucapan sehari-hari, kemudian Raja sejong berinisiatif untuk menciptkan hangeul meskipun pada saat itu adanya keberatan dari kelas bangsawan. Perubahan bahasa yang awalnya sulit diucapkan, kini menjadi mudah dengan adanya sososk Raja Korea Sejong yang Agung.

Raja sejong yang agung merupakan raja dinasti Joseon yang memerintah Korea (1392-1910). Raja Sejong diketahui menciptakan Hangeul karena kecintaannya kepada rakyat. Namun, siapa sangka kisah di balik terciptanya Hangeul begitu berat. Simak selanjutnya!

Hangeul | Foto : Pinterest

Terciptanya Hangeul

Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397-1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Joseon. Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan tulisan dalam bentuk simbol seperti aksara Tionghoa, Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet.

Setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda. Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf abjad yang terdiri dari 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal. Sebenarnya Hangeul masih mempunyai 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal, tetapi dihilangkan.

Asal-Usul Hangeul

Sebelum hangeul diciptakan rakyat Korea menggunakan huruf karakter Cina dalam kehidupan sehari-hari. Namun huruf karakter Cina jumlahnya sangat banyak, rumit dan sulit dimengerti oleh rakyat Korea. Sebelum dinamakan Hangeul, nama asli dari Hangeul adalah “Hunminjeongeum”.

“Hunminjeongeum” mempunyai arti suara yang benar untuk diajarkan pada masyarakat. Maknanya adalah orang cerdas dapat mempelajarinya sebelum pagi berakhir, dan bahkan orang bodoh sekalipun bisa mempelajarinya hanya dalam sepuluh hari.

Keistimewaan Hangeul

Tidak seperti bahasa di negara lain, di korea ada salah satu peristiwa yang disebut hari hangeul, Di Korea Utara, diperingati setiap tanggal 15 Januari. Sementara di Korea Selatan diperingati setiap tanggal 9 Oktober. Hal tersebut menjadikan keistimewaan tersendiri bagi Negara Korea.

Hari Hangeul disebut juga Hari Penetapan Hangeul atau Hari Abjad Korea, adalah hari istimewa bangsa Korea yang memperingati penciptaan dan penetapan penggunaan abjad asli bahasa Korea yaitu hangeul oleh Raja Sejong.

Jadi gimana sobat Goodmates mengenai penjelasan tadi, mungkin ada baiknya kalian mempelajari hangeul, terutama bagi pecinta k-pop dan drama korea, karena akan lebih asyik nonton serial drama korea tanpa subtitle ditambah lagi dengerin musik k-pop yang langsung faham artinya. Selain itu dalam mempelajari bahasa negara lain bisa mejadikan kita lebih dekat dengan negara tersebut, sehingga dapat muncul rasa ketertarikan dalam mempelajari bahasa negara lain.

 

Referensi : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hangeul | https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hari_Hangeul