Sering Merasa Cemas? Al-Qur'an Punya Jawabannya!
Ilustrasi cemas | Foto: Freepik

#FutureSkillsGNFI

Goodmates, dimasa kini rasanya sudah tidak asing dengan perasaan cemas dan overthinking, apalagi sejak pandemi Covid-19 melanda, muncul berbagai kecemasan akan kemungkinan terpapar virus ini, banyak juga yang merasa cemas karena sulitnya bertahan hidup dimasa pandemi.

Mengutip penjelasan dari psikolog Wirdatul Anisa, “Overthinking adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan suatu hal dengan cara yang merugikan serta overthinking dapat berupa ruminasi dan khawatir,”.

Dua hal yang berperan penting dalam terbentuknya overthinking adalah stress dan rasa cemas yang terlalu tinggi. Hal lain yang bisa menjadi pemicu adalah perasaan rendah diri atau meragukan kemampuan diri sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasa cemas yang berlebihan dapat memicu terbentuknya overthinking.

Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gejala overthinking. Gejala overthinking yang perlu diwaspadai, beberapa tanda diantaranya adalah:

  1. Tidak bisa berhenti khawatir
  2. Sering khawatir tentang hal yang di luar kendali diri
  3. Terus menerus mengingat kesalahan
  4. Sering meningat momen memalukan
  5. Sering bertanya kapada diri sendiri, misalnya "bagaimana jika .."
  6. Sulit tidur karena merasa otak terus berpikir
  7. Mengingat percakapan dengan orang-orang, memikirkan semua hal yang ingin dikatakan atau tidak dikatakan.
  8. Menghabiskan waktu luang dengan memikirkan makna dari ucapan orang lain atau peristiwa yang terjad
  9. Memikirkan tindakan orang lain yang tidak disukai
  10. Menghabiskan waktu untuk memikirkan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan, sehingga sering melewatkan apa yang terjadi di masa sekarang

Goodmates, hati-hati jika kamu sering mengalami overthinking karena bisa mengganggu kualitas hidup apalagi jika tidak segera ditangan. Mempertimbangkan segala sesuatu sebenarnya wajar dilakukan, tapi jika terlalu banyak yang hal dipikirkan bahkan sampai sulit untuk menentukan pilihan bisa mengganggu kehidupan kita. Bahkan, overthinking ini dapat menyebabkan tekanan emosional yang cukup serius.

Jangan sampai keadaan ini dibiarkan terus-menerus, karena overthinking dapat  mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Seseorang yang overthinking juga cenderung mengabaikan intuisi dan terlalu memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu akan benar-benar terjadi.

Sebagai seorang muslim, pernahkah Goodmates memikirkan cara untuk mengatasi overthinking secara islami? Karena ternyata Allah SWT telah membahasnya dalam Alquran. Alquran memang tidak secara gamblang membahas masalah overthinking, namun lawannya yaitu ketenangan.

هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ فِىۡ قُلُوۡبِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ لِيَزۡدَادُوۡۤا اِيۡمَانًا مَّعَ اِيۡمَانِهِمۡ‌ ؕ وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا

Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana; (QS Al Fath;4)

Ketenangan itu bukan semata-mata didapatkan, namun diturunkan oleh Allah SWT ke dalam hati manusia yang beriman. Maka pelajarannya adalah ketenangan itu milik Allah dan Dia lah yang menganugerahkan ketenangan tersebut sesuai kehendak-Nya. Sehingga untuk mendapatkan Ridho Allah agar menganugerahkan ketenangan kepada kita, Dr. Zaidul Akbar menyimpulkan, ada 3 hal yang bisa dilakukan:

1. Berdialog dengan Allah

Ilustrasi berdoa | Foto: Agenia Digtalia

Ketenangan semata-mata milik Allah, maka kita perbanyak berdialog kepada-Nya, melalui salat (perbanyak salat sunah), berdoa, serta berdzikir. Dan Rasulullah SAW bersabda, “Tinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa,”.

Kejujuran (kebaikan) pada dasarnya akan mendatangkan ketenangan, sedangkan keburukan selalu mendatangkan kegelisahan atau kecemasan. Jika ingin tenang dan jauh dari kecemasan, maka berbuatlah baik dan jauhi keburukan agar kecemasan dapat dihindari.

2. Berdialog dengan Jiwa

Ilustrasi berdialog dengan diri sendiri | Foto: IDN Times

Tidak ada salahnya untuk berbicara pada diri sendiri, menguatkan diri bahwa diri kita bisa melakukan suatu hal tanpa perlu merasa cemas berlebihan. Pada hakikatnya, semua yang ada pada diri kita adalah milik Allah, termasuk jiwa. Sehingga, ketika kita berdialog dengan diri, kita juga berdialog dengan kepunyaan Allah yang memang sudah seharusnya kita jaga dan tenangkan ketika sedang tidak baik-baik saja. Rasulullah SAW bersabda tentang berbicara dengan diri kita, meminta fatwa pada jiwa kita, dan hati kita (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan keburukan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.

3. Tentara Allah

Ilustrasi doa yang diaminkan para malaikat | Foto: Andini Septia

 

Salah satu sumber ketenangan dari Allah ya malaikat-malaikat yang menebar rahmat Allah kepada manusia di bumi. 

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu (QS. Fussilat; 30).

Malaikat yang menguatkan orang-orang beriman. Malaikat pula yang akan mengamini doa-doa kita, maka lakukanlah hal-hal yang membuat malaikat selalu dekat dan mendoakan kita. Beberapa hal diantaranya adalah, menjaga diri agar tetap suci, sallat berjamaah di barisan terdepan, orang yang selalu berinfak, dan lain sebagainya.

Seorang muslim seyogyanya dapat menentukan prioritas mengenai apa yang perlu dipikirkan dan tidak. Batasan mengenai hal ini termaktub jelas dalam sumber pedoman umat Islam yaitu Alquran.

Berusaha untuk terlepas dari perasaan overthinking juga merupakan bentuk ketaan kepda Allah. Goodmates, hindari overthinking demi tubuh dan jiwa yang sehat.

Referensi: Forbes | Psychology Today | Sahabat UGM