Apa itu Terapi Seni Ekspresif? Jenis-Jenis, Teknik, dan Manfaatnya
Terapi seni ekspresif | Unsplash/Dragos Gontariu

Di tengah kegiatan yang padat dan situasi pandemi tidak menentu, wajar jika Kawan merasakan stres, kelelahan, atau khawatir. Perasaan-perasaan ini jika dibiarkan terlalu lama tanpa ditangani, kemungkinan akan berdampak pada kesehatan mental.

Belakangan ini, terapi seni (art therapy) telah menjadi suatu metode yang efektif dan cukup diminati untuk mengatasi gangguan psikologis seperti stres. 

Apa itu Terapi Seni Ekspresif?

Melansir dari Very Well Mind, terapi seni ekspresif adalah suatu terapi yang memanfaatkan berbagai jenis media seni, termasuk menulis, musik, seni visual, drama, dan tari. Terapi ini berguna untuk mengeksplorasi perasaan, meredakan konflik emosional, meningkatkan kesadaran diri, dan masih banyak lagi. 

Dalam terapi ini, Kawan bisa ditemani oleh terapis terlatih yang dapat membantu seseorang untuk mengeksplorasi dan memahami reaksi diri terhadap pengalaman yang dialami, melalui berbagai kegiatan seni. 

American Art Therapy Association mendeskripsikan terapi seni sebagai pendekatan terhadap kesehatan mental, yang memanfaatkan proses seni demi meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional seseorang.

Oya, Kawan tidak perlu khawatir! Siapapun bisa melakukan terapi seni ini, tidak harus memiliki bakat khusus atau kemampuan artistik tertentu. Jadi, orang dari segala usia maupun kalangan dapat melakukannya. Tentu, hasil karya yang sudah dibuat juga tidak harus sangat bagus atau semacamnya.

Jenis-Jenis Terapi Seni

Terapi musik dapat membantu mengurangi kecemasan | Unsplash/Stefany Andrade

Ada empat jenis terapi seni yang utama, melansir dari Very Well Mind, yaitu:

  • Terapi seni: Jenis ini terkait dengan seni visual, seperti menggambar, melukis, dan memahat. Biasanya untuk bekerja melalui emosi, pikiran, atau pengalaman. 
  • Terapi tari: Jenis terapi ini menggunakan pemanfaatan gerakan fisik berupa tarian, untuk membantu mengatasi gejala kesehatan mental seperti stres, depresi, dan kecemasan.
  • Terapi musik: Pendekatan ini berupa mendengarkan atau menciptakan musik, untuk membantu meningkatkan suasana hari serta mengurangi kecemasan. 
  • Terapi menulis: Terapi ini melibatkan eksplorasi pikiran dan emosi melalui tulisan. Misalnya, Kawan dapat menulis di jurnal mengenai kehidupan sehari-hari, atau membuat karya seperti puisi dan cerita fiksi. 

Di antara keempat jenis terapi seni ini, Kawan mungkin saja memiliki kebutuhan yang berbeda dengan orang lain. Sehingga, setiap pendekatan memang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan masing-masing orang. 

Teknik yang Digunakan

Jika Kawan tertarik untuk mempraktikkan terapi seni ini, ada beberapa teknik yang bisa dilakukan, seperti:

  • Melukis dengan akrilik atau cat air, bisa juga melukis dengan jari agar lebih ekspresif dalam mengeluarkan emosi
  • Membuat patung dari tanah liat
  • Mendengarkan musik atau membuat lagu, misalnya menulis lirik, mengaransemen nada, dan lainnya
  • Mengambil foto suatu objek yang menurut Kawan indah, lalu mencetak foto atau membingkainya agar mudah dilihat
  • Menulis jurnal atau puisi
  • Melakukan akting atau bermain peran, agar emosi dan perasaan Kawan bisa tersalurkan
  • Membuat sesuatu dari barang bekas, dengan memanfaatkan barang-barang yang bisa didaur ulang
  • Dan masih banyak lagi hal-hal terkait seni yang bisa Kawan coba!

Apa Saja Manfaat Terapi Seni?

Terapi seni terbukti dapat membantu mengatasi sejumlah permasalahan yang terkait dengan kesehatan mental dan fisik seseorang, lho! Pendekatan ini membuat orang-orang memiliki pilihan dan pandangan baru terhadap terapi, yang terlihat lebih menyenangkan. Terapi ini juga sangat membantu bagi sebagian orang yang merasa sulit untuk berbicara dengan orang lain, dan lebih nyaman mengekspresikannya melalui karya seni. 

Terapi seni ini juga bermanfaat untuk membantu meningkat kondisi kesehatan mental, baik anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa kondisi atau masalah yang mungkin dapat terbantu dengan terapi seni di antaranya anxiety, ADHD, cedera otak, depresi, gangguan makan, masalah emosional, PTSD, kepercayaan diri yang rendah, dan masih banyak lagi. 

Terapi ini juga bermanfaat bagi anak-anak yang mungkin belum memiliki kemampuan untuk menggambarkan apa yang ada di pikiran atau perasaan mereka. 

Apakah Terapi Seni Efektif?

Mungkin Kawan ada yang bertanya-tanya, benarkah terapi seni bisa efektif jika dipraktekkan? Menurut sejumlah riset, jawabannya adalah bisa. Riset menunjukkan bahwa penggunaan terapi seni untuk tujuan terapeutik dapat memberikan banyak manfaat. Seperti mengembangkan kekuatan dan keterampilan, personal growth, mengurangi gejala, meningkatkan komunikasi, dan membuat pengalaman pribadi menjadi bermakna. 

Beberapa penelitian di Barat membuktikan adanya perubahan cukup signifikan dari sejumlah pasien setelah mengikuti terapi seni. Misalnya studi pada 2016 yang menggunakan terapi seni pada anak-anak di rumah sakit. Menunjukkan bahwa anak-anak lebih tenang dan tidak terlalu stres setelah sesi terapi. Selain itu, mereka juga mengalami peningkatan suasana hati. Ada juga penelitian pada 2020 yang menunjukkan bahwa kegiatan mewarnai dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan mood pada orang tua. 

Referensi:

Expressive Arts Therapy: Definition, Types, Techniques, and Efficacy (verywellmind.com)

Mengenal Terapi Seni dan Manfaatnya, Bantu Atasi Stres | merdeka.com

Terapi Seni untuk Kanker, Bantu Atasi Stres dan Kecemasan • Hello Sehat