Apakah Benar Vape Lebih Aman daripada Rokok?
Ilustrasi│sarahjohnson1/Pixabay

Bagi sebagian orang, merokok adalah kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Meski pada kenyataannya merokok memiliki dampak buruk pada kesehatan, masih banyak perokok yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan merokok.

Hal ini dikarenakan rokok bersifat adiktif, yang membuat para perokok ketagihan dan tidak bisa lepas dengan mudah dari kebiasaan ini. Namun, beberapa tahun ke belakang muncul vape sebagai alternatif rokok tembakau tradisional.

Banyak perokok tembakau yang beralih dari rokok tradisional ke vape. Hal ini karena vape dinilai lebih sehat daripada rokok tembakau. Namun, apakah benar vaping lebih sehat daripada merokok?

Cari tahu bahaya merokok

Dilansir dari Hellosehat, rokok mengandung sekitar 600 zat didalamnya dan menghasilkan 7.000 bahan kimia. Dari jumlah itu, ada 69 bahan kimia yang mengandung racun dan dapat memicu kanker.

Beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam rokok adalah Aseton, Arsenik, Amonia, Tar dan masih banyak lagi. Semua zat kimia tersebut jika dikonsumsi secara terus menerus tentu saja akan berdampak buruk pada kesehatan.

Sedangkan zat kimia yang membuat seseorang adiktif terhadap adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang membuat seseorang ingin terus merokok lagi dan lagi. Jika dibandingkan dengan vape, umumnya rokok masih memiliki kandungan nikotin yang lebih tinggi.

Sebagian orang pasti sudah tidak asing lagi dengan bahaya yang disebabkan rokok. Seperti yang tercantum pada kemasan rokok, rokok dapat menyebabkan berbagai kesehatan. Mulai dari gangguan paru-paru, kanker hingga serangan jantung.

Apakah vaping lebih amandaripada rokok?

Ilustrasi│geralt/Pixabay

Vape banyak dijadikan sebagai alternatif pengganti rokok karena dinilai lebih sehat daripada rokok. Namun, apakah hal ini benar adanya? Pada kenyataannya, vape tetaplah memiliki dampak buruk kesehatan.

Vape tetap mengandung senyawa kimia yang tidak baik untuk tubuh, salah satunya adalah senyawa nikotin. Adanya zat nikotin pada vape juga membuat seseorang kecanduan vaping seperti halnya nikotin yang ada pada rokok tembakau.

Vape juga mengandung zat kimia. Meski tidak sebanyak rokok tembakau, zat kimia pada vape juga dapat membawa dampak buruk pada kesehatan.

Namun, pernyataan yang mengatakan vape lebih sehat daripada rokok adalah benar adanya. Meski begitu, beralih dari rokok ke vaping tidak menjamin seseorang bebas dari bahaya kesehatan.

Di sisi lain, vape dinilai efektif bagi seseorang untuk berhenti merokok. Meski vaping tetap berbahaya, tetapi beralih dari rokok ke vape dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok dan menghindari bahaya rokok yang lebih besar dari vape.

Meski begitu, pilihan terbaik adalah dengan tidak merokok ataupun vaping. Entah itu sulit menghilangkan kebiasaan merokok, ataupun vape lebih sehat dari rokok, tetaplah pilihan terbaik bagi kesehatan adalah dengan berhenti merokok ataupun vaping.

Referensi: Vaping FactsHellosehatJohn Hopkins MedicineBBC Indonesia