Sederet Aplikasi Menyusun Daftar Pustaka, Mudah dan Cepat
Ilustrasi daftar pustaka | Foto: Gulfer Ergin/Unsplash

Daftar pustaka merupakan satu hal wajib yang tidak boleh terlupakan dalam karya ilmiah, jurnal, sampai skripsi. Kegunaannya tentu untuk menghindari tindak plagiarisme dengan mencantumkan segala sumber dari gagasan, data, maupun informasi yang ada dalam laporan.

Membuat daftar pustaka memang lumayan menguras tenaga, terlebih secara manual. Maka dari itu, terdapat sederet aplikasi tambahan yabf dapat kamu manfaatkan untuk menghemat waktu dan tenaga dalam penulisan daftar pustaka. 

1. Mendeley

Aplikasi Mendeley | Foto: Desdelinux.net

Bagi kamu yang sering berkecimpung di dunia kepenulisan ilmiah, pasti sudah tidak asing dengan aplikasi populer yang satu ini. Mendeley adalah software pembuat sitasi, daftar pustaka, dan bibliografi otomatis buatan Elsevier yang bekerja secara online dalam sistemnya.

Aplikasi ini tersedia dalam versi web dan dekstop yang kompatibel dengan Windows dan Macintosh. Di samping itu, Mendeley mempunyai plugin yang membuatnya bisa terhubung dengan Microsoft Office sehingga akan memudahkan pengguna.

Di samping fitur tampilan metadata dari PDF jurnal, kamu boleh mengganti jenis sitasi sesuka hati. Cukup mengarahkan cursor ke menu References dan pilih Style, kutipan dan daftar pustaka akan berubah dengan sendirinya setiap kali kamu mengubah model sitasi.

Baca juga: Mengasah Kreativitas Bersama Komunitas Mural Bandung

Pada dasarnya, Mendeley bersifat gratis, tetapi hanya bisa menyimpan sampai 2 GB. Kalau bersedia membayar biaya subscription (langganan) atau memperoleh akses dari institusi terkait, kamu berhak mendapatkan ruang penyimpanan yang lebih besar.

Selanjutnya, pengguna bisa pula melakukan sinkronisasi lewat perangkat lainnya. Misalnya komputer lain atau tablet sehingga mempermudah proses bekerja di mana pun dan kapan pun. Ingin mencoba langsung? Silakan daftar terlebih dahulu ke situs resmi Mendeley.

2. Microsoft Word

Aplikasi Microsoft Word | Foto: Zona Mahasiswa

Goodmates, apakah kamu sudah tahu kalau Microsoft Word juga merupakan salah satu aplikasi penyusun daftar pustaka? Software satu ini telah tersedia sejak pertama kali kamu memasang Microsoft Office di laptop ataupun komputer. Jadi, tidak usah repot-repot lagi untuk mengunduhnya.

Microsoft Word sendiri sudah lengkap dengan kemampuan menyusun daftar pustaka yang lumayan bagus. Namun, pengguna belum dapat mengunggah jurnal alias cuma bisa mengisi metadata dari karya tulis yang menjadi referensi.

Apabila ingin membuat daftar pustaka, carilah menu Tab References pada halaman MS. Word dan klik Insert Citation. Kamu dapat mengatur gaya penulisan dengan sejumlah pilihan yang tersedia. Misalnya Chicago, APA, MLA, sampai Turabian style. Kamu juga boleh mengunduh dan menambah style baru di sana.

Baca juga: Kuliah Gratis di Kanada dengan Beasiswa S1, Patut Kamu Coba!

Adapun salah satu kelemahan dari fitur tersebut, yaitu tidak adanya tautan (attachment) dari referensi sehingga cukup menyulitkan penelusuran sumber rujukan yang kita gunakan.

3. Zotero

Aplikasi Zotero | Foto:  Anak Untad

Software daftar pustaka ini tersedia dalam dua versi, yaitu web browser dan offline. Jenis web browser sudah memperoleh dukungan dari sejumlah search engine semacam Apple Safari, Google Chrome, dan Mozilla Firefox. Sementara itu, versi offline Zotero sudah terintegrasi dengan NeoOffice, Apache OpenOffice, dan LibreOffice.

Instalasi Zotero sebagai aplikasi dalam mengutip sekaligus membuat daftar pustaka sama halnya dengan Mendeley. Kamu hanya perlu melakukan mengunduhnya terlebih dahulu dan menyelesaikan proses pendaftaran, lalu meng-install plugin di Microsoft Office supaya Microsoft Word-mu terhubung dengan Zotero.

Basis penggunaannya pun hampir sama dengan Mendeley, yakni memakai Metadata. Selain untuk mensitasi dokumen, kamu bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk mensitasi video, berita, musik, hingga film.

Walaupun Zotero juga bisa bekerja secara offline, masih memungkinkan bagi pengguna untuk tetap menjalankan browsing dalam mencari referensi yang sudah masuk ke dalam database komputer. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman resmi Zotero.

Baca juga: Sering Cemas dan Meragukan Diri Sendiri? Bisa jadi Kamu Korban Gashlighting

4. Endnote

Aplikasi EndNote | Foto: University of Divinity

Fungsi aplikasi yang satu ini lumayan mirip dengan Mendeley dan Zotero. Perbedaannya terletak pada metode unduhan saat kamu harus membayar untuk dapat menggunakannya.

EndNote memungkinkan pengguna untuk mengimpor langsung referensi dari database mesin pencari, contohnya PubMed. Dengan begitu, kamu pun bisa membuat perpustakaan file referensi pribadi, kemudian menghubungkannya dengan tulisanmu. Hal seperti ini pastinya akan mempermudah pemilihan referensi yang akan kamu sitasi.

Beberapa keuntungan yang Endnote tawarkan ialah mempunyai segudang gaya kutipan (sitasi) untuk setiap jurnal. Tak hanya itu, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna menciptakan banyak perpustakaan sekaligus untuk setiap hasil tulisan. Referensi yang sudah kamu unduh juga bisa terhubung dengan mudah ke dokumen. Untuk informasi lebih lanjut, kamu dapat mengunjungi situs resmi Endnote.

Itulah sejumlah aplikasi bermanfaat yang berguna membuat daftar pustaka secara otomatis. Kalau kamu biasanya pakai yang mana satu, nih?

Referensi: Gramedia | Whitecoathunter