Asyik Belajar Sejarah dengan Permainan Kartu Linimasa
Kartu Linimasa, cara baru belajar sejarah Indonesia | Foto: duniaku

Permainan kartu apa yang kamu gemari? Kebanyakan orang mungkin hanya mengenal permainan kartu yang sudah umum dikenal banyak kalangan, seperti kartu bridge dan kartu uno. Kini, hadir kartu edukatif, yaitu kartu linimasa.

Jika biasanya kamu belajar sejarah melalui pelajaran di sekolah, membaca buku atau menonton film. Permainan kartu satu ini akan menyuguhkan pengalaman baru dalam mempelajari sejarah Indonesia dengan cara yang lebih menyenangkan.

Pernah membayangkan bagaimana belajar sejarah melalui sebuah permainan kartu? Permainan kartu edukatif Linimasa atau Linimasa Card Game (LCG) merupakan permainan kartu dengan tema sejarah Indonesia.

Dilansir dari duta.co, nama Linimasa merupakan gabungan dari kata lini yang berarti garis dan masa yang berarti waktu. Nama ini diambil berdasarkan cara permainannya yang menentukan waktu peristiwa sejarah Indonesia.

Belajar sejarah Indonesia dengan permainan kartu Linimasa

belajar sejarah Indonesia dengan permainan kartu Linimasa. | Foto: Boardgame.id
Belajar sejarah Indonesia dengan permainan kartu Linimasa | Foto: Boardgame.id

Permainan kartu Linimasa memiliki genre family game, dapat dimainkan oleh anak-anak sekolah dasar yang telah mendapatkan pelajaran sejarah. Mulai dari usia 8 tahun atau 10 tahun, juga bisa dimainkan oleh orang dewasa. Berkat genre tersebut jugalah permainan kartu Linimasa dimanfaatkan untuk dicoba pada pelajaran sejarah murid-murid sekolah dasar.

Melansir pemberitaan oleh BBC Indonesia, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Laksmi Puspitowardhani, seorang guru dasar di Surabaya, menunjukan terdapat peningkatan prestasi siswa yang cukup tinggi.

Eksperimen tersebut dilakukan pada kelas eksperimen dengan metode pembelajaran melalui sarana permainan kartu Linimasa, dibandingkan dengan kelas konvensional dengan metode biasa.

Hal ini sejalan dengan tujuan awal Adhicipta Raharja Wirawan, seorang dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya, pencipta permainan kartu Linimasa sekaligus CEO dan penggagas Mechanimotion, perusahaan permainan animasi yang berbasis di Surabaya.

Mula-mulanya Adhi membuat konsep Linimasa karena ingin membantu meringankan kesulitan yang dihadapi oleh anaknya dalam pelajaran sejarah. Konsep pembuatan permainan kartu Linimasa dimulai pada tahun 2015 dan memakan proses pembuatan selama kurang lebih 2 tahun lamanya.

Menurut pemberitaan oleh Duta.co, Adhi juga memiliki harapan agar permainan ini dapat dijadikan sarana pembelajaran dan bisa meningkatkan interaksi sosial para pemain di masyarakat.

Cara bermain kartu Linimasa yang edukatif dan inovatif

ilustrasi aplikasi permainan kartu Linimasa yang sajikan fitur kuis dan augmented reality. | Foto: PlayDay.ID
Ilustrasi aplikasi permainan kartu Linimasa yang sajikan fitur kuis dan augmented reality | Foto: PlayDay.ID

Terdapat tiga cara bermain yang dirangkum dari playday.id, pertama cara Tautan Tokoh. Cara Tautan Tokoh akan mengajak pemain menebak urutan peristiwa sejarah kemerdekaan dengan benar, kemudian meletakkan tokoh sejarah yang terhubung dalam peristiwa.

Cara kedua dengan Memori Waktu. Para pemain akan menebak tokoh-tokoh sejarah dengan kartu peristiwa yang telah terbuka. Pemenang ditentukan dari pemain yang lebih dulu meletakkan tiga kartu pemain miliknya.

Cara ketiga adalah dengan Kalayuda. Pada cara ini setiap pemain akan diminta untuk menyusun rangkaian peristiwa di area bermain miliknya. Setiap urutan yang benar nantinya akan mendapatkan poin.

Menariknya, permainan yang telah dirilis sejak tahun 2017 ini juga sangat inovatif. Memanfaatkan teknologi, permainan kartu Linimasa juga dilengkapi dengan aplikasi kuis dan fitur AR (Augmented Reality). Pada aplikasi tersebut akan terdapat berbagai kuis yang dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sejarah Indonesia.

Fitur Augmented Reality bisa dimanfaatkan dengan men-scan kartu tokoh sejarah. Nantinya fitur AR akan menampilkan para tokoh sejarah dalam bentuk animasi 3D disertai audio berisi penjelasan singkat biografi tokoh tersebut.

Beberapa narasi menggunakan suara asli tokoh tertentu, lo. Misalnya orasi Bung Tomo saat Pertempuran Surabaya, pidato Proklamasi Bung Karno, dan lainnya. Dengan adanya kartu linimasa, belajar sejarah jadi asyik dan menyenangkan, bukan?

Referensi: BBC Indonesia | Duta.co | Playday.id | KAORI Nusantara