Awas! Self Love Berlebihan Bisa Berdampak Negatif
Self Love | Unsplash - Content Pixie

PENULIS: Anisa Fitri Maulida

Mencintai diri sendiri merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat manusia sebelum beralih untuk mencintai makhluk lain. Bahkan mencintai diri sendiri atau self love harus menjadi prioritas utama.

Ada begitu banyak manfaat yang dapat kita rasakan ketika kita memulai untuk mencintai diri sendiri, salah satunya adalah meningkatnya rasa percaya diri untuk menghadapi setiap tantangan. Dengan kita mencintai diri sendiri, ada kekuatan yang tumbuh sehingga kita akan semakin kuat setiap harinya untuk hadapi setiap cobaan yang ada.

Bahkan Kawan merasakan tidak, ketika seseorang merasa cinta dan percaya terhadap diri sendiri, ada aura positif yang terpancar dari orang tersebut. Aura yang hanya bisa didapatkan oleh orang yang punya kekuatan dan rasa cinta yang tinggi terhadap sosok yang dicintainya tersebut.

Lagipula, jika bukan kita yang mencintai diri sendiri, siapa lagi? Sebab mencintai diri sendiri merupakan kewajiban kita sebagai pemilik jiwa raga ini, bukan orang lain. Betul?

Namun sama seperti kata pepatah, apapun yang berlebihan tidak pernah berakhir baik. Begitu juga dengan self love. Ada dampak negatif yang akan kita dapatkan baik disadari maupun tak disadari, hal tersebut harus kita waspadai sebab dampak negatif tersebut akan berimbas pada bagaimana kita menjalani hidup kelak.

Lantas, apa saja ya dampak negatif yang dapat kita rasakan? Mari merapat, kita cari tahu dampaknya.

Tumbuhnya Sifat Egois

Egois | Unsplash - Andre Hunter
Egois | Unsplash - Andre Hunter

Seperti yang diketahui, self love atau mencintai diri sendiri adalah proses untuk menerima kekurangan yang ada di dalam diri, dan juga mengubahnya ke arah yang lebih positif. Namun ternyata, ada hal yang tidak bisa kita toleransi perihal self love itu sendiri lho.

Dilansir dari Akurat, keberadaan self love yang tidak sesuai dengan ukurannya akan memberikan dampak tumbuhnya sifat egois di dalam diri. Sifat egois disini dapat Kawan lihat ketika tengah mendengarkan saran dari seseorang.

Self love yang menumbuhkan sifat egois akan membuat seseorang hanya mengutamakan pendapat diri saja tanpa melihat arah pendapat orang lain, dan juga akan selalu merasa benar. 

Muncul Keberadaan Self Denial 

Self Denial | Unsplash - Markus Winkler
Self Denial | Unsplash - Markus Winkler

Keberadaan self love yang dimana menuntut seseorang untuk mencintai diri sendiri akan membuat seseorang 'buta' jika self love dilakukan secara berlebihan. Buta disini menurut Kumparan adalah mengabaikan kekurangan di dalam diri.

Mari kita ambil contoh agar lebih paham. Misalnya, ada seseorang yang tengah mengalami kondisi yang tidak pede sebab tubuhnya yang berisi. Konsep self love ini memang boleh diterapkan agar dia dapat menerima kondisi tubuhnya yang seperti ini, namun adanya 'kebutaan' akibat self love dapat membuat orang tersebut terus membiarkan kondisi tubuhnya hingga obesitas.

Apakah self love itu tandanya membiarkan seseorang menerima kondisi tubuh dengan mengabaikan fakta bahwa hal tersebut dapat membuat dia ada di dalam bahaya? Tidak, itu bukan self love sesungguhnya. Alih demikian, dia justru menjadi self-denial sebab mencintai diri sendiri secara berlebihan.

Berujung Pada Narsisme

Narsisme | Unsplash - Cynthia Young
Narsisme | Unsplash - Cynthia Young

Self love yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi sosok narsisme dan tentu saja itu akan berakibat buruk bagi dia, dan juga orang sekitar. Lantas apa itu narsisme? Dilansir dari Riliv, Narcissistic Personality Disorder merupakan kondisi mental yang membuat penderita merasa penting daripada orang lain dan selalu ingin jadi pusat perhatian.

Konsep self love yang dimana  mengacu pada mencintai diri sendiri dapat berujung pada narsisme sebab adanya kesalahan pada mindset yang dimana mereka membutuhkan validasi akan hal yang mereka lakukan agar mereka dapat mencintai diri sendiri.

Namun Riliv sendiri menyatakan sosok yang menderita narsisme tidak akan mencintai dirinya sendiri sebab akan terus membutuhkan validasi, serta pujian dari orang lain untuk bertahan.

Di atas adalah hal yang dapat terjadi ketika Kawan menerapkan self love secara berlebihan. Apakah Kawan mulai atau tengah mengalaminya? Jika iya, Kawan harus mulai mengingat sendiri batasan, serta tujuan dari self love tersebut. 

Namun jika ternyata dengan hal tersebut saja tidak dapat membuat semua perasaan dan sifat tersebut berkurang, jangan ragu untuk menghubungi ahli untuk mendapat penanganan lebih lanjut ya. Jangan lupa, setiap keping dari dirimu itu berharga.

Referensi: Akurat | Kumparan | Riliv