Bangun Kecintaan pada Alam dengan Kenali 3 Komunitas Ini
Komunitas Pecinta Alam | Unsplash - Nathan Dumlao

Alam merupakan tempat yang melekat dengan manusia yang hidup di dalamnya. Sebelum kehadirannya, alam telah berdiri kokoh memberikan berbagai manfaat bagi tidak hanya untuk para hewan tetapi juga bagi keseimbangan muka bumi.

Sudah sepantasnya kita sebagai manusia yang notabe mendapat banyak pertolongan dari alam pun membalas budi dengan menjaga alam agar tetap seimbang dan tentunya jauh dari punah. Hal-hal kecil yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya, penghijauan kembali, dan lainnya.

Namun jika Goodmates ingin memberikan tenaga dan usaha yang lebih, tiga komunitas pencinta alam ini cocok untuk kamu kenali.

Berkenalan dengan 3 komunitas pencinta alam

3 Komunitas Pecinta Alam | Unsplash - Tron Le
3 Komunitas Pencinta Alam | Unsplash - Tron Le

Apa yang terbenak oleh Goodmates saat mendengar pencinta alam? Biasanya komunitas ini disebut sebagai komunitas tangguh sebab aktivitasnya yang cenderung tidak biasa. Sesuai dengan namanya juga, para anggota komunitas ini biasanya melakukan aktivitas di luar ruang terutama di alam-alam liar seperti hutan, gunung, dan lainnya.

Eits, bukan berarti komunitas pencinta alam hanya berbicara soal aktivitas di dalam alam liar saja. Terdapat banyak kegiatan yang dilakukan sebagai pencinta alam untuk melestarikan alam agar tetap indah. Lantas, seperti apa saja, ya? Mari kita simak informasinya sebagai berikut.

Linggih Alam

Sesuai dengan namanya yang berarti singgah sejenak di alam, Linggih Alam merupakan komunitas pencinta alam yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Bersama-sama, komunitas yang satu ini tidak hanya menggeluti aktivitas seperti jelajah hutan, goa, dan lainnya tetapi juga memberikan edukasi kepada para anggotanya.

Dilansir dari situs resmi Linggih Alam, ada berbagai topik yang Linggih Alam berikan seperti pengetahuan bertahan hidup di alam dengan cara mengenal Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), mempelajari navigasi, dan lain-lain.

Tidak hanya itu, Linggih Alam membentuk rasa cinta kepada alam dengan membangun kesadaran sosial baik para anggota maupun masyarakat dengan menyadari arti penting alam bagi kelangsungan hidup manusia.

Trashbag Community

'Gunung Bukan Tempat Sampah'. Dengan slogan tersebut, pastinya Goodmates sudah tahu arah tujuan dari komunitas yang satu ini bukan? Sesuai dengan nama, Trashbag Community merupakan komunitas pencinta alam yang aktivitasnya tidak hanya sekadar mendaki gunung melainkan membersihkan sampah yang ada di gunung.

Ya, mereka dengan sukarela membawa kantung plastik besar dan beroperasi melewati rimbunnya hutan di gunung hanya untuk memungut sampah. Sebab, hingga saat ini masih banyak pendaki nakal yang kerap meninggalkan sampah sembarang. Maka, gunung menjadi salah satu tempat yang dikenal tidak hanya alamnya melainkan sampah yang menumpuk.

Dilansir dari Revolusi Mental, adanya pendakian mengambil sampah yang mereka sebut 'Sapu Jagat'. Tujuannya tidak hanya untuk kebersihan melainkan demonstrasi untuk membawa pesan kepada semua orang agar tidak buang sampah sembarangan.

Wanandri

Membicarakan komunitas pencinta alam rasanya tidak lengkap jika kita tidak membahas Wanandri. Komunitas yang telah berdiri sejak tahun 1964 ini disebut sebagai komunitas pencinta alam tertua. 

Dikutip dari Pikiran Rakyat, latar belakang terbentuknya Wanandri adalah kegiatan kepanduan dan kisah pewayangan. Seiring berjalan waktu komunitas ini pun semakin membesar sehingga perjalanan komunitas Wanandri sebagai pencinta alam pun semakin lebar.

Tidak hanya menjelajahi pegunungan di Jawa Barat, Wanandri pun melakukan pengelolaan dengan membentuk Tim Manajemen Pengelolaan Konservasi Masigit Kareumbi pada tahun 2008 dengan melakukan pembenahan pada kawasan dengan cara cost-recovery yang melibatkan masyarakat dan kolaborasi pihak terkait.

Bagaimana Goodmates, dengan kehadiran komunitas pencinta alam ini apakah semakin besar bentuk rasa cinta kepada alam? Jika Goodmates memiliki pertanyaan perihal menjaga lingkungan, kamu bisa segera hubungi media sosialnya ya. Tidak perlu khawatir, sebab setiap komunitas memiliki tenaga ahli yang dapat membantu memberikan informasi mengenai komunitas pun alam sekitar.

Referensi: Linggih Alam |  Revolusi Mental | Pikiran Rakyat