Bangun Tekad Diri dengan Kekuatan Melalui Pikiran
Positive Thinking © Unsplash/Fokusiert

Banyak orang mengira bahwa segala sesuatu hal dapat dilakukan dengan mengasah fisik kita. Untuk menghadapi perlombaan sepak bola, maka kita harus berlatih sepak bola dan membentuk fisik yang bagus untuk memenangkan pertandingan.

Sama halnya ketika kita belajar untuk mempersiapkan ujian, kita berusaha maksimal untuk membuat diri kita memahami pelajaran yang diberikan. Padahal, terlepas dari banyaknya latihan fisik yang sudah dilakukan, terdapat satu hal lagi yang tidak kalah penting. Bahkan, mampu menguatkan diri kita lebih dari apapun.

Pikiran manusia merupakan pusat dari kehidupan. Pikiran dapat mempengaruhi perasaan seseorang, bagaimana cara mereka melihat dunia, berperilaku, dan bereaksi terhadap kejadian di sekitarnya. Pikiran memiliki dampak yang sebesar itu dalam kehidupan seseorang, sehingga penting bagi manusia untuk mulai mengasah pemikiran untuk lebih baik lagi.

Kebiasaan yang sering terjadi dalam  diri manusia adalah mengisi pikiran dengan hal-hal yang negatif. Hal-hal negatif tersebut bisa berwujud perasaan tidak enak kepada orang lain, ataupun ke dalam diri kita sendiri yang bisa diwujudkan dengan rasa tidak puas terhadap pencapaian kita ataupun selalu merasa selalu bersalah.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berpikir positif dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita.  Berpikir positif erat kaitannya dengan menjadi optimis. Sikap optimis dapat membantu seseorang dalam mengelola stres. Lebih dari itu, berpikir positif juga dapat mengurangi level stres yang lebih berat seperti depresi ataupun kecemasan lainnya.

Hal yang perlu diketahui mengenai pikiran yang positif adalah kita tidak perlu selalu berpikir positif. Mengapa demikian? Berpikir positif bukan berarti selalu mengisi pikiran kita dengan perasaan yang positif serta hal-hal baik.

Namun, berpikir positif memungkinkan kita untuk mengatasi kejadian tidak menyenangkan dengan cara yang lebih produktif dan positif. Maksud dari kalimat tersebut adalah bagaimana cara kita melihat masalah sebagai salah satu kesempatan untuk berubah atau sebagai tantangan untuk meningkatkan kerja sama tim.

Untuk membangun pemikiran positif yang kuat, tentunya membutuhkan proses yang tidak singkat dan mudah. Mulailah dengan beberapa kebiasaan kecil di bawah ini untuk menguatkan diri melalui pikiran.

Ajak diri sendiri berkomunikasi

Mengajak diri sendiri berkomunikasi sering disebut juga sebagai self-talk. Self-talk merupakan waktu dimana kita berkomunikasi dengan diri kita sendiri, layaknya seorang teman.

Saat dialog kita dengan diri sendiri diisi dengan hal-hal yang positif, maka hal tersebut bisa menjadi langkah awal yang baik untuk mulai terbiasa berpikir positif. Jangan malu untuk memberikan kata-kata penyemangat dan motivasi untuk diri kita sendiri.

Membuat gratitude journal

Menulis Jurnal © Unsplash/Lilartsy
Menulis Jurnal © Unsplash/Lilartsy

Gratitude journal adalah wadah bagi kita untuk menuangkan hal-hal apa saja yang kita syukuri setiap harinya. Sama seperti menulis diary atau buku harian, kita bisa mencurahkan hal-hal yang kita senangi setiap hari.

Mengutip dari jurnal internasional Foundation University Journal of Psychology, menuliskan rasa syukur dapat meningkatkan rasa optimis sekaligus well-being seseorang. Meski terdengar sederhana, menuliskan hal-hal yang kita syukuri setiap harinya dapat memberikan dampak yang besar.

Memiliki lingkungan pertemanan yang suportif

Jika membicarakan lingkungan pertemanan, kita tidak selamanya membicarakan kuantitas. Hal terpenting dalam membangun pikiran yang positif adalah kualitas dari teman tersebut. Manusia membutuhkan teman bicara yang mampu mendukung, memberi saran, ataupun feedback lain yang positif untuk diri kita.

Melansir Very Well Mind, energi positif dapat ditularkan oleh orang lain. Untuk itu, penting sekali bagi kamu untuk dapat saling bertukar energi positif dengan orang-orang yang ada di sekitarmu.

Temukan hal yang mampu menginspirasi 

Inspirasi dan motivasi dapat kamu temukan dari berbagai macam hal. Mulai dari idola atau role model, buku bacaan, sampai tontonan yang tepat. Kita bisa ‘menyerap’ dari sumber apapun untuk memperluas perspektif kita terhadap suatu hal.

Dengan demikian, kita mampu membangun pemikiran positif yang kuat di masa pandemi ini. Yuk, coba belajar membangun kekuatan melalui pemikiran yang positif.

Referensi: Foundation University Journal of Psychology | Very Well Mind | Mayo Clinic