Beberapa Aturan Saat Mendaki Gunung yang Harus Kamu Ketahui
Mendaki gunung | Foto: Unsplash

Saat ini, banyak orang yang gemar mendaki gunung, khususnya anak muda. Ada beragam hal yang ingin dilakukan saat naik gunung mulai dari menikmati sunrise, mencari suasana baru, hingga bentuk kecintaan terhadap alam. Namun, ada aturan saat mendaki gunung yang perlu ditaati.

Di Indonesia sendiri, ada banyak gunung yang memiliki pemandangan indah, sehingga menarik banyak orang untuk mendaki gunung. Gunung Rinjani, Gunung Semeru, Gurung Bromo hingga Gunung Ijen adalah gunung-gunung yang menjadi primadona pendaki di Indonesia.

Selain itu, ada pengalaman yang tidak terbayarkan saat mendaki gunung. Rasa lelah, pegal, dan emosi selama perjalanan akan menjadi cerita indah ketika sudah sampai di puncak gunung.

Selayaknya bertamu dan berkunjung, mendaki juga harus mematuhi aturan-aturan yang harus di taati. Sebagai pendaki harus tetap menjaga keamanan selama perjalanan, terlebih gunung adalah alam bebas.

Sayangnya, banyak pendaki yang masih belum paham dan tidak menjalankan aturan-aturan tersebut. Entah karena tidak mengetahui atau dorongan ego untuk eksis menjadi salah satu faktor.

Alhasil, ada beragam potensi ancaman keamanan dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Oleh karena itu, berikut penjelasan beberapa aturan saat mendaki. Berikut beberapa aturan mendaki gunung yang perlu kamu tahu sebelum melakukannya. 

Jangan abaikan imbauan petugas dan melakukan pendakian ilegal

Pendakian gunung | Foto: Pexels

Sebelum masuk pada gerbang dan memulai pendakian, pastikan kamu sudah mendaftar pada petugas. Jangan menjadi pendaki ilegal. Ini juga bermanfaat bagi kamu dan rombongan agar terdata oleh petugas.

Perhatikan imbauan dari petugas. Ada beberapa gunung yang memang memiliki batasan saat mendaki atau tidak boleh mendaki sampai puncak. Imbauan tersebut biasanya memiliki maksud seperti keadaan gunung yang aktif, sehingga berbahaya bagi pendaki.

Jangan memotong jalur pendakian

Illustrasi memotong jalur | Foto: Pexels

Saat mendaki, jangan memotong jalur pendakian atau membuat jalur baru. Kamu bisa saja tersesat ketika memotong jalur pendakian atau melewati jalur berbahaya. Maka, pastikan kamu mengikuti jalur pendakian yang sudah ada.

Biasanya, para pendaki memotong jalur karena ingin coba-coba atau ingin sampai lebih cepat. Namun, mereka tidak sadar akan potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut.

Jaga sikap dan perilaku

Situasi mendaki | Foto: pexels

Saat mendaki juga harus selalu menjaga sikap. Jangan berkata kotor melakukan tindakan yang senonoh. Banyak orang melihat gunung sebagai tempat yang penuh misteri, sehingga pendaki disarankan untuk bersikap yang baik selama mendaki.

Selain itu, jangan berbuat iseng dan tindakan yang konyol. Hal ini seperti mengubah tanda jalur pendakian, mengerjai teman, dan tindakan lain yang berpotensi menimbulkan masalah. Kamu harus selalu menjaga sikap dan mengedepankan keselamatan selama perjalanan pendakian.

Selalu menjaga lingkungan

Bunga Edelweiss | Foto: Unsplash

Selama mendaki, kamu dilarang untuk membuang sampah sembarangan. Ini adalah salah satu bentuk upaya menjaga lingkungan agar tetap lestari. Kamu bisa menyiapkan kantung untuk menyimpan sampah dan buang saat sudah di bawah atau akhir perjalanan.

Kamu juga dilarang mengambil tumbuhan yang ditemukan selama perjalanan mendaki. Aturan para pendaki biasanya melarang mengambil apapun kecuali gambar. Seperti memetik bunga edelweiss yang merupakan tindakan ilegal saat mendaki.

Kamu bisa didenda atau dihukum seperti mengembalikan bunga tersebut ke atas gunung jika diketahui petugas. Jadi, jangan pernah mencoba untuk mengambil tumbuhan apapun selama mendaki.

Vandalisme juga tindakan yang dilarang dilakukan saat mendaki. Banyak ditemukan kegiatan vandalisme saat mendaki dan berujung pada perusakan lingkungan.

Persiapkan diri dan peralatan pribadi

Situasi mendaki gunung | Foto: Pexels

Sebelum mendaki, pastikan kamu dalam kondisi yang sehat dan siap untuk mendaki. Jangan sampai memaksa ambisi hanya untuk kepuasan pribadi. Tidak ada yang tahu keadaan alam, maka untuk menghindari hambatan selama perjalanan, pastikan diri kamu sehat dan siap.

Selain itu, saat mendaki juga pastikan sudah menyiapkan peralatan pribadi. Barang-barang seperti obat, makanan dan minuman, tenda, sleep bag, pakaian hangat, dan kebutuhan logistik lainnya harus sudah dipersiapkan dari awal agar tidak merepotkan selama perjalanan.

Istirahat yang cukup dan tidak terlalu lama

Istirahat perjalanan | Foto: Pexels

Selama perjalanan mendaki, tentu kamu akan merasa lelah dan letih. Kamu bisa beristirahat sejenak di perjalanan, tetapi tidak dianjurkan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan suhu tubuh akan menurun drastis dan susah untuk naik kembali.

Jika memang sudah tidak kuat, direkomendasikan untuk beristirahat dan mencari tanah lapang untuk membuat tenda. Dianjurkan untuk tidak mendirikan tenda di dekat sumber air, seperti sungai, danau, dan air terjun. Ini untuk mencegah dari hewan buas yang mencari minum di sekitar sumber air.

Tidak menyalakan perapian jika tidak diperlukan

Api unggun | Foto: Pexels

Jika ingin menyalakan perapian atau api unggun, pastikan hal itu benar-benar dibutuhkan. Nyalakan api unggun saat suhu benar-benar dingin atau untuk mengusir hewan buas.

Jika hanya untuk memasak atau menghangatkan air, dianjurkan menggunakan kompor portable atau parafin. Ini karena di gunung terdapat banyak tanaman dan pohon kering, sehingga menyalakan perapian atau api unggun berpotensi menimbulkan kebakaran hutan.

Saling menjaga dalam satu rombongan pendakian

Berjalan bersama rombongan | Foto: Pexels

Mendaki biasanya dilakukan dalam satu rombongan dan jarang dilakukan sendiri. Saat mendaki pastikan tidak terpisah dengan rombongan atau meninggalkan teman. Setiap orang memiliki stamina yang berbeda, jadi sesama pendaki harus sadar dengan orang sekitar.

Itulah beberapa aturan-aturan yang harus diperhatikan selama mendaki gunung. Adanya aturan-aturan tersebut adalah upaya untuk terhindar dari masalah yang merugikan. Goodmates yang ingin mendaki gunung jangan lupa perhatikan aturan, ya!

Referensi: Hipwee | IDN Times