Beberapa Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Diplomasi Digital Indonesia
Menteri Retno Marsudi dalam konferensi diplomasi digital | Foto: kemlu.go.id

Dalam KBBI, diplomasi memiliki arti urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dan negara yang lain. Bentuknya dapat bermacam-macam, seperti gastrodiplomasi, diplomasi preventif, diplomasi kebudayaan, hingga diplomasi digital.

Indonesia merupakan negara yang memiliki aspirasi untuk menjadi pemimpin regional dan pemecah masalah global. Di era digitalisasi modern seperti sekarang, diplomasi digital menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. 

Pengertian diplomasi digital yang juga dapat disebut e-Diplomacy mencakup semua usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi digital, seperti internet untuk mencapai tujuan-tujuan diplomasi itu sendiri. Contoh sederhananya, di masa kini, para pemimpin negara dapat saling berkomunikasi satu sama lain dengan video call.

Pentingnya diplomasi digital bagi Indonesia

Para tokoh negara dalam konferensi diplomasi digital di Jakarta | Foto: kemlu.go.id

Selama ini, Indonesia terus mengembangkan statusnya sebagai pusat dari populasi dan teknologi dengan 300 juta penduduk pada tahun 2030, sebagian besar merupakan generasi muda yang jago berteknologi (tech savvy). Berbekal faktor-faktor yang potensial ini, Indonesia memainkan peran penting di regional Asia Tenggara.

Akan tetapi, faktor-faktor mendukung tersebut harus diimbangi dengan peningkatan dalam sektor diplomasi digital. Tujuannya, agar Indonesia dapat meningkatkan pengaruhnya di dunia global, senantiasa mendapat citra positif, dan dapat membantu meningkatkan perekonomian bangsa.

Diplomasi digital Indonesia di awal pandemi COVID-19

Aplikasi Safe Travel | Foto: Tirto.ID

Adanya pandemi COVID-19 telah membuat segala bentuk diplomasi berfokus pada kesehatan dan ekonomi. Bentuk diplomasi digital yang dilakukan Indonesia di awal munculnya pandemi adalah membuat aplikasi bernama Safe Travel. Aplikasi itu ditujukan untuk menyajikan segala pemberitahuan dan informasi bagi WNI di luar negeri.

Selain itu, selama pandemi Indonesia juga terus berpartisipasi dalam pertemuan yang diadakan PBB untuk para negara anggota. Partisipasi pertama kali dalam konferensi daring terjadi pada 18 Maret 2020 lalu untuk membahas anggaran dan transparansi PBB.

Regional Conference on Digital Diplomacy

RCDD | Foto: kemlu.go.id

Sebelum pandemi, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan langkah proaktif guna meningkatkan kerja sama di bidang diplomasi digital. Indonesia menjadi penggagas dan tuan rumah Regional Conference on Digital Diplomacy (RCDD).

Peserta kegiatan ini berasal dari kalangan wakil pemerintah hingga praktisi bidang diplomasi digital, dari 10 negara ASEAN dan 6 negara kawasan Asia Pasifik seperti Australia dan Jepang.

RCDD menghasilkan sebuah kesepakatan yang diberi nama “Jakarta Message”. Isinya antara lain berupa pengakuan akan pentingnya diplomasi digital, termasuk seruan untuk membangun komunitas bebas informasi palsu.

International Conference on Digital Diplomacy

ICDD | Foto: Asia Today

Menyusul kesuksesan dari RCDD, Kemlu kembali mengadakan konferensi serupa, yaitu International Conference on Digital Diplomacy (ICDD) pada November 2021. Konferensi yang diselenggarakan secara hibrid di Bali ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan teknologi di berbagai negara melalui diplomasi, khususnya terkait penanganan Covid-19.

Dalam kesempatan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan bahwa diplomasi digital tidak akan menggantikan diplomasi langsung, tetapi akan senantiasa ada dan terus bertumbuh.

Selanjutnya, Retno Marsudi menyampaikan tiga poin penting dalam diplomasi digital. Pertama, kepercayaan pada diplomasi digital perlu ditingkatkan dengan membangun lingkungan digital yang aman dari ancaman keamanan. Hal lain yang perlu dilakukan adalah memelihara data privasi dengan bijak.

Kedua, menjembatani kesenjangan digital antar negara maupun antar komunitas dalam satu negara. Lalu, poin terakhir adalah mengoptimalkan penggunaan diplomasi digital untuk menangani isu-isu global.

Sama seperti konferensi sebelumnya, ICDD pun menghasilkan sebuah kesepakatan yaitu “Bali Message”. Salah satu isi dari kesepakatan tersebut adalah manajemen krisis melalui diplomasi digital. Goodmates juga bisa menonton video live streaming jalannya konferensi ini secara lengkap di kanal YouTube milik Kemlu.

Zaman yang terus berubah menjadi semakin maju dan terdigitalisasi pada akhirnya akan memaksa semua sektor untuk beradaptasi. Komitmen Indonesia dalam meningkatkan diplomasi digital adalah salah satunya. Semoga peningkatan diplomasi digital dapat memberi kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia.

Referensi : Jurnal Mandala | The Jakarta Post | Kemlu | Asia Today