Ketahui Perbedaan Universitas, Institut, hingga Politeknik Sebelum Mendaftar
Perbedaan universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik | Foto: Dallas College North Lake

Umumnya, para siswa yang berada di tahun terakhir sekolah menengah atas akan mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kini, pilihan untuk melanjutkan kuliah juga beragam. Tidak hanya terbatas pada tempat perkuliahan di dalam negeri, kamu juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan perkuliahan di luar negeri.

Begitu juga dengan pilihan yang tersedia. Berkuliah tidak hanya di universitas saja, terdapat berbagai jenis pendidikan lain, seperti institut, sekolah tinggi, akademi, hingga politeknik.

Kalau Goodmates masih bingung dengan perbedaannya, berikut GoodSide rangkum penjelasannya untuk kamu.

Universitas

ilustrasi universitas di Indonesia | Foto: GWS Education International
Universitas di Indonesia | Foto: GWS Education International

Untuk bentuk pendidikan yang satu ini mungkin sudah cukup familiar bagi sebagian dari Goodmates. Jumlah universitas di Indonesia cukup banyak seperti yang kita tahu. 

Terdapat universitas negeri dan universitas swasta yang menyediakan pendidikan berbasis akademik untuk gelar S1, S2, dan S3. Tak hanya itu, ada juga pendidikan vokasi, seperti D3 dan D4.

Baca juga: Sederet Aplikasi Menyusun Daftar Pustaka, Mudah dan Cepat

Setiap universitas memiliki jumlah fakultas yang berbeda-beda. Begitu pula dengan fakultas yang biasanya terdiri dari beragam program studi.

Jalur mendaftar universitas terdapat tiga macam, yaitu jalur SNMPTN, UTBK-SBMPTN, dan jalur mandiri. Perbedaannya, jalur SNMPTN menggunakan nilai rapot, prestasi akademik, serta portofolio untuk jurusan tertentu.

Kemudian untuk jalur UTBK-SBMPTN mengharuskan calon mahasiswa atau pendaftar untuk melalui sebuah seleksi berupa tes. Terakhir ada jalur mandiri, biasanya menjadi seleksi terakhir pada program universitas.

Setiap universitas biasanya memiliki ujian mandiri yang berbeda baik dari segi penamaan, sistem, maupun waktu pelaksanaannya. Misalnya saja Universitas Indonesia yang menyebut jalur mandiri dengan SIMAK UI, atau Universitas Gadjah Mada yang menyebut jalur mandiri sebagai UTUL UGM (Ujian Tulis).

Institut

ilustrasi institut di Indonesia | Foto: Nawacita.co
Institut di Indonesia | Foto: Nawacita.co

Tidak berbeda jauh dengan universitas, institut juga menawarkan jenjang studi untuk vokasi dan sarjana. Namun, pilihan program studi dan fakultas yang ada tidak sebanyak universitas. Misalnya ada Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki Fakultas Teknik, Bisnis, dan Desain.

Baca juga: Waspadai Bahaya Terlalu Sering Menggunakan Celana Jeans Ketat

Kemudian ada pula Institut Kesenian Jakarta yang berfokus mengajarkan ilmu film, seni rupa dan seni pertunjukan. Untuk jalur masuk institut sama seperti universitas yang memiliki tiga jalur. Di Indonesia, terdapat beberapa institut negeri seperti Institut Seni Budaya Tanah Papua dan institut swasta seperti Institut Bisnis Nusantara.

Sekolah Tinggi

Meski sama-sama menyediakan program akademik dan vokasi, sekolah tinggi umumnya memiliki fokus hanya pada satu rumpun keilmuan. Seperti di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, hanya terdapat beberapa jurusan saja yang berkaitan dengan ekonomi, seperti akuntansi, manajemen, pajak dan lainnya.

Ada juga Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung yang hanya menyelenggarakan pendidikan perhotelan dan pariwisata. Penyebutan sebagai sekolah tinggi alasannya karena mereka hanya memiliki satu fakultas saja.

Sekolah tinggi juga sering mendapat asosiasi dengan sekolah kedinasan. Meski begitu, sama seperti universitas, tidak semua sekolah tinggi berafiliasi dengan instansi pemerintahan tertentu. Di luar sana, ada pula sekolah tinggi swasta.

Politeknik

ilustrasi politeknik di Indonesia | Foto: Seputarbandungraya.com
Politeknik di Indonesia | Foto: Seputarbandungraya.com

Jika ketiga jenis perguruan tinggi sebelumnya menyediakan program akademik dan vokasi, berbeda dengan politeknik yang hanya menyediakan pendidikan berbasis vokasi. Politeknik mempunyai visi dan misi untuk menyiapkan peserta didiknya, menjadi lulusan dengan kemampuan profesional.

Baca juga: Mengasah Kreativitas Bersama Komunitas Mural Bandung

Dengan kata lain, politeknik membentuk para mahasiswa untuk bisa langsung menerapkan ilmu di lapangan atau tempat berkarier kelak. Maka dari itu tidak mengherankan jika masa perkuliahan di politeknik lebih banyak mempelajari praktik daripada teori.

Di Indonesia terdapat beberapa politeknik. Antara lain Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Politeknik Negeri Bandung (Polban), Politeknik Negeri Media Kreatif (Polmed), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, dan masih banyak lagi.

Akademi

ilustrasi akademi di Indonesia | Foto: Patriot Muda Training Centre
Akademi di Indonesia | Foto: Patriot Muda Training Centre

Sekolah akademi memiliki persamaan dengan politeknik. Keduanya merupakan perguruan tinggi yang sama-sama menyelenggarakan pendidikan berbasis program vokasi.

Bedanya, politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi yang berasal dari beberapa rumpun ilmu, sedangkan akademi hanya menyelenggarakan pendidikan vokasi dari satu cabang ilmu saja. Sekolah akademi juga hampir mirip seperti sekolah tinggi yang hanya terdiri dari satu fakultas.

Di Indonesia, perguruan tinggi dengan bentuk sekolah akademi tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Antara lain Akademi Gizi Surabaya, Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas-STEM), Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akpol), Akademi Militer Republik Indonesia (Akmil), dan masih banyak lagi.

Referensi: Kompas | Brain Academy