Begini Cara Bangun Resilience, Bekal Hadapi Kehidupan
resilience. | Sumber: Pixabay/Ayosemarang.com

Hidup tidak datang dengan sebuah peta atau buku petunjuk. Setiap orang mungkin akan mengalami pasang surut, lika-liku dan segala macam fase trial and error. Mulai dari tantangan sehari-hari hingga peristiwa-peristiwa menantang lainnya yang memberi dampak cukup lama. Seperti kegagalan, kematian, dan sebagainya yang tak terhindarkan.

Seperti kapal yang berlayar di lautan lepas, mustahil dapat berlayar tanpa hantaman deburan ombak dan angin kencang yang menggoyahkan kapal. Begitu juga menjalani kehidupan. Seringkali banyak hal tak selalu terjadi sesuai rencana. Untuk itu kamu perlu mempelajari apa itu resilience.

Mengapa penting untuk memiliki resilience?

ilustrasi seseorang yang overwhelmed. | Sumber: Nik Shuliahin/Unsplash
ilustrasi seseorang yang overwhelmed. | Sumber: Nik Shuliahin/Unsplash

Berdasarkan penjelasan oleh Very Well Mind, resilience atau ketahanan adalah apa yang memberikan orang kekuatan psikologis untuk mengatasi stres dan kesulitan. Resilience menjadi sumber kekuatan mental yang dapat digunakan seseorang untuk melewati masa-masa sulit.

Psikolog percaya individu yang memiliki resilience mampu memanfaatkan kekuatan mereka untuk menangani kesulitan dari masalah dan tantangan yang mereka hadapi. Individu yang tidak memiliki resilience akan lebih mudah merasa overwhelmed.

Kekecewaan atau kegagalan ini bisa memicu mereka melakukan perilaku yang tidak sehat atau berbahaya. Individu yang kurang memiliki resilience akan lebih lambat untuk pulih dan mungkin mengalami lebih banyak tekanan psikologis.

Meski begitu, seseorang dengan resilience bukan berarti mereka mengalami lebih sedikit kesusahan, kesedihan atau kecemasan. Ini berarti mereka menggunakan keterampilan mengatasi dengan cara yang sehat untuk menangani kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan menumbuhkan kekuatan. Pada banyak kasus, mereka mungkin akan kembali jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Hadapi tantangan dengan membangun resilience diri

ilustrasi gaya hidup sehat. | Sumber: Gabin Vallet/Unsplash
ilustrasi gaya hidup sehat. | Sumber: Gabin Vallet/Unsplash

Mengingat resilience juga memiliki peran cukup penting dalam hidup kita. Maka, penting untuk membangun resilience lebih kuat lagi. Merangkum penjelasan oleh American Psychological Association, beberapa strategi ini dapat kamu terapkan.

Membangun hubungan. Kamu dapat memprioritaskan hubungan-hubungan dengan orang-orang yang peduli dan memahami dirimu. Misalnya memiliki jadwal rutin untuk bertemu dengan teman. Menjaga hubungan dengan orang-orang yang peduli dengan diri kamu dapat mengingatkan bahwa kamu tidak sendirian menghadapi situasi sulit ini.

Kamu juga dapat bergabung dengan sebuah grup misalnya mencoba aktif di grup sosial yang menawarkan support. Memiliki gaya hidup yang sehat dan positif juga dapat membantu membangun resilience.

Pasalnya, memiliki waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi santapan bergizi, dan rutin berolahraga dapat memperkuat tubuh untuk beradaptasi dengan stres dan mengelola kecemasan atau depresi.

Kelola cara berpikir. Bagaimana kamu berpikir dapat mempengaruhi bagaimana perasaan kamu dan seberapa tangguh kamu saat menghadapi rintangan. Jika kamu merasa kewalahan akan sebuah tantangan, ingatkan dirimu bahwa apa yang terjadi tidak akan menentukan bagaimana masa depanmu kelak.

Bagaimana reaksi atau respon kita terhadap suatu situasi memiliki kekuatan yang besar untuk mengubah situasi itu sendiri. Menerima dan mau mengakui emosi di masa-masa sulit akan sangat membantu. Namun, juga penting untuk menjadi inisiatif.

Saat berada di masa-masa sulit, coba pikirkan apa hal yang bisa kamu lakukan untuk menangani masalah tersebut. Jika masalahnya tampak terlalu besar untuk ditangani, pecahkan mereka menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikelola.

Referensi: American Psychological Association | Very Well Mind | Positive Psychology | Everyday Health