Begini Manfaat Mempelajari Bahasa Kedua selain Bahasa Ibu
ilustrasi mempelajari bahasa kedua. | Sumber: Waldemar Brandt/Unsplash

Bahasa merupakan salah satu hal yang lekat terhadap keseharian kita. Supaya dapat berkomunikasi dengan orang lain, kita memerlukan penggunaan bahasa agar komunikasi dapat berjalan secara efektif. Terdapat banyak bahasa di dunia ini, Indonesia sendiri memiliki banyak sekali bahasa daerah. Mengutip dari Ethnologue, per Februari 2021 terdapat 7,139 bahasa yang digunakan di dunia.

Bahasa yang telah Kawan gunakan sejak masih kecil disebut sebagai bahasa Ibu atau istilah dalam bahasa Inggrisnya juga disebut sebagai mother tongue. Dikutip dari Greelane, ahli bahasa dan pendidik kontemporer biasa menggunakan istilah L1 untuk bahasa pertama atau bahasa ibu, dan istilah L2 yang merujuk pada bahasa kedua atau bahasa asing yang sedang dipelajari.

Mempelajari bahasa kedua selain bahasa ibu ternyata memiliki berbagai macam manfaat lo Kawan. Tidak hanya mempermudah Kawan untuk berkomunikasi dengan warga negara asing, Kawan juga dapat memperluas sayap pertemanan dengan kawan-kawan dari luar negeri.

Simak manfaat pelajari bahasa kedua untuk kesehatan

Ilustrasi mempelajari bahasa asing. | Sumber:  Leonardo Toshiro Okubo/Unsplash
Ilustrasi mempelajari bahasa asing. | Sumber: Leonardo Toshiro Okubo/Unsplash

Tidak hanya untuk pengembangan diri dan menambah keahlian saja, belajar bahasa kedua juga ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan lo. Merangkum penjelasan oleh University of Potomac, belajar bahasa kedua dapat memberikan rangsangan pada otak. Karena belajar bahasa baru membuat kita harus mempelajari grammar dan kata-kata baru lagi, maka otak kita akan mengikuti kompleksitas bahasa baru dan menerima pola-pola baru.

Hal ini akan menstimulasi otak, seperti otot bila dilatih akan menjadi kuat, hal serupa juga terjadi pada otak. Perlu mengingat vocabulary dan grammar baru juga bagus lo untuk memperkuat daya ingat kita.

Manfaat mempelajari bahasa kedua untuk pengembangan diri

Mempelajari bahasa kedua juga mempelajari budaya baru. | Sumber: Lynda Hinton/Unsplash
Mempelajari bahasa kedua juga mempelajari budaya baru. | Sumber: Lynda Hinton/Unsplash

Mempelajari bahasa kedua juga banyak memberi manfaat kognitif. Dilansir dari Lead with Languages, seseorang yang berbicara lebih dari satu bahasa dapat meningkatkan daya ingat, keterampilan memecahkan masalah dan berpikir kritis, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kemampuan multitasking, dan memiliki kemampuan mendengar lebih baik.

Sebab otak kita akan dilatih untuk switching dari bahasa ibu ke bahasa kedua hingga menjadi terbiasa. Dilansir dari National Institutes of Health, sebuah penelitian menemukan bahwa seorang bilingual (sebutan bagi seseorang yang mampu memakai dua bahasa) dapat beralih dari satu tugas ke tugas lain lebih cepat daripada yang bisa dilakukan seorang monolingual (seseorang yang menguasai satu bahasa saja).

Semenjak pandemi dan melakukan WFH, Kawan mengalami short attention span? Mungkin dengan mempelajari bahasa kedua dapat membantu. Dikutip dari University of Potomac, belajar bahasa kedua akan membantu meningkatkan fokus otak dan memblokir gangguan.

Mempelajari bahasa kedua tandanya juga mempelajari sebuah budaya baru. Tidak hanya menguasai bahasa baru, Kawan juga dapat mempelajari tradisi, adat istiadat, sejarah, dan masih banyak lagi dari tempat bahasa kedua yang sedang Kawan pelajari berasal.

Mengutip Lead with Languages, sebuah penelitian menunjukan seseorang yang mempelajari bahasa lain akan lebih terbuka dalam mengekspresikan sikap yang lebih positif  seperti empati dan toleransi terhadap budaya dari bahasa kedua tersebut. Manfaat lainnya, hal ini dapat meningkatkan kreativitas yang Kawan miliki sebab mendapatkan perspektif baru saat akan menilai sesuatu.

Last but not least, mempelajari bahasa kedua tidak hanya menambah kemampuan yang Kawan punya. Ini juga dapat memperluas pilihan karir yang Kawan miiliki lo. Siapa tahu Kawan dapat bekerja di negara tempat bahasa kedua tersebut berasal. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan Kawan dapat menjadi seorang polyglot, sebutan bagi seseorang yang menguasai 4 bahasa.

Jadi, sudah tahu ingin mempelajari bahasa apa?

Referensi: Ethnologue | Greelane | UNA UK | National Institutes of Health | University of Potomac | Lead with Languages