Belajar Bahasa Isyarat Bersama Komunitas Teman Tuli
Bahasa Isyarat © Unsplash/Srinivasan J

Apakah kamu tertarik untuk mempelajari budaya tuli dan bahasa isyarat? Banyak komunitas sosial yang dapat kamu ikuti untuk mewadahi minatmu ini. Selain kamu juga dapat memperluas koneksi dengan bergabung ke dalam sebuah komunitas, kamu juga dapat berbuat kebaikan.

Kebaikan tersebut diwujudkan dengan kesadaran diri kamu sendiri akan pentingnya belajar berbahasa isyarat. Di antara banyaknya komunitas sosial yang berfokus pada teman-teman tuli yang dapat kamu ikuti, kamu dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan. Mulai dari donasi ataupun pengabdian dapat kamu lakukan.

Di samping itu, apabila kamu hanya hendak memperdalam budaya tuli dan bahasa isyarat, kamu dapat menilik langsung komunitas Teman Tuli. Teman Tuli merupakan sebuah komunitas sosial untuk edukasi masyarakat terkhusus mahasiswa mengenai budaya tuli dan bahasa isyarat.

Komunitas ini membuka kelas-kelas Bisindo yang dilaksanakan secara daring. Selain kelas Bisindo, mereka juga memiliki program #BantuTemanTuli yang diwujudkan dengan donasi barang dan juga uang.

Hal ini sejalan dengan misi komunitas yang terdiri dari edukasi pengenalan budaya dan bahasa isyarat Indonesia, kampanye aktif untuk menyuarakan pentingnya berbahasa isyarat, serta menjalani hubungan yang baik dengan teman tuli melalui interaksi.

Di samping itu, Bahasa Isyarat Indonesia atau yang lebih sering disebut sebagai Bisindo merupakan sebuah komunikasi visual yang berguna untuk menghidupkan suatu percakapan, dan biasanya digunakan oleh teman-teman tuli.

Bahasa ini mengutamakan komunikasi menggunakan gestur tangan, ekspresi wajah, dan postur tubuh. Selain berperan sebagai bahasa, Bisindo juga merupakan bagian dari Budaya Tuli Indonesia.

Selain berfokus pada gerakan tangan, Teman Tuli juga menjelaskan bagaimana Bisindo melibatkan penggunaan bahasa tubuh lain seperti pandangan mata, ekspresi wajah, dan gerakan bibir.

Penggunaan bahasa tubuh yang lain tersebut juga membantu teman tuli memahami pesan yang disampaikan. Sebaik apapun kita menggunakan gestur tangan untuk menjelaskan sesuatu, apabila ekspresi wajah kita kosong, maka orang lain akan semakin sulit untuk menerima pesan kita.

Pelajaran mengenai Interaksi dengan Teman Tuli

Ilustrasi © Unsplash/Tatiana
Ilustrasi © Unsplash/Tatiana

Berinteraksi dengan teman tuli kerap menjadi kebingungan bagi orang-orang di sekitarnya. Melalui media ini, Teman Tuli berusaha membagikan informasi-informasi yang bermanfaat seputar teman tuli. Contohnya cara kita berinteraksi.

Kita harus menatap teman tuli di matanya, menepuk tangan atau bahu ketika hendak memanggil, dan tentunya ketika kita hendak berkomunikasi dengan Bisindo, cari ruangan dengan penerangan yang cukup.

Hal yang tidak boleh dilakukan adalah sebaliknya, tidak menggunakan Bisindo di area yang gelap, memanggilnya dengan melempar barang, serta berteriak di hadapannya. Mudah untuk dilakukan, bukan?

Bisindo mungkin memang terlihat sulit untuk dipelajari dan diimplementasikan. Namun, ada banyak manfaat yang dapat kamu peroleh dengan mempelajari Bisindo. Dengan Bisindo, kamu dapat melawan batasan antara orang dengar dengan orang tuli, mendukung hak dan kesetaran teman-teman tuli, dan ikut serta membentuk lingkungan yang inklusif.

Dilansir dari Monash Bioeth, manfaat lain dari mempelajari bahasa isyarat adalah sebagai bahasa kedua kita sebagai individu. Dengan bahasa kedua ini, kita dapat mengembangkan analytical thinking, multitasking, dan juga mengembangkan social cognition. Bahasa isyarat juga berguna untuk mengasah otak kita.

Seperti komunitas Teman Tuli, masih banyak komunitas tuli lain di luar sana yang bertujuan untuk mengajak dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya mempelajari bahasa isyarat. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan dunia inklusif, tanpa adanya diskriminasi kepada pihak tertentu.

Kamu dapat menunjukkan partisipasimu dengan mengikuti kegiatan yang mereka selenggarakan, berdonasi, ataupun mulai memahami dan mempelajari bahasa isyarat sebagai bahasa kedua kita. Jadi, apakah kamu tertarik untuk mempelajari bahasa isyarat dengan Teman Tuli?

Referensi: Monash Bioeth | Pusbisindo | SehatQ | Instagram