Belajar Ukulele dengan Bergabung Komunitas Ini
Ukulele lukis oleh 'Ukuiki' | Foto: Dokumentasi pribadi Ukuiki

Ukulele merupakan alat musik bersenar dengan ukuran yang cukup kecil. Alat musik mungil ini banyak diminati oleh pencinta alat musik. Salah satunya ada komunitas bernama Ukuiki.

Sebagai informasi, ukulele dibawa oleh bangsa Portugis pada 1878 yang sedang menempuh perjalanan ke Afrika Selatan melalui Pulau Hawaii. Sejak saat itu, ukulele menjadi populer di kalangan masyarakat Hawaii. Sebelumnya, ukulele dikenal dengan nama ‘Braginho’ dan juga dikenal dengan nama ‘Cavaquinho’ yang berarti sepotong kayu kecil.

Berbeda dengan gitar, ukulele hanya terdiri dari empat senar dan memiliki lima ukuran berbeda (tenor, sopran, concert, bariton, bass). Dari awal kemunculannya, ukulele sudah dimainkan oleh banyak orang di seluruh dunia.

Selain karena bentuknya yang kecil dan praktis, ukulele bisa menghasilkan suara yang ‘menyenangkan’ dan juga mudah dipelajari. Kali ini, Goodside akan berbincang dengan pendiri komunitas ukulele yang ada di Indonesia, yaitu Ukuiki.

Ukuiki berawal dari melukis

Graz Suwu, musisi | Foto: Dokumentasi Ukuiki

Graz Suwu merupakan founder Ukuiki dan seorang musisi yang sudah menggeluti dunia musik sejak ia duduk di bangku kelas 1 SD. Selain ukulele, Graz juga menguasai beberapa alat musik lain seperti piano dan cello.

Graz mulai merintis Ukuiki pada tahun 2016 lalu. Sebelum terbentuknya Ukuiki, Graz berfokus dalam membuka jasa lukis ukulele. Namun, para pelanggan Graz memiliki keluhan yang sama karena tidak memiliki tempat untuk belajar ukulele.

Maka dari itu, Graz memutuskan untuk membuka workshop berbayar bagi para pelanggannya. Setelah beberapa pertemuan, banyak dari peserta yang tidak memiliki wadah untuk lebih mengembangkan bakat mereka.

“Makin lama 'kan makin banyak lulusan kelas-kelas, abis kita belajar terus kita ngapain? Nah, dari situ terbersit ide untuk bikin komunitas,” Ujar Graz.

Komunitas ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mau belajar ukulele namun tidak memiliki dana yang memadai. Dibantu dengan beberapa temannya, Graz akhirnya memperluas komunitas ini dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan ukulele.

Awalnya, Ukuiki memfokuskan kegiatannya di area Jakarta. Namun karena tingginya angka permintaan untuk mengadakan gathering di kota lain, Graz memutuskan untuk mengadakan gathering di Bali dan Yogyakarta dalam waktu dekat ini.

Prestasi Ukuiki yang menggunung

Salah satu penampilan Ukuiki Ensemble | Foto: Dokumentasi pribadi Ukuiki

Saat ini, kegiatan Ukuiki fokus di empat area yaitu workshop, kelas intensif, klub ukulele, dan ukulele ensemble. Selain itu, Ukuiki memiliki berbagai banyak kegiatan mulai dari performance, konser amal, hingga sekadar berkumpul sesama pecinta ukulele.

Pandemi COVID-19 tidak menghentikan kegiatan Ukuiki sepenuhnya. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, Ukuiki menyelenggarakan konser atau penampilannya. Tidak lama ini, Ukuiki tampil untuk mengisi acara ODP Leader Summit Meeting 2022.

Di tahun-tahun sebelumnya, Ukuiki juga sudah banyak mencetak prestasi di berbagai penampilan. Seperti Idenesia Metro TV, British Embassy Event di Kedutaan Besar Inggris di Indonesia, Asian Paragames 2018, sampai Ubud Village Jazz Festival. Selain penampilan, Ukuiki juga sempat disorot oleh banyak media atau dalam berbagai program TV.

Dari komunitas Ukuiki menjadi keluarga

Klub Ukulele 'Ukuiki' | Foto: Dokumentasi pribadi Ukuiki

Sejak 2016, Ukuiki sudah memiliki hampir 800 anggota. Anggota Ukuiki sendiri juga memiliki berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda. Meskipun begitu, rasa kekeluargaan dalam komunitas ini terasa sangat kuat.

“Aku menyaksikan sendiri selama 6 tahun ini, it’s great to see. Akhirnya berkembang menjadi sebuah komunitas yang indah dan menjadi wadah untuk bersahabat,” ucap Graz.

Graz ingin menghadirkan sebuah komunitas yang dapat menjadi wadah bagi orang-orang untuk berkembang, sekaligus menjadi ‘rumah’ bagi mereka.

Bagi kamu yang mau bergabung dengan Ukuiki, kamu bisa langsung menghubungi Ukuiki melalui direct message Instagram Ukuiki (@ukuiki). Untuk bergabung dengan komunitas, hanya dibandrol dengan harga Rp10.000 saja untuk seumur hidup, lo! Bagi kamu yang tertarik untuk mengikuti workshop Ukuiki, kamu cukup mengeluarkan biaya antara Rp20.000 sampai Rp250.000 per orang.

Jangan khawatir kalau kamu tidak punya ukulele, setiap workshop atau gathering, Ukuiki akan menyediakan ukulele untuk kamu pinjam. Kamu cukup persiapkan diri kamu dan have fun bersama Ukuiki.

Kalau kamu tinggal di luar Jakarta atau Bali, tidak masalah! Selama pandemi ini, Ukuiki tetap mengadakan gathering secara daring yang memungkinkan kamu untuk tetap bergabung bersama komunitas ini.