Benarkah Paper Bag Tidak Lebih Baik dari Kantong Plastik?
paper bag. | Sumber: Maria Lin Kim/Unsplash

Sejak beberapa tahun yang lalu, gerakan diet kantong plastik mulai dilakukan di berbagai tempat. Mulai dari pusat perbelanjaan hingga pada industri makanan dan minuman. Selain tote bag, paper bag atau kantong tas berbahan dasar kertas menjadi salah satu pilihan wadah atau kemasan yang dianggap lebih ramah lingkungan.

Kamu mungkin juga telah familiar dengan paper bag. Paper bag umum dijumpai ketika berbelanja di toko, digunakan untuk membawakan hadiah, atau pada kemasan paket belanjaan online yang dibungkus menggunakan kertas.

Namun, sayangnya sama seperti tote bag, paper bag yang berfungsi menggantikan kegunaan dari kantong plastik ini juga dapat menjadi penambah masalah baru di lingkungan.

Alasan paper bag berbahaya bagi lingkungan

paper bag. | Sumber: Erik Mclean/Unsplash
paper bag. | Sumber: Erik Mclean/Unsplash

Paper bag yang bahan baku utamanya dari kertas sering dianggap mudah terurai dan dapat didaur ulang. Hal ini menjadikan paper bag dianggap sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik. Namun, terdapat beberapa alasan mengapa paper bag juga dapat berbahaya bagi lingkungan.

Merangkum penjelasan oleh Carbon Positive Australia, produksi paper bag membutuhkan sumber daya yang jauh lebih banyak daripada kantong plastik. Pada proses pembuatannya, paper bag membutuhkan 4 kali lebih banyak air daripada pembuatan plastik dan menghasilkan 3,1 kali lebih banyak gas rumah kaca.

Paper bag juga cenderung tidak dapat digunakan berkali-kali sebab bahannya tidak tahan air, mudah sobek, terutama saat membawa barang yang terlalu berat. Berbeda dengan kantong plastik yang dapat digunakan lebih lama.

Dikutip dari Liputan6, kantong plastik dari plastik non-anyaman polypropylene yang dapat digunakan kembali adalah pilihan paling ramah lingkungan. Dengan catatan digunakan berulang kali hingga lebih dari 50 kali.

Meski mudah terurai, bukan berarti paper bag lebih mudah didaur ulang daripada kantong plastik. Paper bag memiliki berat sekitar 8 kali lebih banyak daripada kantong plastik, hal ini menjadikan paper bag lebih sulit untuk diangkut karena peningkatan volume. Misalnya, membutuhkan lebih banyak unit transportasi untuk mengangkutnya ke fasilitas daur ulang.

Mengutip Sarah Bassett, sebanyak 15 miliar pohon ditebang setiap tahun dan jumlah pohon di dunia telah tumbang sebanyak 46 persen. Mengingat paper bag berbahan dasar kertas yang didapat dari pohon, di tengah menghadapi pemanasan global, tentu kita membutuhkan lebih banyak pohon untuk mencegahnya.

Semua jenis tas atau kantong, baik berbahan katun (tote bag), kantong plastik maupun paper bag memiliki dampaknya masing-masing bagi lingkungan. Langkah kecil yang dapat kamu lakukan adalah dengan menahan diri untuk tidak berbelanja ketika tidak membawa reusable bag atau membawa belanjaan dengan tangan ketika hanya membeli 1-2 produk saja.

Salah satu cara terbaik lainnya adalah menggunakan tas atau kantong yang telah kamu punya sekarang. Gunakan sebanyak atau sesering mungkin dan ketika tiba waktunya untuk dibuang, buanglah dengan bertanggung jawab.

Referensi: Carbon Positive Australia | Sarah Bassett | National Geographic | Liputan6