Benarkah Tumpukan Email Tak Baik Bagi Lingkungan?
Ilustrasi email. | Sumber: Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk/Unsplash

Kadang ketika kita baru saja mendaftar ke platform tertentu, biasanya sering kali kita mendapatkan kiriman email. Baik pemberitahuan promo ini dan itu, pengumuman pada musim tertentu, hingga macam-macam iklan. Seringkali kita malas untuk menghapusnya dan berakhir dibiarkan menumpuk hingga ratusan bahkan ribuan.

Ternyata, meski surat elektronik tidak membutuhkan kertas untuk pengirimannya, tetap ada dampaknya bagi lingkungan. Nah, kebiasaan kita untuk malas menghapus email yang tak dibaca lagi justru bisa memperparah. Pasalnya, email ternyata meninggalkan jejak karbon.

Jejak karbon mengutip penjelasan oleh eCo2 Greetings adalah total emisi gas rumah kaca yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh individu, suatu peristiwa, suatu produk, atau organisasi. Di antaranya pembuangan limbah, mengemudi untuk bekerja, dan lainnya.

Kenapa jejak karbon dapat berbahaya? Berdasarkan penjelasan oleh Green Matters, emisi karbon dapat menyebabkan pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Efeknya seperti domino yang mempengaruhi hal lainnya. Misalnya mencairnya es kutub, cuaca ekstrim, dan efek negatif lainnya yang membahayakan kehidupan makhluk di muka bumi.

Bagaimana email meninggalkan jejak karbon tergantung pada besarnya ukuran pesan dan dokumen yang dicantumkan. Melansir dari eCo2 Greetings, email standar tanpa lampiran apapun dapat memiliki jejak karbon 4 gram CO2e (setara dengan karbon dioksida), menambahkan lampiran kecil dapat meningkatkan karbon email menjadi 19 gram CO2e, sedangkan email yang diberi lampiran gambar dapat mencapai jejak karbon hingga 50 gram CO2e.

Bayangkan, seberapa banyak email yang berseliweran setiap harinya. Belum lagi energi yang digunakan oleh email juga cukup besar. Berdasarkan penjelasan oleh eCo2 Greetings, semua email disimpan dalam sistem cloud.

Sistem ini membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Mesinnya juga membutuhkan pendinginan yang berarti memerlukan energi air serta sistem pendingin ruangan untuk menjaga mesin tetap dingin.

Bisakah menghapus email membantu selamatkan bumi?

ilustrasi inbox email yang menumpuk. | Sumber:  Brett Jordan/Unsplash
ilustrasi inbox email yang menumpuk. | Sumber:  Brett Jordan/Unsplash

Mengutip dari New York Post, berdasarkan sebuah penelitian terdapat lebih dari 64 juta email yang tidak penting dikirimkan setiap harinya di Inggris. Hasilnya, ini berkontribusi menghasilkan 23.475 ton jejak karbon per tahun.

Email ini terdiri dari ucapkan terima kasih, ucapan selamat berakhir pekan, hingga balasan singkat seperti “LOL” hingga “diterima”. Studi yang dilakukan oleh OVO Energy inipun ingin mengajak orang-orang untuk “think before you thank” atau memikirkan ulang sebelum mengirimkan sebuah email.

Terdapat juga sebuah gerakan #delete10emails. Disebutkan bahwa rata-rata warga Amerika Serikat memiliki sekitar 500 email yang tidak dibaca. Apabila kita menghapus 500 email tersebut, itu dapat menghapus 175 grams karbon dioksida bila setiap satu email berkontribusi menyumbang 0.3 grams karbon dioksida.

Pada 2019, terdapat 3,9 miliar pengguna email, jika setiap pengguna menghapus 10 email, itu dapat mengurangi 39.035 metrik ton karbon dioksida yang setara dengan 19356 ton batubara yang dibakar setiap hari.

Jadi, perlu diingat, ya, Goodmates. Meski tidak terasa dampaknya kini, semoga kita semua dapat lebih bijak memanfaatkan layanan email. Goodmates dapat membuat jadwal rutin untuk rajin menghapus kotak inbox email.

Bila malas membuat jadwal rutin, kamu dapat rajin menghapus email setelah dibaca apabila email tersebut tidak terlalu penting untuk disimpan. Berhenti berlangganan pada email-email yang tak pernah dibaca atau kumpulan newsletter juga dapat membantu.

Referensi: eCo2 Greetings | Green Matters | New York Post | Science Focus | The Good Planet