Berhadapan dengan Free Rider dalam Kelompok, Harus Bagaimana?
Free rider dalam kelompok | Foto: Jopwell/Pexels.com

Berurusan dengan kelompok berarti berhubungan pula dengan orang-orang di dalamnya. Dalam setiap tim, masalah yang paling umum dijumpai adalah adanya anggota yang ‘malas’ untuk berkontribusi dan cuma ingin hasil jadinya saja. Dengan kata lain, mereka adalah tipikal orang free rider.

Free rider alias penumpang gratis, bisa diartikan sebagai orang yang sering kali hanya mau mengambil keuntungan. Biasanya, kontribusi mereka dalam tim sangatlah kecil, tidak maksimal, atau bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali.

Kehadiran free rider jelas akan menghambat kinerja suatu tim sehingga menjadi tidak optimal. Oleh sebab itu, permasalah tersebut perlu diselesaikan secara efektif di dalam kelompok.

Bagaimana Goodmates, apakah kamu pernah mengalami situasi menyebalkan ini juga? Lantas, apa yang mesti dilakukan? Jangan risau, berikut Goodside bocorkan beberapa tips yang bisa diterapkan dalam menghadapi para free riders.

Bangun dan jaga komunikasi yang baik dalam kelompok

Ilustrasi membangun komunikasi | Foto: Mentatdgt/Pexels.com

Terdapat beragam alasan kenapa seseorang menjadi malas mengerjakan bagian tugasnya di dalam kelompok. Misalnya, karena kurangnya motivasi dari diri sendiri, rasa takut apabila membuat kesalahan, tidak memahami apa yang harus dilakukan, dan sebagainya.

Dengan segudang kemungkinan penyebab seseorang bersikap malas, hal pertama yang mesti diperhatikan adalah komunikasi. Sebab, komunikasi adalah kunci kerja sama tim yang baik. Jika sebuah tim selalu membangun dan membuka ruang komunikasi, tentu akan lebih mudah mengetahui penyebab orang itu menjadi free rider untuk kemudian dicari solusinya.

Usahakan untuk terus menjaga komunikasi secara intensif antaranggota kelompok sekaligus bersikap terbuka satu sama lain. Saat ini, sudah banyak kanal atau media komunikasi yang bisa digunakan, seperti LINE, WhatsApp, sampai Telegram dengan fitur grupnya.

Buat pembagian tugas dan kesepakatan bersama

Ilustrasi pembagian tugas | Foto: Daria Nepriakina/Unsplash.com

Pembagian tugas merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebelum mulai bekerja di dalam kelompok. Pastikan untuk melibatkan seluruh anggota tim dalam prosesnya supaya terasa lebih adil dan merata.

Menetapkan tujuan sekaligus porsi tanggung jawab untuk setiap anggota yang tergabung tentunya bisa membantu mereka menjadi lebih terlibat aktif bersamaan dengan mengurangi potensi timbulnya free rider. Dengan demikian, masing-masing orang akan ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan tugas bersama sehingga bisa selesai lebih cepat.

Jangan lupa untuk membuat kesepakatan di awal seperti tenggat waktu (deadline) untuk menyelesaikan bagian tugasnya. Hal ini bertujuan supaya setiap anggota kelompok berkomitmen dan mau untuk diajak bekerja sama.

Di samping itu, tentukan juga konsekuensi andaikata terdapat salah satu anggota yang tidak mengikuti aturan main yang sudah disepakati sebelumnya. Jadi, teman kelompok kamu yang biasanya malas dan apatis pun akan lebih tergerak untuk mengerjakan bagiannya.

Laporkan kemajuan secara berkala

Laporan dalam kelompok | Foto: Pexels/Jopwell

Dalam rangka menciptakan kinerja tim yang lebih efektif, kamu dapat meminta setiap orang untuk rajin memberikan laporan ataupun update terkait kemajuan tugas yang sudah diberikan. Update semacam ini perlu dilakukan secara berkala supaya keseluruhan kelompok bisa melacak perkembangan tugas bersama.

Anggota tim yang semula malas atau kurang aktif pun dapat lebih terpacu untuk turut merampungkan tugas-tugasnya. Selain itu, laporan kemajuan juga akan membantu mereka dalam mengejar informasi jika ada yang tertinggal.

Yang paling penting, saling memberi dan bertanya kabar mengenai perkembangan tugas dapat membuat seluruh anggota merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Meskipun tidak mudah untuk saling mengingatkan, tetapi hal ini tentu bisa mendorong anggota tim untuk tidak menjadi seorang free rider.

Jangan ragu untuk bersikap tegas

Kelompok diskusi | Foto: Pexels/pevel danilyuk

Kalau cara-cara di atas masih belum mempan, tidak ada salahnya untuk bersikap tegas dengan memberikan peringatan langsung kepada orangnya. Jangan merasa sungkan untuk mengingatkan sesama anggota kelompokmu untuk mengerjakan bagian tugas yang sudah ditentukan.

Biasanya, free rider akan senang dengan orang-orang yang bersikap lunak dalam kelompok karena mereka merasa tidak begitu diawasi sehingga bisa leluasa bermalas-malasan. Ingatlah bahwa keberlangsungan kelompok bukan menjadi tugas satu-dua individu saja, melainkan tanggung jawab bersama.

Kamu dapat memberi gertakan atau ancaman kecil seperti tidak akan memasukkan daftar namanya ke dalam tugas tersebut. Walaupun terdengar kejam, cara itu diharapkan dapat membuatnya sadar perihal tanggung jawab apa yang harus dilaksanakan.

Itulah tips-tips yang bisa diterapkan apabila berhadapan dengan free rider dalam kelompok. Semoga cara di atas bisa membantumu, ya, Goodmates. Selamat mencoba.

Referensi: Satu Persen | IDNTimes | Kumparan