Apa Mungkin Seseorang Dapat Berhenti Menjadi People Pleaser?
Ilustrasi menghindari teman | Foto: Pheelings Media/Unsplash

Apakah kamu pernah sulit mengatakan tidak pada orang lain? Atau kamu pernah sadar bahwa rupanya selama ini kamu terlalu pasif dan cenderung mengikuti keinginan orang lain walaupun terkadang hal tersebut bertentangan dengan kemauanmu? Hmm... bisa jadi kamu seorang People Pleaser. Namun sebelum itu yuk kita kenali dulu sebenarnya seorang People Pleaser itu seperti apa sih?

Dilansir dari Psychcentral, Susan Newman, Psikolog berbasis di New Jersey pernah memaparkan latarbelakang terbentuknya karakter People Pleaser yang mana diakibatkan oleh keinginan seseorang untuk berkontribusi lebih kepada orang lain agar mendapatkan kepercayaan dan validasi orang-orang tersebut. Mereka akan mendapatkan kepuasan sendiri dari pengakuan orang lain, namun pada tahap tertentu akan merasa putus asa hingga tidak pantas jika mereka tidak mendapatkan timbal balik dari kebaikan yang telah dilakukan. Itulah mengapa kebiasaan ini benar-benar merugikan bagi siapapun yang memilikinya mengingat banyaknya perasaan yang dipendam dan dapat mempengaruhi kondisi mental.

Maka dari itu, GoodSide telah merangkup beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengatasi kebiasaan  mementingkan perasaan dan pemikiran orang lain daripada diri sendiri secara berlebihan, diantaranya: 

1. Bersikap Lebih Tegas

Sangat perlu untuk menciptakan batasan-batasan kepada orang lain terhadap diri kita agar tidak seenaknya disalahgunakan oleh siapapun yang memiliki niat jahat. Misalnya jika kamu dimintai bantuan terhadap sesuatu yang kamu rasa diluar kapasitas atau bahkan merugikanmu. Tolak lah dengan tegas dan jelaskan mengapa kamu tidak bisa melakukannya. Namun tetap ingat untuk tidak  over-explaining alasanmu! buat sewajar dan sesederhananya saja ya..

2. Think Ahead Before Say Yes

Sangat penting bagi kamu untuk mencermati apapun yang diperintahkan padamu untuk dilakukan apakah itu akan memanfaatkanmu atau malahan memberikan keuntungan untukmu. Jadi, menolong orang wajar-wajar saja. Namun perlu untuk  mengobservasi permasalahan terlebih dahulu sebelum berkata "bersedia"

3. Mulai Biasakan Untuk Meminta Bantuan Orang Lain

Sadari bahwa akan selalu ada orang yang bersedia mengulurkan tangannya atau memberikan rangkulannya disaat kamu butuh. Jadi jangan pernah ragu untuk berkata "tolong". Keluarga maupun teman-teman yang perduli pada mu akan segera datang dan memberikan bantuannya kok, Percayalah!

4. Prioritaskan Kebahagiaanmu

Ingat bahwa kamu tidak akan dapat menyenangkan semua orang dan akan ada saja seseorang yang tidak menyukaimu tanpa alasan yang jelas sekalipun. Jadi kamu harus selalu ingat bahwa kamu tidak bertanggung jawab and never will be terhadap opini orang lain terhadapmu karena yang menjadi tanggung jawab mu ialah dirimu sendiri.