Berwisata Kuliner Di Kawasan Pecinan Indonesia
ilustrasi chinatown. | Foto: The Telegraph UK

Apakah kamu penyuka chinese food? Chinese food atau masakan khas China dapat dibilang memiliki cukup banyak penggemar di dunia. Tak terkecuali dengan masyarakat Indonesia yang juga turut menggandrungi masakan asal Negeri Tirai Bambu ini.

Mulai dari bebek panggang, capcay, fuyunghai, sapo tahu dan masih banyak sekali chinese food yang tak kalah lezat. Karena digemari banyak orang, masakan chinese food dapat dibilang cukup mudah ditemukan di kota-kota Indonesia.

Kalau kamu berencana ingin mencicipi masakan-masakan khas chinese food, beberapa chinatown atau kawasan pecinan di Indonesia ini siap memberikan pengalaman berwisata kuliner yang menyenangkan.

Jakarta hingga Medan, kawasan pecinan ini hidangkan chinese food yang manjakan lidah

choipan, salah satu chinese food. | Sumber: Shutterstock.com/Merdeka
choipan, salah satu chinese food. | Sumber: Shutterstock.com/Merdeka

Kawasan pecinan di Indonesia dapat dibilang cukup banyak. Melansir penjelasan oleh Tempo yang mengutip dari buku Batavia, 1619-1740: The Rise and Fall of a Chinese Colonial Town yang dikarang oleh Leonard Blusse, banyaknya kawasan pecinan di Indonesia tidak terlepas dari persebaran orang Tionghoa, terutama di Indonesia.

Hal ini juga didorong dengan kegemaran orang Tionghoa untuk merantau dan mencari penghidupan yang lebih baik melalui perdagangan. Berdasarkan catatan sejarah, orang Tionghoa sudah ada di Indonesia sejak abad ke-7 dan mulai menetap pada abad ke-11.

Salah satunya berada di Kota Medan. Kawasan pecinan di Medan juga disebut sebagai Kesawan Square. Berdasarkan penjelasan oleh Kompas.com, daerah Kesawan Square dulunya merupakan pusat perdagangan di Kota Medan dan Sumatra Timur pada masa Kolonialisme. Makanya, tak heran jika kawasan ini memiliki banyak bangunan lama yang bisa dijadikan destinasi wisata.

Melansir dari Medan Onwae, kawasan sepanjang 800 meter ini mulai aktif menjadi wisata kuliner ketika malam hari. Makanan yang ditawarkan juga beragam. Menariknya, tempat makan di Kesawan Square menggunakan tanda khusus untuk memberikan informasi mengenai jenis makanan yang halal dan non halal. Seperti warna biru pada kursi dan atribut lainnya untuk penanda menu halal, sedangkan menu non halal ditandai dengan atribut berwarna merah.

Berada sekitar 145 kilometer ke arah utara dari Kota Pontianak terdapat Singkawang, kawasan pecinan di provinsi Kalimantan Barat. Sebagian besar penduduknya merupakan keturunan etnis Tionghoa. Maka dari itu, kuliner di daerah ini memiliki cita rasa khas chinese food. Beberapa makanan di antaranya choi pou pan, sotong bakar, bubur pekong, dan masih banyak lagi.

Di Jakarta, kawasan pecinan memiliki cakupan yang cukup luas. Dikutip dari Detik, etnis China banyak menetap di kawasan Kota Tua, Glodok, Pecenongan, Pasar Baru hingga Kelapa Gading. Namun, jika ingin berwisata kuliner chinese food kamu dapat bertandang ke kawasan Gang Gloria, Petak Sembilan. Beberapa kulinernya yang terkenal seperti kedai kopi Tak Kie, Bakmi Amoy, mipan dan jajanan choipan.

Selain ketiga kota tadi, kawasan pecinan di Indonesia juga dapat ditemukan di kota-kota lain. Kawasan pecinan tersebar di Kota Surabaya, Kota Semarang, Riau hingga Batam. Sama seperti kawasan pecinan lainnya, kawasan pecinan di kota-kota ini siap menawarkan pengalaman berwisata kuliner yang memanjakan lidah dan perut.

Referensi: Tempo | Medan Onwae | Reservasi | Merah Putih | Detik | Kompas | Traveloka