Body Positivity, Sebuah Cara Untuk Mencintai Diri Sendiri
Illustrasi body positivity | Foto: Unsplash

Pernahkah Goodmates merasa kurang percaya diri pada tubuh sendiri? Terkadang, kamu pasti pernah merasa bahwa tubuh kamu tidak sesuai dengan standar kecantikan yang berlaku di masyarakat. Hal ini kemudian membuat kamu minder dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak faktor, mulai dari postur tubuh, kegemukan, hingga warna kulit yang kusam membuat kamu tidak percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Padahal, hal ini tidak baik bagi kamu sendiri dan harus segera kamu tangani.

Mulailah berpikir bahwa kekurangan yang kamu miliki sebagai sebuah kelebihan. Sehingga kamu mulai bisa menerima dan mencintai diri sendiri. Salah satu cara yang paling cocok untuk kamu terapkan adalah body positivity.

Lalu, apa itu body positivity? Bagaimana cara melakukannya dan apa manfaatnya? Yuk, simak informasi lebih jelasnya di bawah ini.

Mengenal Body Positivity

Ilustrasi body positivity | Foto: Unsplash

Body positivity menunjukan bahwa seseorang berhak untuk memiliki citra tubuh yang positif. Meskipun memiliki anggapan bahwa tubuh dan penampilannya jauh dari standar kecantikan di masyarakat, kamu harus tetap menerima bentuk tubuh sebagai citra yang positif.

Ini bukanlah isu yang baru masyarakat kenal. Pembahasan ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an, yang mana body positivity merupakan perlawanan atas diskriminasi terhadap orang-orang yang memiliki tubuh gemuk atau obesitas.

Baca juga: Refleksi Penghujung Ramadan, Benarkah Puasa Bermanfaat Bagi Lingkungan?

Tren ini kemudian muncul kembali sekitar tahun 1996 untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar bisa nyaman dan tidak melakukan diet ekstrem demi memenuhi standar kecantikan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Hingga pada akhirnya, pembahasan mengenai body positivity terus mengalami perkembangan. Bahkan, kini body positivity tidak hanya tentang perlawanan terhadap stereotip kecantikan. Namun, pola pikir bahwa seluruh tubuh baik dan indah dengan segala bentuk Keunikannya.

Manfaat Body Positivity

Illustrasi body positivity | Foto: Unsplash

Hal paling utama dari munculnya pembahasan mengenai body positivity adalah bermanfaat bagi perlawanan atas stereotip kecantikan yang tidak realistis dalam masyarakat. Selain itu, ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menerima dan mencintai diri sendiri.

Selain itu, ada beberapa manfaat lain yang bisa kamu rasakan secara personal. Mulai dari melatih kamu untuk menerima perubahan tubuh yang terjadi seiring dengan bertambahnya umur atau kondisi tertentu, seperti kehamilan, penyakit tertentu, dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Atasi Pink Tax, Diskriminasi Harga Berdasarkan Gender

Kamu juga akan terbiasa untuk tidak menilai seseorang berdasarkan warna kulit, gender, ras, dan penampilan. Tidak terobsesi untuk mendorong diri menyesuaikan pada standar kecantikan yang berlaku di masyarakat.

Hal yang paling penting adalah, kamu akan mulai bisa percaya diri, menghargai diri sendiri, dan mencegah perlakuan body shamming kepada orang lain yang sering terjadi belakangan ini.

Cara Melakukan Body Positivity

Illustrasi body positivity | Foto: Unsplash

Body positivity memang ramah bagi kamu yang mencoba untuk menerima tubuh kamu. Akan tetapi, hal ini sering salah penerimaan dalam masyarakat yang membuat body positivity sebagai alasan untuk tidak merawat tubuh dan menjaga diri.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam menjalankan prinsip body positivity. Mulai dari mengubah pola pikir dari diri sendiri. Sebagian orang percaya bahwa orang cantik adalah berkulit putih, padahal cantik adalah hal subjektif.

Kecantikan juga tidak hanya tentang fisik, melainkan ada beberapa elemen yang menjadi penunjang dari kecantikan. Mulai dari sikap, kecerdasan, kesopanan, karakter, hingga jati diri. Maka, jangan menghakimi diri sendiri sebagai orang yang tidak cantik.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan, Ikuti Tips Efisiensi Gunakan Google Search

Jangan lupa juga melakukan perawatan terhadap diri sendiri. Perawatan bukan hanya tentang memberikan kesan baik pada orang lain, namun lebih menjaga diri agar tetap sehat. Jangan sampai body positivity menjadi alasan untuk hidup bebas tanpa memikirkan kesehatan tubuh.

Nah, itu beberapa hal terkait body positivity. Jika kamu saat ini merasa sedang tidak baik-baik saja melihat tubuh saat bercermin, cobalah terapkan prinsip body positivity. Setidaknya hal ini akan membantu bagaimana kamu melihat diri untuk lebih mencintai apa yang kamu miliki saat ini.

Referensi: Alodokter | Hello Sehat