Punya Bos Toxic? Kenali Ciri-Cirinya
Ilustrasi Bos Toxic | Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Memiliki lingkungan kerja yang menyenangkan tentu sangat berpengaruh pada kenyamanan kita dalam bekerja. Tapi ternyata nggak cuma lingkungan kerja saja lho yang bisa membuat seorang karyawan betah bekerja. Memiliki atasan yang bisa mengerti para karyawannya dan mampu diajak bekerja sama juga menjadi faktor lainnya yang membuat nyaman saat bekerja.

Tapi bagaimana kalau kita punya atasan atau bos yang cenderung toxic?. Tentu menyebalkan ya. Selain membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, tentu akan membuat para karyawannya menjadi mudah stress akibat pekerjaan yang tanpa batas. Meski begitu, jangan sampai salah membedakan apakah bos kamu termasuk yang benar-benar toxic atau hanya kurang peduli pada timnya.

Nah, sebaiknya kenali ciri-ciri bos toxic yang harus kamu waspadai, Goodmates.

  1. Tidak Mau Menerima Masukkan
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Yan Krukov

Di era generasi millennial yang identik dengan kreativitas dan teknologi yang dinamis, wajar jika dalam sebuah tim dituntut untuk bisa memberikan ide-ide segar. Namun jika atasan tidak pernah mau mendengarkan saran dan masukan untuk kemajuan tim, ia termasuk dalam barisan bos toxic. Harusnya, bos yang baik bisa menerima masukan dari timnya, memilih ide yang memungkinan diterapkan dan mengkolaborasikannya dengan ide yang ia miliki.

  1. Pelit Memberikan Apresiasi
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Yan Krukov

Bos yang memiliki sifat toxic terkadang juga bisa dilihat dari seberapa royalnya ia memberikan apresiasi terhadap kinerja para karyawannya. Alih-alih memberikan pujian, bos toxic justru lebih sering memberikan keluhan dan menyepelekan pencapaianmu yang dapat menurunkan semangat kerja. Selain pelit memberikan apresiasi, bos toxic juga gemar membeda-bedakan karyawannya. Wah gak patut ditiru nih!

  1. Ego Tinggi & Temperamental
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Yan Krukov

Punya atasan yang toxic sudah pasti harus siap menghadapi ego dan temperamennya yang sangat tinggi demi mempertahankan harga dirinya yang tidak mau salah di mata karyawan. Ia juga akan sangat sulit mengucapkan maaf ataupun terima kasih kepada tim kerjanya karena menganggap semua keberhasilan merupakan hasil dari kerja kerasnya. Hmmm, nyebelin banget ya kalo punya bos kaya gini, Goodmates.

  1. Gemar Menuduh & Menyalahkan Karyawannya
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Yan Krukov

Kalau kamu punya bos yang toxic, hati-hati jangan sampai membuat kesalahan, Goodmates. Karena sedikit saja melakukan kesalahan, siap-siap dapat peringatan atau bahkan ia tak segan memberhentikan karyawan yang membuatnya baper. Selain itu, ia akan menuduh dan mencari-cari kesalahan yang belum tentu dibuat oleh si karyawan. Padahal, membuat kesalahan adalah hal yang wajar di dunia kerja. Asal tidak dilakukan berulang kali ya, Goodmates.

  1. Hobi Mengkritik di Depan Umum
Ilustrasi | Foto: pexels.com/Yan Krukov

Nggak cuma gemar menyalahkan karyawannya, bos yang toxic juga hobi memberikan kritikan di depan umum, seperti contohnya saat sedang meeting. Atau yang lebih parah, mereka justru memberikan komentar buruk di belakang kamu. Ini tentu berdampak besar bagi mental karyawan dalam bekerja dan mungkin bisa berpengaruh pada penilaian kinerja kamu.

Gimana Goodmates, apakah ciri-ciri bos toxic tersebut ada di lingkungan kerja kamu?. Selalu ambil sisi positifnya dan jangan sampai berpengaruh pada kualitas pekerjaan kamu, ya. Tapi kalau kadar toxic-nya sudah cukup mengganggu, sudah saatnya kamu cari tempat kerja baru yang lebih nyaman ya, Goodmates.

 

Referensi: IDN Times | Dokter Sehat

Workerspedia
Human Resources

Workerspedia adalah media atau wadah bagi para pekerja dan pencari kerja untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang berbagai hal di dunia kerja.