Bukan Sekedar Hiburan, Alasan Ilmiah Dibalik Kegemaran Berbagi Meme di Media Sosial
Meme digemari sebagai hiburan | Unsplash/Tengyart

Apakah Kawan termasuk pengguna media sosial aktif? Jika iya, kemungkinan besar Kawan pernah melihat unggahan berbentuk “meme”. Bahkan, bisa jadi Kawan termasuk yang pernah membuat atau suka berbagi meme di media sosial.

Keberadaan meme yang tersebar di media sosial baik Twitter, Instagram, Facebook, atau lainnya memang sudah tidak bisa kita hindari. Meski mungkin sebuah unggahan meme tampak sepele, tapi sebenarnya mereka berperan juga lho, di tengah masyarakat digital. 

Melansir dari TedEd, pengertian meme adalah “a cultural item found in the form of an image, video, or something similar, that is typically altered and spread across the world”. Jadi, meme merupakan item budaya dalam bentuk gambar, video, atau sejenisnya yang biasa diubah dan tersebar di seluruh dunia. Banyak meme di internet yang berbentuk candaan, sarkasme, politik, atau semacamnya. 

Richard Dawkins, ahli biologi dari Oxford University, pertama kali memperkenalkan istilah meme dalam buku The Selfish Gene pada 1976. Ia memakai meme untuk menggambarkan suatu ide, perilaku, atau gaya yang menyebar melalui peniruan satu orang ke orang yang lain, membawa makna simbolis yang mewakili fenomena tertentu, dan menjadi tren yang semakin populer. 

Baru-baru ini, The New York Times melakukan riset untuk mencari tahu alasan orang-orang suka berbagi meme di internet. Fenomena tingginya penyebaran meme di internet ternyata punya beberapa alasan ilmiah. 

Jadi, kenapa kita suka melihat atau menyebarkan meme? 

Studi menunjukkan, ada lima alasan utama kita senang berbagi meme, yaitu:

  • Berbagi konten yang menghibur ke dalam kehidupan orang-orang yang disayangi

Pertama, ada unsur altruistik dalam berbagi meme. Jadi, alasan utama Kawan senang membagikan meme kepada orang lain, adalah bagian dari keinginan untuk menyayangi dan merawat orang lain.

Tanpa Kawan sadari, akan muncul perasaan senang atau puas jika kita dapat memberikan kebahagiaan pada orang terdekat, seperti sahabat, kekasih, orang tua, atau saudara. Perilaku sederhana membagikan meme dan tertawa bersama terbukti merupakan salah satu ekspresi kasih sayang antar manusia. 

  • Mendefinisikan “Siapa diri kita”

Kedua, meme dapat menjadi sesuatu yang membantu Kawan mendefinisikan diri sendiri. Mengapa? Jawabannya, karena dengan memilih meme tertentu untuk dibagikan kepada orang lain atau bahkan membuat meme kita sendiri, kita dapat menunjukkan kepada dunia, hal apa yang menurut kita penting. 

Misalnya, Kawan membagikan meme tentang suara hati pekerja kantoran yang seolah tidak merasakan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur, karena banyaknya tugas dari bos. Meme ini dapat memberikan persepsi kepada orang lain, bahwa Kawan sedang dilanda banyak tugas, dan mungkin saja membentuk kesamaan di antara komunitas Kawan berada.

  • Membantu untuk membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain 

Hampir sama dengan alasan pertama, orang-orang saling melihat dan berbagi meme karena faktor sosial. Dengan berbagi meme, dapat membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman, yang sangat penting untuk kedekatan hubungan. 

Meme terbukti menjadi sarana yang dapat menyatukan sekelompok orang di ruang virtual. Meme membuat orang-orang yang berpikiran sama dapat mengekspresikan selera humor dan sudut pandang mereka dalam suasana yang aman dan nyaman. Sehingga, terbentuk suatu komunitas melalui koneksi di internet.

Mungkin Kawan juga pernah merasakannya. Melihat komentar orang lain pada unggahan meme, atau saat kita saling berbagi komentar, pasti memunculkan perasaan “terkoneksi” bukan?

  • Sebagai sarana “Self-Fulfilment” 

Alasan keempat adalah meme sebagai alat pemenuhan diri yang sederhana. Secara umum, banyak dari pengguna media sosial yang mengakui bahwa manfaat utama meme adalah karena dapat membuat tertawa.

Lebih dari itu, Kawan tak hanya sebatas tertawa melihat lelucon dari meme. Tetapi, ada juga sebagian meme yang bermakna serius sehingga dapat membantu seseorang menemukan arti dan rasa nyaman saat mereka membutuhkan. 

Bagi sebagian orang juga, meme bisa menjadi sarana pelarian (escapism) dari kehidupan yang monoton atau terasa berat. Terbukti, ada sejumlah orang yang sengaja mengalihkan pikiran dengan melihat meme dan merasa kebutuhannya terpenuhi setelah tertawa. 

  • Sebagai sarana menyebarkan informasi

Alasan terakhir dibalik kesenangan berbagi meme, melansir dari NY Times, adalah untuk membantu dalam menyebarkan berita tentang sesuatu yang dianggap penting. 

Tidak dapat dipungkiri, meme merupakan cara yang tepat untuk dapat menjangkau banyak orang secara cepat. Sekaligus berpotensi untuk mempengaruhi atau bahkan mengubah pola pikir orang lain. Paparan meme terus-menerus tanpa sadar dapat membentuk pola pikir Kawan terhadap suatu informasi. 

Nah, itulah beberapa alasan ilmiah dibalik kesenangan orang-orang melihat dan berbagi meme. Lalu, bagaimana dampaknya di tengah masyarakat digital?

Ternyata, hasil studi terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang Kawan luangkan untuk bermedia sosial, semakin tinggi empati yang dimiliki. Kebiasaan membagikan konten di platform online, termasuk meme, juga dapat mengurangi perasaan kesepian, lho. 

Namun, perlu diingat juga, sesuatu yang berlebihan pasti memiliki dampak kurang baik. Dalam hal berbagi konten meme, Kawan bisa terlalu terpengaruh secara emosi, sulit berhubungan di dunia nyata, atau rentan terkena hoax jika tidak berhati-hati. 

Maka, sebaiknya Kawan tetap bijak dalam memanfaatkan meme dan media sosial. Gunakan seperlunya, serta biasakan untuk selalu menerapkan etika bermedia yang baik. 

Referensi:

What's in a Meme? | Richard Dawkins Foundation for Reason and Science

Why are we so obsessed with memes? | TED-Ed

Why does the whole world love memes? (msn.com)

Why Do We Love Memes? (bustle.com)

What Are Text Memes?: The Trend Taking Over Instagram - The New York Times (nytimes.com)

Why Do People Like Memes on Social Media? | SEO Shark