Cara Cermat Atur Keuangan Anti Boros
Cara atur uang | Foto: Pexels

#FutureSkillsGNFI

Ada pepatah bilang “Uang bukan segalanya”. Namun, pada konteks kali ini, uang dapat menentukan segalanya. Sebanyak apapun uang yang kamu miliki akan sia-sia jika kamu tidak tahu cara mengelolanya.

Akan tetapi, dengan uang yang lebih sedikit bisa menjadi cukup jika kamu dapat mengelolanya dengan baik. Berikut ada beberapa tips untuk mengatur keuangan agar kamu lebih bijak dalam mengelolanya.

1. Hindari Utang

Ilustrasi bebas hutang | Dribbble
Ilustrasi bebas hutang | Foto: Dribbble

Utang merupakan kebiasaan buruk yang perlu kamu hindari jika tujuannya untuk membeli barang-barang yang bersifat konsumtif. Aktivitas tersebut biasanya karena rasa FOMO (Fear Of Missing Out).

Jangan sampai kebutuhan pokok tidak jadi terabaikan hanya karena memenuhi gaya hidup. Utang dari sudut pandang lain bisa sebagai kebiasaan yang baik.

Menurut ahli finansial senior Bankrate, Greg McBride, jika kamu mengelola utang secara bertanggung jawab, hal itu akan membantu berinvestasi kepada aset yang lebih penting entah itu rumah maupun pendidikan.

Namun, perilaku tersebut harus memperhatikan kondisi keuangan dan memerlukan konsultasi dengan ahli di bidangnya.

Baca juga: Gagal SNMPTN? Berikut Tips Belajar untuk Persiapan UTBK

2. Perhatikan Lingkungan Pertemanan

Ilustrasi pertemanan sehat | Unsplash
Ilustrasi pertemanan sehat | Foto: Unsplash

Tanpa kita sadari, teman dapat mempengaruhi sebagian hidup. Maka, ada baiknya kita membuat batasan dalam memilih lingkaran pertemanan agar dapat menjalani kehidupan lebih baik.

Dalam aspek keuangan, lingkaran pertemanan yang peduli keuangan akan membuat kamu lebih bijak dalam menghadapi permasalahan keuangan. Mereka akan memberimu masukan dalam mengelola keuangan.

Mereka akan menjadi kawan diskusi yang baik karena memiliki ideologi keuangan yang sama. Saling membantu dalam mencapai tujuan keuangan masing-masing, dengan begitu kamu tidak akan merasa berjuang sendirian.

Baca juga: Mengintip 4 Fasilitas Kampus Fisipol UGM

3. Sisihkan Uang untuk Menabung dan Investasi

Ilustrasi menabung | Unsplash
Ilustrasi menabung | Foto: Unsplash

Kebanyakan orang cenderung menempatkan porsi menabung atau investasi pada pilihan terakhir dalam memperlakukan uangnya. Padahal, menabung dan investasi merupakan porsi yang seharusnya menjadi prioritas setelah memenuhi kebutuhan pokok.

Memprioritaskan menabung dan investasi bukan tanpa alasan, tetapi perilaku tersebut dapat mengamankan kondisi keuangan di masa mendatang. Perilaku menabung akan menyelamatkan dari keadaan yang tidak terduga.

Kamu bisa memulai dengan nominal yang kecil agar tidak merasa terbebani, hanya perlu sedikit usaha untuk tetap konsisten. Tingkatkan nominal sering berjalannya waktu sampai terbentuk perilaku dan pola pikir bahwasannya menabung merupakan kebutuhan.

Di era digital ini, investasi juga menjadi lebih mudah dengan banyaknya aplikasi yang telah ada. Kamu bisa memakai satu dari sekian banyak aplikasi yang menurut kamu paling nyaman.

Baca juga: Cek 5 Akun Instagram untuk Tingkatkan Hard Skill

4. Mencatat Arus Kas

Ilustrasi catatan arus kas | Unsplash
Ilustrasi catatan arus kas | Foto: Unsplash

Dalam neraca keuangan, terdapat pemasukan (debit) dan pengeluaran (kredit). Catatlah semua kegiatan transaksi mulai dari penerimaan gaji hingga kegiatan belanja. Sebuah tabel sederhana akan mempermudah dalam proses mencatat transaksi keuangan.

Buatlah kategori-kategori pada tiap transaksi, seperti makan, hiburan, kebutuhan, kursus pengembangan diri, sedekah, dan lain-lain. Di akhir bulan, kamu akan melihat berapa rupiah yang telah kamu habiskan pada setiap kategori.

Dengan mengetahui nilai-nilai setiap kategori, pada tahap selanjutnya kamu bisa memproyeksikan nilai-nilai tersebut dalam bentuk buJet pada setiap awal bulan. Kamu dapat membandingkan nilai buJet dengan nilai aktual pada akhir bulan.

Terapkan tips di atas sedikit demi sedikit secara konsisten. Semoga tips di atas dapat mengubah cara pandang kamu terhadap uang. Seperti kata Dave Ramsey, “Perencanaan keuangan memberi tahu Anda ke mana uang pergi, bukan membuat penasaran ke mana uang sudah Anda gunakan."

Referensi: Personal Finance | Finansialku | Cermati