Skill Leadership Meningkat, Begini Cara Melatih Emotional Intelligence!
Ilustrasi Emotional Intelligence | Event Brite

Emotional Intelligence (kecerdasan emosi) merupakan kemampuan untuk mengetahui, menilai dan mengekspresikan emosi secara akurat dengan respon yang positif. Melalui emotional intelligence, GoodMates diharapkan agar memiliki kemampuan dalam menggunakan emosi untuk memahami, mengidentifikasi, dan berhasil mengelola emosi dalam diri dan orang lain.

GoodMates perlu tahu, kecerdasan emosi menjadi penting dalam sebuah kepemimpinan, karena  pemimpin bisa memanfaatkan dan mengarahkan kekuatan emosi untuk memperbaiki kepuasan diri pengikut, moral, dan motivasi akan mendapatkan hasil yang lebih baik dan meningkatkan keseluruhan efektivitas organisasi. Dengan begitu, pemimpin mampu mempengaruhi sebuah tim, kelompok, dan organisasi karna pengaruh emosi berdampak pada jalannya operasional dalam sebuah organisasi.

Gimana sih, cara agar GoodMates memiliki Emotional Intelligence yang baik? Berikut beberapa cara melatih skill kecerdasan emosi yang bisa GoodMates terapkan:

1. Belajar Mengelola Emosi Negatif

Cara mudah untuk GoodMates dalam mengelola emosi negatif yaitu melihat berbagai hal secara objektif, karna bagaimana cara pandang kalian terhadap berbagai hal mempengaruhi beban pikiran dan dalam pengambilan keputusan.

2. Melatih Kemampuan Komunikasi

GoodMates bisa menjadi komunikator yang lebih andal di tempat kerja dengan menggunakan kata-kata yang lebih spesifik untuk membantu mengkomunikasikan kekurangan untuk mengatasi sebuah permasalahan atau konflik tertentu.

3. Belajar Lebih Empati pada Orang Lain

Selain komunikasi, ada cara lain untuk bisa mengatasi sebuah konflik loh GoodMates. Untuk dapat memberikan tanggapan terhadap percakapan dan situasi dengan tepat, GoodMates perlu bisa menempatkan diri pada posisi orang lain untuk memahami apa yang mereka rasakan, juga membuat batasan diri terhadap orang lain bahwa ada konsekuensi untuk segala hal.

4. Kemampuan Bersosialisasi

Dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi, GoodMates bisa menjadi pendengar yang baik bagi orang lain dengan memperhatikan komunikasi non verbal, serta melatih kemampuan memecahkan masalah ketika konflik muncul. Ketika menghadapi sebuah konflik, yang perlu GoodMates lakukan adalah memberanikan diri jika berbeda pendapat dan berani untuk berkata tidak tanpa merasa bersalah untuk sesuatu hal yang benar, karna GoodMates juga perlu menetapkan prioritas dan mendapatkan apa yang menjadi hak kalian. Semakin sering berinteraksi dan menerapkan pemahaman terhadap emosi diri sendiri dan orang lain, hal ini akan membantu dalam membentuk kecerdasan emosi yang semakin tinggi.

5. Mengembangkan Motivasi Diri

Untuk dapat meningkatkan motivasi pada diri, GoodMates harus bisa dengan mudah memotivasi diri sendiri tanpa harus menunggu mendapatkan motivasi dari orang lain. Gimana caranya? GoodMates harus mengenali aspek-aspek yang kalian sukai dari apa yang sedang dilakukan sekarang. Orang yang mampu memotivasi dirinya sendiri cenderung memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan batin dari mereka sendiri, serta cenderung kompeten dan berorientasi pada tindakan-tindakan pengendalian.

6. Active Listening Skills 

Penerapan active listening skills dapat GoodMates lakukan dengan cara memahami apa yang dikatakan orang lain sebelum menanggapi untuk menghindari kesalahpahaman, sekaligus menunjukkan rasa hormat pada lawan bicara. Selain itu, Sikap yang perlu GoodMates terapkan dalam keterampilan active listening adalah kontak mata yang positif, senyum, serta mendengarkan dengan empati.

hubungan baik antar pemimpin dan pengikut

Menurut Stephen Robbin (2007), kecerdasan emosional adalah kemampuan, keterampilan, dan kompetensi non kognitif yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam menghadapi tuntutan dan tekanan dari lingkungannya. Sebab itu, jika Goodmates memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, Goodmates sudah memiliki atribute penting dalam keberhasilan menjadi seorang pemimpin. Karna individu-individu yang memiliki kecerdasan emosional, tidak hanya mencari dan meningkatkan keberhasilan diri sendiri akan tetapi juga untuk organisasi mereka sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang seimbang.

Kunci dalam menerapkan emotional intelligence adalah harus memahami dan mengetahui hubungan antara yang Goodmates rasakan dan bagaimana Goodmates harus bersikap. Selain itu, Goodmates juga harus mampu mengenali apa kelebihan dan kekurangan dari diri Goodmates sendiri

GoodMates perlu memulai untuk mengenali diri dan mengembangkan kecerdasan emosional sejak kini. Kemampuan emotional intelligence ini bermanfaat untuk GoodMates dalam menjaga keseimbangan emosi untuk membantu memotivasi dan menginspirasi orang di sekitar. Karena dengan pemahaman emosional yang baik, GoodMates dapat memberikan pengaruh kepada orang lain dengan cara yang positif.

Lalu, apa pengaruh emotional intelligence terhadap kepemimpinan? pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tinggi lebih sensitif terhadap perasaan dan emosi pengikutnya dan mampu mengatur dan mengelola sendiri dan emosi pengikutnya. Sehingga, pengikut dari pemimpin tersebut menjadi lebih berkomitmen untuk kepentingan kolektif dan berusaha lebih keras untuk mencapai tujuan kelompok serta bersedia bekerja lebih keras daripada yang diharapkan.

Selain itu, pimpinan yang selalu sabar dan tidak selalu emosi tentu akan lebih disukai bawahan, sehingga para pimpinan akan lebih mudah diterima pengikut dan dampaknya pengikut mudah diarahkan dan dibimbing untuk menjalankan tugas sesuai keinginan kepemimpinan, dimana hal ini menjadi faktor penting didalam keberhasilan penerapan kepemimpinan yang membutuhkan kesediaan pengikut untuk mengikuti perintah pimpinan.

 

Referensi: Hello Sehat