Mirip Overthinking, Begini Keadaan Catastrophizing dan Cara Mencegahnya
ilustrasi catastrophizing, mirip overthinking | Foto: Karolina/Pexels

Goodmates, pernahkah saat malam sebelum akan ada ujian di keesokan harinya, kamu justru sibuk membuat skenario kemungkinan-kemungkinan terburuk. Ternyata keadaan ini bisa kita kenal sebagai catastrophizing.

Apakah situasi di atas terasa familiar untuk kamu? Mungkin kamu lebih sering menyebut keadaan tersebut sebagai overthinking. Mengutip penjelasan oleh Health Line, catastrophizing sendiri merupakan keadaan ketika seseorang memiliki asumsi keadaan terburuk yang akan terjadi.

Penyebab dari catastrophizing sendiri masih belum pasti. Kondisi ini sendiri bisa terjadi sebagai bentuk respon dari pengalaman masa lalu yang traumatis. Kemudian, hal itu menyebabkan seseorang memiliki pandangan baru mengenai keyakinan atas dunia yang buruk.

Mereka menjadi tidak mudah percaya dengan orang dan mungkin mengambil risiko akan menyebabkan luka. Di samping itu, kondisi catastrophizing terkait dengan kesehatan mental.

Baca juga: Sulit Berkonsentrasi? Kenali Cara Mencegah Short Attention Span

Adapun sebuah studi pada 2015 menunjukan bahwa seseorang yang mengalami catastrophizing memiliki kesempatan untuk mengalami gangguan kecemasan. Kondisi lainnya adalah depresi.

Menurut penelitian pada 2012, kondisi catastrophizing bisa menyebabkan perasaan hopeless yang bisa mengarah pada depresi. Kemudian, kondisi catastrophizing juga bisa menyebabkan gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Cara Mencegah Catastrophizing

ilustrasi meditasi untuk membantu mengatasi catastrophizing | Foto: BBC
Meditasi untuk membantu mengatasi catastrophizing | Foto: BBC

Kabar baiknya, kondisi catastrophizing bisa kamu cegah. Merangkum penjelasan oleh Very Well Health, kamu bisa melatih pernapasan. Cobalah untuk mengambil napas dalam beberapa kali untuk menenangkan diri.

Kamu juga bisa menggunakan bantuan lain seperti aplikasi breathing exercise atau video online yang ada di internet. Tujuannya tentu saja untuk membantu kamu agar lebih fokus saat mengatur pernapasan.

Bermeditasi juga dapat membantu mencegah catastrophizing. Kini telah banyak aplikasi meditasi yang bisa membantu mengajar kamu bagaimana caranya mempraktikan mindfulness.

Baca juga: Mengenal Dunia Kreatif Lebih Dekat Bersama Komunitas Inside Kastil

Umumnya, aplikasi seperti ini memiliki goals atau target yang telah sesuai untuk membantu mengurangi kekhawatiran dan pikiran negatif. Selain itu, mencoba berlatih mindfulness juga akan sangat membantu mencegah kondisi catastrophizing.

Mempraktikan mindfulness akan kembali membawa kamu menyadari sepenuhnya keadaan saat ini. Be present, menyadari yang sedang terjadi saat ini dan bukan fokus pada asumsi keadaan-keadaan yang mungkin akan terjadi di masa depan.

Bantuan Terapis

Ilustrasi bertemu terapis | Foto: Pexels

Apakah kamu pernah mencoba journaling? Menulis jurnal pribadi bukan hanya kegiatan menulis saja. Menuangkan apa yang sedang kamu pikirkan atau rasakan bisa membantu kamu untuk menguraikan benang-benang kusut di kepala.

Kalau kamu merasa kondisi catastrophizing sudah sangat mengganggu, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional, ya, Goodmates. Salah satu cara untuk mengatasi catastrophizing adalah melalui terapi. Cognitive behavioral therapy atau CBT merupakan salah satu bentuk terapi yang paling umum.

Baca juga: Cara Membangun Pentingnya Work Life Balance

CBT bisa mencoba mengatasi pola pikir dan perilaku seseorang. Dalam kasus catastrophizing, terapis mungkin akan membantu kamu untuk mengenali pikiran irasional dan menggantinya dengan yang rasional.

Misalnya karena berangkat telat saat wawancara untuk melamar sebuah pekerjaan, kamu memiliki pemikiran tidak akan berhasil pada pekerjaan tersebut.

Seorang terapis bisa membantu mengarahkan pikiran irasional tersebut kepada pemikiran yang lebih rasional. Seperti berangkat telat bukan menjadi satu-satunya faktor penilaian, melainkan masih ada sederet faktor pertimbangan lainnya untuk seleksi melamar kerja.

Last but not least, Kunto Aji, penyanyi dari Indonesia, pernah menyampaikan sepenggal lirik dari lagunya yang berjudul "Rehat". Bunyinya, “Yang kau takutkan takkan terjadi”.

Mungkin ketakutan-ketakutanmu hanyalah sebuah buah pikiran belaka. Mungkin ketakutanmu tidak akan berubah menjadi nyata. Maka, segera hilangkan catastrophizing dari pikiranmu. Semangat selalu, Goodmates!

Referensi: Health Line | Very Well Health | Psychology Today