Catat! Begini Cara Cermat Mengatur Gaji
Cara mengatur gaji adalah dengan menyusun anggaran keuangan | Foto: unsplash.com/rawpixel/Liputan6

Mendapatkannya butuh waktu satu bulan, habisnya tidak sampai satu minggu. Apakah kamu pernah mengalami hal serupa, Goodmates? Mengatur keuangan memang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Ketika mendapatkan gaji, tidak jarang mungkin sebagian dari kita pernah mengalami dana yang menipis pada minggu kedua setelahnya.

Terdapat banyak faktor mengapa hal tersebut bisa terjadi. Bisa jadi kebutuhan pribadi kita yang memang terlampaui banyak. Bisa juga memang kita belum pandai mengelola keuangan dengan bijak.

Misalnya, terdapat album keluaran penyanyi favoritmu yang baru rilis dalam waktu dekat. Bukannya memprioritaskan kebutuhan utama, kamu malah tergoda untuk membelinya.

Tidak perlu khawatir Goodmates, berikut GoodSide rangkum beberapa cara mengatur gaji yang bisa kamu terapkan.

1. Gunakan Teknik 50/20/30

ilustrasi menyusun anggaran untuk mempermudah mengatur gaji | Foto: Kasir Pintar Blog
Menyusun anggaran untuk mempermudah mengatur gaji | Foto: Kasir Pintar Blog

Terdapat beragam cara untuk mengatur gaji. Salah satunya menggunakan teknik 50/30/20 oleh Senator Elizabeth Warren melalui bukunya All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Baca juga: Uang Pas-Pasan? Begini Cara Liburan dengan Bujet Minim

Merangkum penjelasan oleh Investopedia, aturan dasar dari teknik ini adalah membagi gaji kita setelah pajak. Nantinya, kamu harus mengalokasikannya dengan komposisi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.

Pada 50 persen kebutuhan merupakan tagihan yang wajib kamu bayarkan dan juga hal-hal yang kamu perlukan untuk bertahan hidup. Antara lain pembayaran sewa tempat tinggal, pembayaran kendaraan, asuransi, bahan makanan, perawatan kesehatan, pembayaran utang dan lainnya.

Lalu 30 persen keinginan bisa berupa makan malam, menonton film, membeli tas baru, liburan, dan masih banyak lagi. Kemudian 20 persen lainnya, menjadi komposisi alokasi pendapatan bersih untuk menjadi tabungan atau investigasi. Termasuk menambahkan uang ke dana darurat di rekening tabungan bank atau berinvestasi di pasar saham.

2. Buat Catatan Keuangan

Poin budgeting ada hubungannya dengan cara sebelumnya, yakni teknik mengatur anggaran dengan aturan 50/30/20. Saat memulai menyusun budgeting, pastikan kamu menyusun berdasarkan total pendapatan bersih atau gaji yang telah terpotong dengan pajak.

Setelahnya, kamu dapat menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan, seperti makanan, biaya sewa, tagihan listrik atau internet, dan kebutuhan lainnya.

Baca juga: Tips Bijak Lakukan Self Reward Tanpa Membahayakan Keuangan

Kemudian, perhatikan juga pengeluaran yang kamu lakukan. Terutama pada berapa yang kamu belanjakan menyangkut keperluan pribadi.

Bisa jadi pada beberapa kesempatan kamu menjadi impulsif dan membeli berbagai macam hal yang sebenarnya tidak terlalu kamu butuhkan. Alhasil, pengeluaranmu menjadi membengkak.

Dengan menggunakan catatan, kamu jadi bisa melakukan tracking mengenai pemasukan serta pengeluaran yang kamu lakukan. Pada beberapa pengeluaran yang begitu tinggi padahal tidak terlalu penting, bisa menjadi bahan pertimbangan untuk bulan selanjutnya agar memberi batasan pengeluaran.

3. Tetapkan Goals Impian

ilustrasi menabung dengan goals tertentu | Foto: TripZilla Philippines
Menabung dengan goals tertentu | Foto: TripZilla Philippines

Cara ini mungkin berkaitan dengan bagaimana kamu menabung. Menurut Forbes, menabung tanpa rencana sama saja seperti berlayar tanpa kompas. Luangkan waktu sejenak untuk merenung dengan diri sendiri apa yang ingin kamu capai dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Jangka panjang bisa berarti hal-hal yang cukup besar misalnya membeli rumah. Lalu untuk jangka pendek bisa seperti pergi berlibur, membeli kendaraan, atau membeli perabotan baru.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Dia 8 Konser 2022 di Indonesia

Berdasarkan tujuan yang sudah kamu susun, kamu bisa mulai memutuskan berapa kira-kira budget yang akan perlu kamu sisihkan. Membuat goals juga bisa memotivasi kamu agar lebih semangat untuk menabung.

Itu dia beberapa cara yang bisa kamu terapkan dalam mengatur gaji. Bukan hanya pada gaji, cara ini memungkinkan untuk kamu terapkan saat mengelola uang saku bulanan, lo. Selamat mencoba, Goodmates!

Referensi: Investopedia | Forbes | Tomorrow Makers