Simak Cara Hitung Kebutuhan Kalori Selama Puasa
Hitung kalori kurma | Foto: Detikcom

Umumnya selama ramadan, orang yang menjalankan ibadah puasa akan mengalami perubahan pola makan. Saat hanya makan sahur dan berbuka puasa, tentu kita harus menyesuaikannya.

Meski begitu, kita juga harus memenuhi kebutuhan kalori sesuai yang kamu perlukan oleh tubuh. Maka dari itu, menghitung kalori meski saat sedang menjalankan puasa juga penting, lo, Goodmates.

Melansir penjelasan oleh Hello Sehat, kalori merupakan satuan unit kandungan panas atau energi atau jumlah energi yang kamu dapatkan dari makanan dan minuman. Satuan ini juga merupakan jumlah energi yang terbakar oleh tubuh melalui aktivitas sehari-hari.

Dengan mengetahui seberapa banyak jumlah kebutuhan kalori tubuh yang kita perlukan, akan menjadi kunci utama untuk mendapatkan pola makan dengan gizi yang seimbang. Kalau kamu sedang menjalankan diet dan ingin menurunkan berat badan, menghitung kalori juga bisa membantu agar penurunan berat badan lebih efektif.

Kebutuhan Kalori 

ilustrasi menghitung kalori saat puasa | Foto: Qoala
Menghitung kalori saat puasa | Foto: Qoala

Perlu kamu ingat bahwa kebutuhan kalori harian setiap orang berbeda. Kebutuhan kalori ini biasa terpengaruh karena berbagai macam faktor. Di antaranya, faktor tinggi badan, berat badan, usia, jenis kelamin dan tingkat aktivitas fisik.

Baca juga: Bisa Bayar Online, Ini 5 Lembaga Amil Zakat di Indonesia Selain Baznaz

Kamu perlu mengetahui terlebih dahulu berapa jumlah kalori yang tubuh kamu butuhkan dengan menyesuaikan kondisi kamu saat ini. Menurut US Department of Health and Services, perempuan berusia 14--18 tahun membutuhan 1800 kalori apabila memiliki tingkat aktivitas rendah.

Sejumlah 2000 kalori apabila tingkat aktivitas sedang dan 2400 kalori apabila memiliki tingkat aktivitas yang tinggi. Tidak berbeda jauh, perempuan pada rentang usia 19--30 tahun yang memiliki tingkat aktivitas rendah membutuhkan 1800--2000 kalori. Adapun 2000--2200 kalori untuk tingkat aktivitas sedang dan 2400 kalori untuk tingkat aktivitas tinggi.

Kemudian pada perempuan berusia 31--50 tahun, mereka membutuhkan 1800 kalori apabila memiliki tingkat aktivitas rendah. Sejumlah 2000 kalori apabila tingkat aktivitas sedang dan 2200 kalori apabila memiliki tingkat aktivitas yang tinggi.

Pada laki-laki berusia 14--18 tahun membutuhkan 2000--2400 kalori untuk tingkat aktivitas rendah, 2400--2800 kalori pada tingkat aktivitas sedang, dan 2800--3200 pada tingkat aktivitas tinggi.

Kemudian pada usia 19--30 tahun membutuhkan 2400--2600 kalori pada tingkat aktivitas rendah, 2600--2800 pada tingkat aktivitas sedang, dan 3000 kalori untuk tingkat aktivitas tinggi.

Selanjutnya laki-laki dengan usia 31--50 membutuhkan 2000--24000 kalori untuk tingkat aktivitas rendah, 2400--2600 kalori untuk tingkat aktivitas sedang, dan 2800--3000 kalori untuk tingkat aktivitas yang tinggi.

Baca juga: Fakta Menarik, Penelitian Ungkap Air Memiliki Memori

Cara Menghitung Kalori

Makanan sesuai kalori | Foto: Pexels

Kamu bisa menghitung kalori makanan harian yang masuk dengan mencatat nutrisi yang ada di kemasan makanan atau minuman. Kamu perlu mengalikan setiap makronutrien yang ada dengan setara kalorinya.

Satu gram protein mengandung empat kalori, begitu pula satu gram karbohidrat setara dengan empat kalori dan satu gram lemak setara sembilan kalori.

Misalnya makanan yang kamu konsumsi mengandung 15 gram protein, 10 gram karbohidrat, 10 gram lemak. Maka, cara  menghitungnya adalah 15 x 4, 10 x 4, 10 x 9. Kemudian jumlahkan hasilnya.

Baca juga: Melihat Deretan Jurusan Kuliah di Bidang Agama Islam

Total kalori yang kamu konsumsi sama dengan 190. Angka ini harus sesuai dengan catatan di belakang kemasan dan perlu kamu catat, agar kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan melainkan sesuai dengan kebutuhan harian kamu.

Kalau kamu menginginkan cara yang lebih praktis, bisa juga menggunakan kalkulator kalori yang sudah banyak tersedia. Biasanya, kamu hanya perlu memasukkan bahan-bahan makanan yang sedang kamu konsumsi dan nantinya akan muncul hasil hitungannya.

Referensi: Halodoc | Klikdokter | Hello Sehat