Cara Mudah Bangun Kebiasaan Diri dengan Teknik Ini
Ilustrasi seseorang berolahraga, salah satu bentuk kebiasaan yang sehat. | Sumber: Chander R/Unsplash

Siapa yang suka merasa kesusahan saat ingin membangun kebiasaan baru? Pasalnya, saat ingin berubah menjadi lebih baik dan coba menerapkan kebiasaan baru, biasanya menjadi tantangan sendiri bagi kebanyakan orang. Ingin memiliki gaya hidup lebih sehat, tidur tepat waktu, olahraga setiap minggu, membaca buku setiap hari, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya. Rasanya challenging banget!

Membangun habit memang gak bisa dilakukan dalam semalam saja, tidak seperti ibu peri Cinderella yang dapat melakukan sihir untuk gaun dan sepatu kaca dalam sekejap mata, sebuah penelitian oleh peneliti psikologi, Phillippa Lally dari University College London yang dikutip dari James Clear menyebutkan bahwa dibutuhkan waktu antara 18 hari hingga 254 hari bagi orang untuk membentuk kebiasaan baru.

Nah, berikut ini adalah beberapa metode yang dapat Kawan coba untuk membantu membangun kebiasaan baru.

Metode 21/90 hari untuk membangun kebiasaan dan gaya hidup

Ilustrasi agenda 21 hari yang dibutuhkan untuk membangun kebiasaan baru. | Sumber: Estée Janssens/Unsplash
Ilustrasi agenda 21 hari yang dibutuhkan untuk membangun kebiasaan baru. | Sumber: Estée Janssens/Unsplash

Bukan, ini bukan lagi hitung-hitungan pembagian matematika kok Kawan~ mungkin Kawan pernah mendengar, dibutuhkan 21 hari untuk membangun kebiasaan dan 90 hari untuk membuat gaya hidup baru secara permanen. Mengutip dari Health Line, metode 21 hari ini berasal dari sebuah buku berjudul Psycho Cybernetics yang ditulis oleh Dr. Maxwell Maltz pada tahun 1960.

Jadi Dr. Maxwell Maltz ini merupakan seorang ahli bedah, melalui bukunya dia menyebutkan bahwa pasien-pasiennya membutuhkan waktu hingga 21 hari setelah menjalani operasi plastik untuk terbiasa melihat wajah baru mereka.

Meski begitu, waktu yang dibutuhkan bagi seseorang untuk menerapkan kebiasaan baru memang sangat bervariasi. Dilansir dari Health Line, sebuah studi mengatakan mustahil menerapkan satu bentuk metode untuk membangun berbagai macam bentuk kebiasaan. Kebiasaan tertentu mungkin saja membutuhkan waktu lebih lama untuk terbentuk. Misalnya, banyak orang merasa lebih mudah membangun kebiasaan minum segelas air saat sarapan daripada melakukan sit up sebanyak 50 kali di pagi hari.

Diperlukan 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru

Ilustrasi gaya hidup sehat. | Sumber: Boxed Water Is Better/Unsplash
Ilustrasi gaya hidup sehat. | Sumber: Boxed Water Is Better/Unsplash

Nah, metode ini berasal dari penelitian yang sama oleh Phillippa Lally melalui artikel ilmiah berjudul “Making Health Habitual: The Psychology of ‘Habit-formation’ and General Practice”, rata-rata diperlukan waktu selama 66 hari atau dua bulan untuk membuat kebiasaan baru menjadi otomatis dilakukan.

Merangkum dari Health Line, disebutkan bahwa otak kita menyukai habit karena ini efisien, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu secara terus menerus, nantinya tubuh kita akan menjadi otomatis melakukan hal tersebut. Contohnya, terbiasa menggosok gigi sebagai first step saat akan mandi, kalau kegiatan ini sering dilakukan, tanpa Kawan sadari, tubuh Kawan akan beradaptasi dan menjadi otomatis langsung menggosok gigi sebelum mandi.

Consistency is the key! Apapun metodenya, asal Kawan bersungguh-sungguh dan berkomitmen untuk menerapkan kebiasaan baru tersebut setiap hari, lama-lama nantinya akan terbiasa. Tidak perlu khawatir dan membandingkan progress diri sendiri dengan orang lain. Tidak ada timeline yang salah maupun benar, terlalu panjang atau terlalu singkat. Kalau Kawan memiliki cara dan timeline waktu yang berbeda dengan orang lain, it’s okay! Just keep going. Selamat mencoba, Kawan!

Referensi: Health Line | James Clear | Instagram Menjadi Arketipe | Kompas | Deborah Byrne Psychology Services