Bukan Hanya UI, Ini Deretan Hutan Kampus di Indonesia
Illustrasi hutan kampus di Indonesia | Foto: Pexels

Tidak banyak universitas, baik negeri maupun swasta yang memiliki hutan kampus. Pembangunan kawasan dan infrastruktur di kampus memang tergantung kebutuhan masing-masing universitas. Namun, ada beberapa universitas di Indonesia yang memiliki hutan kampus.

Memiliki hutan di kampus adalah salah satu infrastruktur yang diberikan oleh universitas dalam menunjang pendidikan. Akan tetapi, ini juga menjadi jawaban atas permasalahan pemanasan global yang banyak dibicarakan kini.

Di samping kebutuhan akademik, hutan kampus akan membantu permasalahan lingkungan yang banyak terjadi. Memiliki banyak pohon di sekitar kampus nyatanya dapat menekan polusi hingga memperbaiki kualitas udara.

Selain itu, adanya pohon di sekitar kampus juga memiliki kemampuan mengatur tata air dalam tanah. Fungsi estetika juga menjadi salah satu faktor yang membuat hutan kampus memiliki manfaat lebih. Maka, akan memberikan efek nyaman bagi mahasiswa.

Universitas Indonesia (UI) adalah salah satu kampus yang memiliki hutan, bahkan menjadi hutan kota yang membentang antara Depok dan Jakarta Selatan. Ada beragam vegetasi pohon yang tumbuh, mulai dari jati, meranti, kopi, karet, hingga matoa.

Selain UI, ada beberapa Universitas di Indonesia yang memiliki hutan dengan fungsi dan tujuan yang beragam. Berikut daftar hutan kampus di Indonesia.

1. Hutan Biologi UGM

Hutan kampus di UGM | Foto: Detik

Salah satu kampus yang memiliki hutan adalah UGM. Tahun 1972, hutan biologi UGM adalah sebuah kebun obat. Seiring perkembangan waktu, kebun tersebut berubah menjadi hutan biologi yang bisa dimanfaatkan mahasiswa. Di hutan biologi UGM, terdapat beberapa spesies tanaman yang terancam punah. Di hutan ini juga terdapat beberapa spesies hewan yang hidup baik.

Ada banyak spesies tumbuhan yang hidup di hutan biologi UGM, mulai dari pohon asoka, pohon mundu, pohon nagasari, pohon randu alas, hingga pohon meranti. Selain tanaman, disini juga ada burung jenis lovebird kepala abu yang menjadi ikonik bagi mahasiswa UGM.

Keberadaan hutan biologi UGM sangat bermanfaat bagi pendidikan mahasiswa. Hutan ini banyak dimanfaatkan sebagai laboratorium ekologi dan konservasi. Selain itu, hutan biologi UGM juga sering digunakan untuk penelitian skripsi dan tesis mahasiswa.

2. Arboretum ITB

Arboretum ITB | Foto: Institut Teknologi Bandung

Arboretum ITB adalah ruang terbuka di kawasan ITB Jatinangor. Hadirnya hutan ini merupakan kebutuhan dari Program Studi Rekayasa Kehutanan sekaligus jawaban atas meningkatnya urgensi terhadap kebutuhan kawasan hijau saat ini.

Arboretum ITB ditanami setidaknya 2000 tanaman dari berbagai varietas. Areal ini digunakan sebagai sarana edukasi terintegrasi. Selain itu, huran ini juga menjadi manifestasi dari master plan ITB dalam memenuhi syarat ruang terbuka hijau di kampus.

Arboretum ITB dibuat untuk menjalankan fungsi edukasi, koleksi hingga konservasi. Area ini sendiri menjadi sarana konservasi nuftah, nilai estetika, hingga lahan praktikum bagi prodi Rekayasa Kehutanan.

3. Hutan pendidikan UB Forest

Hutan pendidikan UB Forest | Foto: Ngalam

Hutan pendidikan UB Forest adalah sebuah hutan pendidikan seluas 554 hektare di kawasan lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Tawan Agro, Karangploso, Malang. UB Forest menjadi ruang hutan pendidikan yang berfungsi sebagai laboratorium hidup dan tempat bagi civitas akademika di Universitas Brawijaya untuk melakukan penelitian.

Selain itu, UB Forest memiliki fungsi lain seperti pusat pengembangan agro-forestry dan pertanian tropis, pengembangan eco-tourism, pengembangan hutan produksi, pusat pelatihan, outbond, dan studi alam, hingga pengembangan silvopasture.

Dengan keberadaan UB Forest, diharapkan mampu melahirkan produk-produk yang bersaing di tingkat internasional, serta meningkatkan produktivitas dan penghasilan masyarakat setempat.

4. Taman hutan kampus IPB

Taman hutan kampus IPB | Foto: Detik

IPB juga menjadi salah satu kampus yang akan memiliki hutan kampus. Taman hutan kampus IPB dibangun di area blok Cikabayan, Kampus IPB Dermaga, Bogor. Pembangunan ini diinisiasi oleh Ketua Departemen KSHE Fahutan, Dr. Nyoto Santoso.

Fakultas Kehutanan IPB telah mencanangkan pembangunan dan pengelolaan taman hutan dan kemudian disahkan rektor sejak September 2018. Program ini berawal dari Fahutan menerima mandat dari rektor untuk mengelola Arboretum Taman Hutan Kampus tahun 1995.

Pembangunan taman hutan kampus ini memakan luas sekitar20 hektare yang direncanakan akan selesai dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun pembangunan. Beberapa bangunan yang direncanakan seperti konservasi flora dan fauna hingga galeri konservasi.

Pembangunan taman hutan kampus IPB diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa untuk penelitian atau kebutuhan akademis lain, melainkan juga berguna bagi masyarakat luas sebagai sarana belajar.

Selain kampus-kampus yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa kampus lain yang memiliki hutan kampus. Keberadaan hutan kampus secara umum digunakan untuk fungsi akademis dan penelitian mahasiswa. Dengan adanya hutan kampus, diharapkan mampu berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Referensi: Detik | UB Forest | Detik