Dipicu Sugesti, Kenali Nocebo Efek Samping Vaksin COVID-19
ilustrasi vaksin Covid-19. | Sumber: Steven Cornfield/Unsplash

Vaksinasi menjadi salah satu cara untuk menekan penyebaran virus COVID-19. Berbagai jenis produk vaksin umumnya memiliki beberapa efek samping yang tergolong ringan. Tentu saja, setiap orang mengalami efek samping berbeda. Di antaranya nyeri pada lengan tempat disuntik, sakit kepala, nyeri otot atau nyeri sendi, menggigil, demam, hingga mual dan muntah.

Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukan mayoritas efek samping yang ditimbulkan dari vaksin COVID-19 justru karena dipicu oleh pikiran atau sugesti. Mungkinkah ini yang disebut dengan kekuatan pikiran?

Melalui studi dari para peneliti Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), dua pertiga dari semua efek samping negatif yang dilaporkan, seperti sakit kepala dan kelelahan setelah dosis pertama vaksin COVID-19 dikaitkan dengan efek nocebo.

Efek nocebo menyumbang 76 persen dari semua efek samping yang dilaporkan. Di antara mereka yang menerima dosis vaksin COVID-19 pertama dan hampir 52 persen dari efek samping setelah dosis kedua dilaporkan.

Dilansir dari Newsweek, BIDMC menjelaskan efek nocebo terjadi ketika seseorang mengalami efek samping yang tidak menyenangkan setelah menjalani pengobatan. Efek nocebo merupakan lawan dari efek plasebo.

Efek plasebo berbeda dengan efek nacebo

Pexels/Towfiqu

Berbeda dengan nocebo, efek plasebo memiliki dampak positif pada hasil pengobatan yang diberikan. Efek plasebo merupakan fenomena saat kesehatan seseorang dilaporkan membaik, setelah menerima pengobatan dengan tanpa mengandung zat aktif untuk mempengaruhi kesehatan.

Efek nocebo ini dapat dipicu dengan pikiran atau sugesti yang negatif. Sebab dipicu dari pikiran, banyak faktor yang dapat memicu efek nocebo pada seseorang. Misalnya, kamu terlalu banyak membaca berita bernuansa negatif atau risiko efek samping vaksin. 

Contoh lainnya, ketika kamu sedang periksa ke dokter dan mendapat obat atau suntikan. Seharusnya pengobatan tersebut tidak memberikan efek samping yang terlalu berat untuk ditangani tubuhmu. Namun, ketika dokter memberi tahu risiko negatif atau kemungkinan terburuknya, bisa jadi ini memicu efek nocebo dan berdampak negatif pada pemulihanmu.

Mengedukasi diri memang baik, tetapi perhatikan juga bagaimana kamu mempersepsi informasi-informasi yang masuk ke dalam diri. Bagaimana cara untuk mencegah efek samping nocebo saat vaksin? Dikutip dari CNN Indonesia, penerima vaksin disarankan untuk menghilangkan ketakutan dan yakin bahwa vaksin dapat memberikan dampak positif terhadap tubuh.

Efek nocebo dan efek plasebo menunjukan bagaimana kekuatan pikiran dapat berpengaruh pada kesehatan. Tak hanya itu, efek tersebut juga bisa meningkatkan hasil pengobatan baik positif maupun menjadi negatif.

Jika kamu sedang dalam masa pengobatan atau akan menerima vaksinasi, lebih baik fokus terhadap manfaat positif daripada mengkhawatirkan kemungkinan efek samping negatifnya. Jadi, sebisa mungkin hilangkan perasaan khawatir setelah vaksin agar efek nocebo tidak menghampirimu.

Referensi: Halodoc | CNN Indonesia | The Guardian | Webmd | Kompas | Newsweek | Very Well Mind | Health Line