Dosen vs Teknologi
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Sudah lebih dari dua tahun sistem pembelajaran beralih dari luar jaringan (luring) ke dalam jaringan (daring). Situasi ini adalah suatu perubahan drastis akan penyesuaian terhadap situasi pandemi Covid-19. Lantas bagaimana efektivitas dari peralihan sistem pembelajaran ini?

Sistem pembelajaran daring merupakan pembelajaran tanpa tatap muka yang mana antara pengajar dan siswa hanya dipertemukan melalui jaringan internet, termasuk dalam lingkup universitas sekalipun. Dari perbedaan sistem mengajar ini baik mahasiswa maupun dosen dituntut untuk dapat beradaptasi dengan berbagai inovasi yang ada agar dapat memaksimalkan proses pembelajaran. Beberapa metode yang dilakukan dalam proses pengajaran ini dapat berupa penggunaan grup di media sosial, seperti WhatsApp atau telegram, serta aplikasi zoom atau semacamnya.

Tantangan dalam Adaptasi Kebiasaan Baru di Era New Normal

Namun, pada implementasinya walaupun teknologi dikatakan sudah hadir untuk memfasilitasi, perkuliahan secara daring ini masih memiliki banyak permasalahan. Salah satunya seperti kutipan dari psikolog Universitas Brawijaya, Ari Pratiwi yang menyampaikan bahwa kuliah dari menyebabkan berbagai kecemasan akan faktor akademik, seperti kesulitan mahasiswa dalam memahami materi dari dosen ataupun permasalahan koneksi internet. Namun, permasalahan ini tak hanya ada pada mahasiswa, tetapi juga ada ada dosen yang mana berdasarkan pernyataan dari Dr. Ira Mirawati M. Si, mengenai tantangan dosen dalam proses pengajaran ada pada penggunaan bahasa yang apabila pembelajaran dilaksanakan secara luring biasanya lebih menggunakan bahasa formal, sedangkan ketika pengajaran daring yang bisa lebih ditujukan untuk masyarakat luas, bahasa yang digunakan pun menjadi lebih santai. Selain itu, dalam penyampaian materi pun tidak bisa terlalu panjang jika pembelajaran dilaksanakan secara daring. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang berfokus pada layar berpengaruh pada mata dan konsentrasi mahasiswa.

Implementasi Penggunaan Teknologi

Meskipun penggunaan teknologi masih menjadi suatu hambatan bagi beberapa tenaga pengajar, tetapi suatu perkembangan telah terlihat yang mana para dosen dan tenaga pengajar lainnya mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran yang efektif. Sama halnya dengan Bu Ira yang merupakan dosen sekaligus content creator TikTok dan seorang YouTuber akademis yang memberikan berbagai ilmu pengetahuan melalui platform media sosial. Beliau bahkan sudah memiliki 960,7k followers di TikTok dan 260k subscribers di YouTube.

Eksplore Teknologi dalam Menunjang Proses Pembelajaran

Pemanfaatan media sosial merupakan hal yang menguntungkan untuk saat ini karena masyarakat, terutama anak muda menghabiskan banyak waktunya di sosial media. Selain itu,berlaku juga prinsip media bahwa kita tidak bisa memaksa audiens untuk menggunakan media yang kita gunakan, tetapi kita yang mendekati media yang digunakan oleh target kita.

Pemanfaatan media sosial merupakan hal yang menguntungkan untuk saat ini karena masyarakat, terutama anak muda menghabiskan banyak waktunya di sosial media. Selain itu,berlaku juga prinsip media bahwa kita tidak bisa memaksa audiens untuk menggunakan media yang kita gunakan, tetapi kita yang mendekati media yang digunakan oleh target kita. 

Pemanfaatan media sosial merupakan hal yang menguntungkan untuk saat ini karena masyarakat, terutama anak muda menghabiskan banyak waktunya di sosial media. Selain itu,berlaku juga prinsip media bahwa kita tidak bisa memaksa audiens untuk menggunakan media yang kita gunakan, tetapi kita yang mendekati media yang digunakan oleh target kita.

Selain itu durasi dalam penyampaian materi dalam media sosial pun perlu diperhatikan karena ternyata berdasarkan riset yang dilakukan Bu Ira dan teman-teman, video ajar yang bertahan untuk ditonton remaja hanyalah video dengan durasi 2 menit.

Figur Dosen yang Diharapkan Kehadirannya dalam Berbagai Normal Baru Ini

Dengan berbagai situasi yang telah terjadi saat ini mengenai adaptasi situasi baru, para dosen dan tim pengajar sudah seharusnya mau dan berusaha mengeksplorasi media seperti apa yang bisa mereka gunakan yang dengan efektif dan mudah diakses oleh mahasiswa. Selain itu, tantangan lainnya adalah bagaimana ilmu dapat disampaikan sesederhana mungkin sehingga mudah dicerna. Hal ini disebabkan oleh sistem pembelajaran daring yang memiliki keterbatasan tanpa bisa bertatap muka secara langsung. Sehingga, penyampaian materi secara satu arah pun dituntut untuk langsung dengan mudah dapat tersampaikan dengan baik.

Oleh karena itu, meskipun kini teknologi tengah berkembang dengan baik, jika pemanfaatannya tidak dimaksimalkan kemudahan yang didapatkan pun tidak akan terasa dampaknya, termasuk dalam sistem pembelajaran sekalipun. Sehingga, kita pun tidak bisa hanya mengandalkan teknologi tanpa mempelajarinya dan memanfaatkannya dalam kehidupan.

 

Referensi: Wawancara