Resmi! Elon Musk Beli Twitter Seharga Rp634 Triliun
Elon Musk resmi membeli Twitter | Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Twitter merupakan salah satu media sosial yang banyak seluruh orang dari berbagai belahan dunia gunakan. Media sosial yang identik dengan logo burung dan warna birunya ini inisiasi dari Jack Dorsey, Evan Williams, Christopher “Biz” Stone, dan Noah Glass pada 2006 silam. Baru-baru ini, Twitter mengalami akusisi kepemilikan.

Kabar ini menjadi ramai di dunia maya setelah pada Senin (25/4) lalu Elon Musk resmi membeli Twitter dengan harga USD 44 miliar atau setara dengan Rp634 triliun.

Adapun rencana ini sebenarnya telah Elon Musk ungkapkan sejak 14 April 2022 lalu. Pada waktu itu, Elon Musk berencana membeli Twitter dengan harga USD 54,20 per lembar sahamnya.

Elon Musk Sempat Mendapat Penolakan

Elon Musk resmi membeli Twitter | Foto: News Text Area
Elon Musk resmi membeli Twitter | Foto: News Text Area

Semula, rencana akuisisi ini sempat mengalami penolakan dari Twitter setelah Elon Musk mengumumkan penawarannya secara terbuka. Pada 15 April 2022, Twitter mengadopsi rencana hak pemegang saham.

Rencana tersebut merupakan strategi posion pill untuk menghalangi tawaran yang tidak Twitter inginkan dari Elon Musk karena ingin mengakuisisi kepemilikan Twitter.

Baca juga: Intip Tradisi Unik Perayaan Hari Raya Idulfitri dari Berbagai Negara

Twitter kembali mengubah sikap ketika Elon Musk mengungkapkan rencana pendanaan bersama 12 bank dengan Morgan Stanley sebagai pemimpin. Beberapa waktu setelahnya, Elon Musk mengadakan pertemuan bersama dengan para eksekutif dari Twitter.

Melalui pernyataannya pada akun Twitter, Elon Musk menyampaikan kebebasan berbicara adalah pondasi fungsi demokrasi. Twitter adalah pusat kota digital, hal-hal penting bagi masa depan umat manusia di sini menjadi perdebatan.

Dalam pernyataannya tersebut, ia juga menyampaikan ingin membuat Twitter menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Ia menjanjikan fitur-fitur baru, membuat algoritma open source, mengalahkan bot spam dan mengautentifikasi semua manusia.

Menurutnya, Twitter memiliki potensi yang luar biasa. Ia berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan dan komunitas para pengguna untuk membuka potensi-potensi baru tersebut. Melalui kabar ini, Elon Musk berhasil membuat saham Twitter naik 6 persen ke angka sekitar 51,84 dollar AS atau sekitar Rp747.900.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Inilah 4 Perusahaan Dunia yang Miliki Kebijakan Eco Friendly

Sejarah Singkat Twitter

Twitter | Foto: Jeremy Bezanger/Unsplash
Twitter | Foto: Jeremy Bezanger/Unsplash

Merangkum penjelasan oleh kompas.com, meski baru meluncur pada Juli 2006, proses pengerjaan Twitter telah mulai sejak 21 Maret 2006. Sebelum publik mengenalnya, awalnya Twitter merupakan layanan internal yang karyawan Odeo gunakan.

Odeo sendiri merupakan sebuah perusahaan podcast (siniar) besutan Noah Glass dan Evan Williams. Namun, nasib Odeo tidak berjalan mulus saat Apple mengumumkan platform podcast untuk iPod pada 2005.

Baca juga: Takut Lowbat Saat Mudik? Simak Tips Hemat Baterai Smartphone

Singkat cerita, dari sana kemudian ide membuat Twitter berkembang. Kata Twitter sendiri terpilih karena memiliki definisi ledakan singkat informasi yang tidak penting dan kicauan burung.

Popularitas Twitter kian melesat setiap tahunnya. Hingga kini menurut catatan Digital 2022, Global Overview Report yang rilis oleh kolaborasi antara We Are Social dan Hootsuite per Januari 2022 lalu, Twitter menduduki peringkat ketujuh sebagai platform media sosia terfavorit.

Namun, menurut Similiarweb Ranking, Twitter berada di peringkat ke-4 sebagai situs yang paling sering masyarakat dunia kunjungi dan juga menduduki peringkat ke-9 menurut Semrush Ranking.

Referensi: Kompas | CNN Indonesia | Data Reportal