Kecanggihan Teknologi Eyeborg, Hasil Pengembangan Neil Harbisson
Ilustrasi teknologi eyeborg, teknologi canggih kini buat warna bisa didengar | Foto: Fortune Greece

Goodmates, pernahkah kamu menonton film bergenre fiksi ilmiah yang menampilkan tokoh manusia setengah robot? Ternyata, tokoh yang memiliki karakter ini memiliki istilah cyborg.

Cyborg sendiri merupakan sebuah akronim dari cybernetic organism. Istilah cyborg merupakan manusia yang memiliki bagian tubuh organik dan biomekatronik atau robot.

Perkembangan zaman juga memberi pengaruh pada kemajuan teknologi yang semakin canggih. Kini, hampir seluruh aspek kehidupan memiliki bantuan teknologi di dalamnya. Hal ini juga mengantarkan pada penemuan-penemuan baru di bidang teknologi.

Salah satunya, berkat kemajuan teknologi yang semakin canggih, kini hadir manusia cyborg pertama di dunia yang memiliki antena di kepalanya. Mari berkenalan dengan Neil Harbisson dan sebuah antena di kepalanya yang membantu ia mengenali warna.

Manusia Cyborg Pertama di Dunia

teknologi eyeborg, antena yang digunakan oleh Neil Habisson | Foto: amylee.fr
Teknologi eyeborg, antena di kepala Neil Habisson | Foto: amylee.fr

Neil Harbisson adalah seorang pria asal Inggris. Ia menjadi manusia pertama di dunia yang memiliki komponen berupa antena di atas kepalanya. Menurut liputan6, antena ini telah menyatu dan tertanam dalam tubuh Neil Harbisson sejak 2004.

Antena ini membantu Neil Harbisson untuk mengenali berbagai macam jenis warna di sekitarnya. Ya, Neil Harbisson terlahir dengan achromatopsia, kondisi saat pengidapnya mengalami buta warna total.

Baca juga: Unik! Google Punya Fitur Baru Khusus Ramadan

Semua yang Neil Harbisson lihat berwarna abu-abu, putih, dan hitam. Namun, hidupnya kemudian terasa mulai berbeda ketika ia mengenal sebuah alat bernama cyborg antena atau eyeborg. Sebuah perangkat yang bisa membantunya mengenai warna-warna di sekelilingnya.

Teknologi ini ia kembangkan bersama Adam Montandon, seorang pakar komputer dari Dartington College of Arts. Alat berbentuk antena ini memanfaatkan gelombang elektronik yang berguna untuk menangkap frekuensi warna.

Pada sisi luar eyeborg, tersedia kamera dan audio input. Di dalam eyeborg, terpasang sebuah chip yang tersambung dengan wifi. Wifi ini berguna untuk memberitahu Neil Harbisson mengenai warna dari gambar yang telah kamera ambil, serta getaran input audio berikan.

Frekuensi yang ada kemudian terproses menjadi sebuah getaran suara agar bisa Neil Harbisson dengar. Melalui suara ini, ia bisa mengetahui warna apa saja yang berada di depannya. Antena tersebut mampu berfungsi untuk menerjemahkan warna ke dalam 360 gelombang bunyi yang berbeda.

Baca juga: Simak Tips Traveling Anti Ribet Selama Bulan Ramadan

Awal Pembuatan Eyeborg

Neil Harbisson dengan eyeborg | Foto: Herox

Mengutip kumparan, Neil Harbisson membutuhkan waktu kurang lebih selama 5 minggu untuk bisa beradaptasi menggunakan eyeborg. Awalnya, ia juga merasa pusing saat mendengarkan banyak jumlah bunyi yang menunjukkan warna yang berbeda. Ia pun membutuhkan waktu selama 5 bulan untuk mampu mengidentifikasi jenis bunyi tertentu menandakan warna tertentu pula.

Awalnya, teknologi ini terdiri dari sebuah antena yang terpasang pada sebuah komputer dengan berat 5 kilogram serta sepasang headphones. Selanjutnya, eyeborg terus melalui perkembangan agar tidak terlalu memakan tempat.

Berat komputer kemudian mendapat penurunan menjadi satu kilogram saja dan mencoba ia kaitkan di dalam pakaian. Lalu, ukuran software komputer terbuat lebih kecil lagi menjadi sebuah chip yang tertanam di bawah kulitnya. Tahapan terakhir adalah menanamkan antena ke dalam tempurung kepalanya.

Baca juga: Kenali Fungsi Downvote, Fitur Pengembangan Terbaru Twitter

Neil Harbisson mengaku sempat kesulitan mencari dokter yang bersedia membantunya untuk melakukan operasi. Proses penyatuan antara antena dengan tempurung kepala ini memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Menariknya, setelah menggunakan eyeborg selain bisa membedakan warna merah, biru, hijau dan warna lainnya, Neil Harbisson juga mampu mendeteksi warna-warna yang tidak bisa mata manusia normal lihat, yakni infrared dan ultraviolet.

Penasaran bagaimana warna kuning atau ungu muda berbunyi? Warna pink, kuning, atau biru memiliki nada seperti C-mayor. Adapun warna biru-hijau, ungu muda, oranye, dan lainnya memiliki nada seperti B-minor. Warna apalagi yang bikin kamu penasaran dengan bunyinya, Goodmates?

Referensi: Kumparan | Liputan 6 | Suara