Fakta Animal Communicator, Profesi Unik yang Sedang Populer
Ilustrasi Animal Communicator Photo by Brandon Hoogenboonm on Unsplash

#FutureSkillsGNFI

Pernahkah kamu berangan-angan bisa berbicara dengan hewan kesayanganmu? Pernahkah kamu merasa penasaran dengan perasaan mereka saat ditinggal pergi atau saat mendapatkan makanan kesukaannya?

Ternyata semua itu bukan lagi angan-angan. Beberapa waktu terakhir, profesi animal communicator sedang ramai diperbincangkan di dunia maya karena profesi ini memungkinkan seseorang untuk dapat mengetahui isi hati dan pikiran hewan peliharaannya. Meskipun terkesan aneh, namun  tawaran jasa animal communicator ini rupanya cukup banyak diminati di Indonesia.

Animal communicator cukup populer di luar negeri. Adalah Penelope Smith yang pertama kali memperkenalkan profesi ini pada tahun 1980-an. Nah, berikut kami sajikan fakta-fakta tentang profesi animal communicator.

TIDAK SAMA DENGAN DOKTER HEWAN DAN PAWANG HEWAN

Photo on Unsplash

Dilansir dari CNN Indonesia, Jasmine Jawie, seorang animal communicator, mengungkapkan profesi ini tidak sama dengan dokter hewan ataupun pawang hewan. Hal ini karena animal communicator lebih bersifat menjembatani komunikasi antara hewan dengan pemiliknya. Sedangkan dokter hewan mengobati hewan secara medis dan pawang hewan bertugas mengatur perilaku hewan agar tidak membahayakan manusia.

Jasmine menuturkan, animal communicator hampir mirip dengan psikolog. Seorang praktisi animal communicator bertugas untuk membantu hewan dalam melepaskan rasa stresnya. Profesi ini dapat menjadi pelengkap dalam memberikan saran kepada pemilik hewan lewat perspektif yang berbeda.

 

BISA DIPELAJARI OLEH  SEMUA ORANG

Photo on Unsplash

Karena profesi animal communicator masih tergolong langka di Indonesia, beberapa orang masih merasa enggan untuk merogoh kocek demi membayar jasa ini. Harga yang harus dibayarkan untuk menggunakan jasa animal communicator ini berkisar puluhan hingga ratusan ribu.  

Kabar baiknya, keterampilan animal communication ternyata dapat dipelajari oleh semua orang, loh. Kemampuan ini didapatkan dengan mengasah ketajaman intuisi kita secara konsisten lewat meditasi.  Saat ini di media sosial, telah banyak kursus dan workshop gratis maupun berbayar yang menawarkan pelatihan animal communication.

Pada umumnya, manusia memiliki kemampuan dasar memahami perilaku hewan peliharaannya. Misalnya, saat si hewan lapar atau merasa takut biasanya pemilik hewan menyadari perubahan perilaku hewannya. Hal ini juga bisa disebut sebagai intuitive animal communication.

Kemampuan komunikasi ini tidak bergantung pada ungkapan kata, namun lebih mengandalkan intuisi dan telepati. Keduanya dapat melihat bagaimana pikiran seseorang atau makhluk lain, merasakan perasaan mereka, atau berkomunikasi dengan mereka secara non verbal, yakni tanpa menggunakan kata-kata. 

 

MASIH BANYAK MENDAPAT PRO DAN KONTRA

Photo on Unsplash

Kemunculan profesi animal communicator di Indonesia mendapat berbagai sambutan di masyarakat. Meskipun telah banyak yang mengaku puas dengan jasanya, tidak sedikit pula yang masih meragukan profesi ini. Secara ilmiah, animal communication dapat digolongkan sebagai pseudosains, yaitu pengetahuan atau praktik yang dianggap ilmiah namun sesungguhnya tidak mengikuti metode ilmiah.

Hal ini karena animal communication hanya mengandalkan intuisi dan telepati untuk berkomunikasi dengan hewan, sehingga tidak dapat dibuktikan secara saintifik. Ada juga yang menganggap kemampuan animal communicator hanya sebatas mencocokkan kondisi hewan dengan foto atau mendengarkan cerita dari pemilik sebelumnya. Sebagian lagi berpendapat bahwa apa yang dikatakan oleh animal communicator hanya merupakan hal-hal umum yang memang sudah beredar di internet.

Meski masih diragukan keabsahannya, banyak orang-orang yang menyatakan kepuasan mereka dalam menggunakan jasa animal communicator ini. Mayoritas dari mereka menggunakan jasa animal communicator untuk mencari hewan peliharaannya yang hilang, atau mengalami perubahan perilaku.

Terlepas dari perdebatannya, apakah kamu tertarik menggunakan jasa animal communicator? Atau bahkan tertarik mempelajarinya mulai sekarang?

 

Referensi: Tirto.id – CNN Indonesia