Fakta Unik Budikdamber, Hobi Unik dan Produktif Masa Kini
Budikdamber | Foto: Dokumentasi Pribadi

#FutureSkillsGNFI

GoodMates, apakah hobimu dapat menghasilkan banyak keuntungan? atau tanpa kamu sadari, hobi yang sedang kamu gemari saat ini dapat memenuhi kebutuhan panganmu? Ya, ternyata ada lho hobi unik tersebut, namanya adalah Budikdamber.

Budikdamber merupakan singkatan dari istilah Budidaya Ikan Dalam Ember (Fish Culture in a "Budikdamber" Bucket). Istilah ini populer di sosial media pada akhir 2020 lalu, saat pandemi Covid-19 sedang merangkak naik di Indonesia dan mewajibkan masyarakat untuk berkegiatan di rumah saja.

Kira-kira apa saja ya fakta unik dari hobi yang satu ini? Yuk, kita simak bersama!

1. Termasuk Salah Satu Penerapan Urban Farming Concept

Budikdamber di Pekarangan Rumah | Foto: Dokumentasi Pribadi

Budikdamber merupakan teknik budidaya yang memadupadankan bidang perikanan dan pertanian secara bersamaan. Singkatnya, teknik budidaya ini menggabungkan cara budidaya ikan bersamaan dengan cara bercocok tanam dalam satu wadah yang sama dan memanfaatkan lahan yang terbatas di sekitar pekarangan rumah.

Uniknya, teknik ini termasuk ke dalam penerapan urban farming concept, yaitu suatu bentuk kegiatan dalam bidang pertanian (holtikultura) yang mengusung konsep pemanfaatan ruang terbuka bebas (pada lahan terbatas) diubah menjadi area hijau untuk menghasilkan produk-produk hasil pertanian dan hasilnya dapat diolah untuk kebutuhan pribadi atau didistribusikan kepada orang lain, tetapi sedikit berbeda dengan teknik bercocok tanam pada umumnya, urban farming concept ini menekankan pada pemanfaatan lahan terbatas dan penerapannya dalam wilayah perkotaan, seperti pada area pemukiman padat penduduk dan wilayah perkantoran.

Melansir dari mcp-indonesia.com, urban farming concept ini merujuk bukan hanya pada bidang pertanian saja, melainkan juga dalam lingkup peternakan (budidaya) secara mandiri.

2. Berawal Dari Percobaan, Berlanjut Menjadi Penelitian

Man in lab doing experiments | Foto: Freepik

Melansir dari laman Kompas.com, Budikdamber merupakan hasil temuan dari salah satu dosen program studi Budidaya Perikanan, Politeknik Negeri Lampung, yaitu Juli Nursandi. Juli mengatakan bahwa hasil temuannya ini berawal dari sebuah percobaan pada 2015, lalu berlanjut menjadi sebuah penelitian ilmiah pada 2016. Lalu, dalam proses penelitian itulah tercetus istilah Budikdamber dalam menyebut teknik budidaya ini.

Dalam penelitiannya, Juli menjelaskan mengenai desain dan sistem budidaya, uji kinerja budidaya ikan, sampai dengan kemungkinan hasil panen, baik dari segi jumlah ikan yang didapatkan hingga rentang waktu penyebaran bibit tanaman dan benih ikan dapat dilakukan kembali.

Akan tetapi, Juli menegaskan bahwa penelitiannya ini masih perlu diteliti lebih lanjut terutama dalam hal desain wadah dari budidaya ikan itu sendiri agar dapat meminimalisasi kematian pada benih ikan ataupun bibit tanaman yang dijadikan bahan budidaya.

3. Tidak Semua Ikan Dapat Dibudidaya

Dalam kolam Budikdamber | Foto: Dokumentasi Pribadi

Tidak semua ikan dapat dibudidaya, hanya ikan yang dapat bertahan hidup di dalam lingkungan air berkadar oksigen rendah saja yang dapat dibudidaya dalam teknik Budikdamber ini, seperti ikan lele, ikan patin, ikan gabus, ikan gurame, dan ikan sepat. Dalam penelitiannya, benih ikan mampu bertahan hidup pada kandungan DO (oksigen terlarut) sebesar 2-6 mg/L.

Dikutip dari Seminar Prosiding Nasional Polinela.ac.id, Juli menjelaskan dalam penelitiannya bahwa benih ikan yang dapat dimasukkan ke dalam ember (60 L) adalah benih ikan berukuran 5-7 cm dan 11-13 cm sebanyak 60 ekor.

4. Bukan Hanya Kangkung, Jenis Tanaman Ini Dapat Dijadikan Bibit Tumbuh Dalam Teknik Budikdamber

Bibit Selada Hijau | Foto: Dokumentasi Pribadi

Dalam penelitiannya, Juli menggunakan kangkung sebagai bibit tanaman yang akan diletakkan dalam aqua-pot berisikan arang dan kapas sebagai media tanam.

Akan tetapi, dalam beberapa eksperimen yang telah dilakukan oleh banyak orang, ada beberapa jenis tanaman yang dapat dijadikan bibit tumbuh dalam teknik Budikdamber ini, seperti bibit bayam merah, bayam hijau, sawi hijau, selada merah, selada hijau, sawi pagoda, dan pakcoy.

5. Dapat Dijadikan Hobi Sekaligus Ladang Mencari Nafkah

Entrepreneur profite | Foto: Pixabay

Selain menjadi hobi unik yang populer masa kini, Budikdamber juga dapat menjadi ladang untuk mencari nafkah bagi para peminatnya dengan cara menjual hasil budidaya, baik dari hasil panen ikan lele ataupun kangkung setiap bulannya.

Tetapi, perlu dipastikan juga sebelum kamu menjual hasil panen tersebut, kebutuhan panganmu setiap harinya telah terpenuhi, ya, GoodMates!

Referensi: MCP Indonesia | Kompas | Seminar Prosiding Nasional Polinela.ac.id

Muhamad Irwan
Mahasiswa

Stay Foolish, Stay Hungry!