Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Fenomena Crazy Rich Palsu
Ilustrasi crazy rich | Foto: Ron Lach/Pexels

Crazy rich adalah sebutan untuk seseorang dengan kekayaan fantastis. Belakangan ini, fenomena crazy rich tengah ramai di Indonesia bahkan dunia, karena ada beberapa orang yang mengaku menyandang status tersebut tapi ternyata penipu.

Dalam industri hiburan global, fenomena crazy rich tenar lewat dua tontonan Netflix berjudul "The Tinder Swindler" dan "Inventing Anna". Keduanya mengangkat isu yang sama, yaitu pelaku penipuan yang mengaku memiliki banyak kekayaan.

Hampir senada dengan serial Netflix, di Indonesia juga tengah ramai pembicaraan mengenai para affiliator beberapa aplikasi trading ilegal. Awalnya, mereka sering memperlihatkan hidup mewah hingga kini harus berada di balik penjara karena terbukti melakukan penipuan.

Maraknya fenomena crazy rich palsu tersebut, GoodSide ingin membagikan beberapa hal yang bisa kita pelajari. Tujuannya agar kita bisa jadi lebih bijak dalam melakukan aktivitas sosial dan ekonomi di era ini.

Bahaya Crazy Rich Flexing

Indra Kenz dan aset mewahnya yang kini jadi barang sitaan | Foto: Sonora.id

Hampir di semua kasus penipuan berkedok crazy rich, pelaku melakukan sebuah metode yang kini terkenal dengan istilah crazy rich flexing atau pamer kekayaan. Para affiliator trading ilegal seperti Indra Kenz, ia terkenal sering memposting aset dan gaya hidup mewahnya di media sosial.

Baca juga: Segera Gelar Konser di Indonesia, Justin Bieber Bagikan Makna Album "Justice"

Persona anak muda yang sukses dan kaya menarik perhatian banyak warganet. Berkat hal itu, tak jarang warganet yang bertanya terkait kiat-kiat apa yang ia jalani hingga bisa menikmati kekayaan. Dari pertanyaan itulah, pelaku dapat memperkenalkan “produknya” berupa aplikasi trading ilegal.

Untuk itu, kita perlu lebih bijak dalam mengonsumsi konten-konten yang ada di media sosial beserta platform lain di internet. Ketahuilah bahwa segala konten yang kita temukan bisa saja palsu dan bertujuan untuk menipu. Biasakan untuk mengecek sebuah informasi dengan teliti sebelum melakukan transaksi atau kegiatan di dunia maya.

Pentingnya Literasi Finansial

Rich Dad Poor Dad, salah satu buku finansial populer | Foto: Ladders

Melansir dari Simulasi Kredit, literasi finansial (keuangan) adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai macam keterampilan finansial. Mulai dari budgeting dan investasi sehingga kita tidak mudah jadi korban penipuan.

Mengingat maraknya penipuan tentang keuangan di internet seperti crazy rich palsu, literasi finansial adalah hal yang harus kita pahami sebagai generasi muda. Sayangnya, data menunjukkan bahwa tingkat literasi finansial di kalangan anak muda Indonesia masih tergolong rendah sehingga masih rentan terhadap penipuan.

Baca juga: Usai Tur, Harry Styles Konfirmasi Rilis Album Baru

Maka, sudah saatnya bagi kita untuk meningkatkan pengetahuan tentang keuangan melalui literasi. Beberapa contoh kegiatan yang bisa kita lakukan adalah mempelajari pengelolaan keuangan yang baik, membaca buku finansial (Misalnya "Rich Dad Poor Dad" dan "Psychology of Money"), serta melakukan perencanaan keuangan dengan lebih tertata.

Jangan khawatir, saat ini ada banyak konten yang akan membantu Goodmates dalam meningkatkan literasi finansial. Kamu bisa mengaksesnya di YouTube, podcast Spotify, maupun platform lainnya.

Tidak Ada Kesuksesan Instan

Ilustrasi kerja keras untuk meraih kesuksesan | Foto: Chevanon Photography/Pexels

Beberapa tontonan baik di televisi nasional maupun konten media sosial, sering menampilkan proses menjadi kaya raya yang berlangsung cepat pada kehidupan seseorang. Akibatnya, banyak orang yang tergiur akan hal ini sehingga rentan menjadi korban penipuan.

Tak heran, pelaku penipuan memang sering mengimingi calon korban dengan kesuksesan yang bisa datang dengan cepat tanpa banyak pengorbanan. Istilah yang populer untuk menggambarkannya adalah low risk dan high return (resiko rendah, hasil tinggi).

Baca juga: Resep Makanan Simple Ala TikTok untuk Anak Kos

Ilusi yang keliru tersebut perlu berubah. Bermimpi menjadi kaya di usia muda sah-sah saja, tetapi harus ada keyakinan bahwa setiap kesuksesan memerlukan proses dan pengorbanan. Goodmates patut waspada jika menemukan skema kegiatan finansial yang menjanjikan profit besar dengan sedikit pengorbanan.

Itulah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari fenomena crazy rich palsu yang tengah marak di tengah masyarakat. Semoga kita semua bisa jadi lebih bijak dan bersemangat untuk meraih kesuksesan dengan cara yang tepat.

Referensi: Voi | QM Financial | Money+