Filateli, Hobi yang Kini Hampir Tidak Terdengar Lagi Rimbanya
Mengoleksi prangko (filateli) | Foto: Ali Bakhtiari/Unsplash.com

Harus diakui kalau aktivitas mengoleksi prangko, yaitu filateli bukan lagi menjadi hobi yang digemari banyak orang. Di zaman sekarang, prangko bisa dibilang jarang dipakai lagi untuk mengirim surat.

Kegiatan mengumpulkan prangko kini tidak lagi mendapat perhatian. Namun, jangan salah, hobi yang satu ini ternyata mempunyai prestise yang tinggi, lo. Bahkan, tidak sedikit ratu dunia yang menjadikan filateli sebagai hobi mereka.

Wah, kelihatannya menarik sekali, ya? Kalau begitu, mari kita bersama-sama kita mengulik lebih dalam terkait hobi unik mengumpulkan prangko alias filateli.

Mengenal filateli lebih dekat

Ilustrasi filateli | Foto: Pixabay

Kata filateli sejatinya berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘philllo’ yang artinya ketertarikan dan ‘ateleia’ yang berarti bebas pajak. Maksud dari ‘bebas pajak’ di sini adalah prangko berperan sebagai surat yang tidak perlu dibayar sewaktu pengiriman.

Pada dasarnya, filateli merupakan ilmu yang mempelajari perangko dan sejarah pos. Istilah ini juga menggambarkan kegiatan atau hobi koleksi, apresiasi, serta penelitian terhadap prangko maupun produk filateli lainnya. Adapun filatelis merupakan sebutan bagi orang yang melakukan kegiatan filateli.

Prangko sendiri merupakan sebuah kertas kecil bergambar dengan bentuk persegi yang biasanya ditempel pada sudut kanan atas amplop surat. Sebetulnya, benda ini dipakai sebagai ongkos pengiriman surat kita kepada alamat yang dituju.

Ada banyak sekali jenis prangko yang dicetak dan diedarkan di seluruh dunia dengan gambar yang unik dan beragam. Contohnya, gambar tokoh terkenal, bangunan bersejarah, rumah adat, hingga flora fauna khas suatu daerah. Keunikan inilah yang menjadi alasan kenapa orang suka dengan kegiatan filateli.

Bukan sekadar koleksi prangko

Melalui filateli, prangko bukan sekadar menjadi barang antik yang dikoleksi. Lebih dari itu, prangko juga berperan sebagai alat perekam sejarah. Disadari atau tidak, sebuah prangko dapat merekam sejarah peradaban manusia, mengingat setiap prangko hadir sesuai momennya masing-masing.

Selain itu, prangko yang dikoleksi juga bisa menjadi alat pembelajaran. Paling sederhana, yaitu belajar dari desain prangko. Prangko flora fauna yang pernah diterbitkan Indonesia misalnya, hampir semuanya dilengkapi dengan nama ilmiah atau Latin. Dengan begitu, orang-orang pun bisa belajar hal baru hanya dengan melihat gambarnya.

Mencintai prangko berati mencintai sejarah dan pembelajaran. Hal inilah yang menjadikan filateli bukan cuma sekadar hobi mengoleksi barang, melainkan juga mempelajari lebih dalam mengenai koleksi yang dimiliki. Maka dari itu, tidak heran jika dibilang bahwa kita dapat memperluas wawasan lewat hobi filateli.

Intinya, nilai yang dimiliki perangko sebagai bagian dari kegiatan filateli tidak cuma tentang biaya pengiriman surat saja. Namun, perlu dipahami sebagai sarana pendidikan, informasi publik, dan juga sebagai investasi yang baik.

Bisa menjadi investasi yang menghasilkan cuan

Ilustrasi menghasilkan cuan | Foto: Jp Valery/Unsplash.com

Tidak banyak orang yang tahu bahwa mempunyai hobi filateli atau mengumpulkan prangko dapat menjadi investasi yang menjanjikan alias berpotensi besar mendatangkan keuntungan. Mengingat, sebuah perangko bisa mempunyai harga yang fantastis, mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah.

Sebagai benda dengan nilai sejarah yang tinggi, prangko sering kali diburu oleh kolektor benda antik dari berbagai penjuru dunia. Mereka-mereka inilah yang tidak sungkan untuk merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkannya.

Meskipun begitu, meraup cuan dari sebuah prangko tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seorang filatelis yang mau berbisnis dengan benda-benda pos semacam ini mesti pintar dalam menawarkan dan mempromosikan prangko jualannya.

Terdapat berbagai hal yang menjadi daya tarik bagi seorang kolektor untuk mengumpulkan prangko. Salah satu yang meningkatkan nilai jual dari benda filateli adalah keunikan dan kelangkaan, sekaligus cerita di balik pembuatannya. Semakin unik dan langka atau bahkan tua, jelas akan semakin mahal.

Nah, itu dia informasi mengenai filateli, hobi unik yang kini sudah jarang terdengar. Terlepas dari itu, menarik sekali, bukan dapat mengoleksi prangko-prangko yang sarat akan nilai historis?

Referensi: Kompas | Viva.co.id | Grid.ID