Fitur Baru Twitter, Ingatkan Pengguna Agar Lebih Bijak Bermedia Sosial
Fitur Twitter ingatkan pengguna lebih bijak bermedia sosial. | Sumber: Twitter @ThrGrimm

Seperti dua sisi mata koin, media sosial juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Media sosial mungkin dapat menjadi salah satu medium seseorang mendapatkan informasi, saling bertukar kabar, menyampaikan opininya atau juga sebagai hiburan saja. Di sisi yang lain, media sosial juga berpotensi menjadi salah satu sarana konflik dapat terjadi.

Sistemnya yang berjalan secara daring, membuat seseorang bisa menjadi siapa saja di media sosial. Nama aslinya bisa jadi Mawar, tetapi di media sosial ia berganti nama menjadi Awan. Tak jarang, karena kemudahannya yang tinggal ketik langsung kirim, membuat beberapa pengguna kurang bijak menggunakan media sosial. Misalnya, mudah meninggalkan hate comment di unggahan tertentu.

Baru-baru ini pada Rabu (4/1) lalu, akun dengan nama @arman_dhani di Twitter mengunggah sebuah foto yang menampilkan fitur dari Twitter dengan tulisan “Some conversations can get heavy. Don’t forget the human behind the screen.”.

Fitur ini menurut Arman Dhani, mengingatkan para pengguna untuk menyadari setiap tindakan memiliki konsekuensi. Sebelum membalas unggahan atau berkomentar, kita harus mengingat kembali di balik akun tersebut terdapat orang sungguhan dengan perasaan yang nyata. Bisa jadi komentar milik kita dapat menyakiti perasaannya.

Melansir dari Know Your Meme, fitur ini ternyata telah ada sejak tahun 2021 lalu. Varian lain dari reminder ini adalah “Heads up. Conversations like this can be intense. Don’t forget the human behind the screen”. Twitter mengumumkan peringatan ini mulai ada sejak 6 Oktober 2021.

Melalui akun Twitter resmi miliknya, Twitter ingin mewujudkan percakapan yang lebih sehat dan lebih baik lagi. Fitur ini akan muncul terutama pada cuitan-cuitan yang berpotensi menyebabkan kemarahan atau perdebatan.

Peringatan ini akan tersemat di cuitan tersebut dengan harapan dapat mencegah pengguna untuk menyerang orang yang mengunggah kiriman tersebut, baik melalui kolom komentar maupun fitur keterlibatan lainnya.

Cuitan milik Arman Dhani tersebut mendapatkan respon positif dari pengguna lainnya. Beberapa bahkan memberi balasan terdapat fitur yang memiliki tujuan serupa di media sosial Instagram.

Selain Twitter, Instagram juga ingatkan pengguna bijak bermedia sosial

Fitur Instagram ajak pengguna lebih bijak bermedia sosial. | Sumber: Instagram
Fitur Instagram ajak pengguna lebih bijak bermedia sosial. | Sumber: Instagram

Melansir dari situs resmi Instagram, pada Agustus 2021 lalu Instagram merilis serangkaian fitur baru untuk menciptakan Instagram sebagai tempat yang aman. Di antaranya pengguna dapat membatasi komentar dan permintaan pesan yang masuk.

Terdapat peringatan yang akan muncul sebelum seseorang dapat berkomentar bila isi komentar dinilai berpotensi menyinggung. Fitur hidden words yang memungkinkan pengguna memfilter permintaan pesan yang kasar.

Fitur peringatan ini akan memberi tahu pengguna bahwa komentarnya mungkin melanggar Community Guidelines milik Instagram, salah satunya mengandung rasisme. Komentar ini juga mungkin akan disembunyikan dari pengguna lainnya bila tetap dikirim. Akun milik pengguna tersebut akan dihapus jika terus-terusan melanggar peraturan milik Instagram.

Kabar baiknya, peringatan ini mampu mencegah orang mengirim sesuatu yang menyakitkan. Setelah ada peringatan ini, sebanyak 50 persen dari komentar-komentar tersebut diedit atau dihapus oleh pengguna.

Bijaklah dalam bermedia sosial ya Goodmates. Menyampaikan pendapat boleh, tetapi jangan lupa ada manusia asli yang memiliki perasaan di balik akun tersebut. Mengetik komentarnya boleh jadi tak sampai lima menit, tetapi dampak yang ditimbulkan bisa membuat penerima komentar akan mengingatnya hingga bertahun-tahun lamanya.

Referensi: Twitter | Instagram | Know Your Meme