FOMO, Ketika Sosial Media Jadi Ajang Lomba Update Informasi
Ilustrasi | Foto: Pinterest

#FutureSkillsGNFI

Apa Itu FOMO?

FOMO atau Fear of Missing Out secara umum dapat dipahami sebagai perasaan cemas karena kehilangan pengalaman berharga dari orang lain. Kini, FOMO lebih sering dimaknai sebagai ketakutan jika ketertinggalan informasi yang terkini di internet, khususnya media sosial.

Apa Kaitan FOMO dengan Media Sosial?

Media sosial kini banyak digunakan sebagai ajang untuk menunjukkan eksistensi, kemampuan, ataupun gaya hidup seseorang. Tidak sedikit pengguna media sosial yang berusaha untuk menunjukkan bahwa kehidupannya sempurna, meskipun kenyataannya tidak demikian. Hal ini dapat membuat sebagian orang membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain yang terlihat luar biasa.

Seseorang yang mengalami FOMO akan merasa tertinggal atau memiliki derajat sosial lebih rendah daripada orang lain. Perasaan ini sering kali menimbulkan kecemasan yang berlebihan terhadap kehidupannya.

Perilaku FOMO juga bisa membuat seseorang merasa tidak berdaya saat tidak memegang gadget. Ia merasa sangat resah apabila tidak terhubung dengan akun media sosialnya, walau hanya sebentar.

FOMO banyak dialami oleh kalangan remaja. Hal tersebut dikarenakan remaja adalah kalangan yang paling sering bersinggungan dengan sosial media, apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang. Kecenderungan FOMO pada remaja ini diketahui berkaitan dengan kecanduan akan media sosial.

Apa Dampak dari FOMO?

  1. Menimbulkan Perasaan Negatif

Berbagai riset menyebutkan bahwa orang yang terlalu sering melihat postingan foto atau video liburan orang lain akan merasa kurang nyaman dan lebih mudah merasa kesepian. survei lain juga menunjukkan sekitar 60% remaja akan merasa khawatir ketika mengetahui temannya bersenang – senang.

  1. Meningkatkan Risiko Masalah Psikologis

Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah stres dan terobsesi untuk mempertahankan harga diri mereka di media sosial. Jika tidak digunakan dengan bijak, bukan hanya membuat seseorang mengalami FOMO, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya gangguan mental.

  1. Menurunkan Rasa Percaya Diri

Unggahan orang lain di media sosial dapat membuat seseorang membandingkan diri sehingga dapat membuat menjadi tidak percaya diri karena merasa hidup mereka lebih sempurna. Hal ini dapat menyebabkanmu rentan mengalami stres.

  1. Mengganggu Produktivitas

Seseorang yang sudah mengalami FOMO akan menjadi lupa diri dan seakan – akan memiliki dunia sendiri karena selalu fokus pada ponsel dimanapun dan kapanpun. Hal ini dapat membuat sesorang merasa sulit berkonsentrasi saat melakukan aktivitas sehingga produktivitasnya menurun.

Tips Mencegah FOMO

  1. Batasi Mengakses Media Sosial

Meskipun FOMO bukan hanya tentang sosial media, tetapi peran media sosial cukup besar dalam membuat seseorang menjadi FOMO. Dengan membatasi penggunaan sosial media, kamu tidak perlu mlihat hal – hal yang kurang penting. Pembatasan penggunaan sosial media dapat dilakukan dengan membuat jadwal atau menentukan batas waktu untuk mengecek media sosial.

  1. Fokus pada Kehidupan Nyata, Bukan Kehidupan Maya

Tekankan pada pikiranmu bahwa apapun yang diunggah orang lain di sosial media tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Semua postingan yang mereka bagikan tentunya hanya menampilkan momen – momen yang menyenangkan.

  1. Bersyukur dan Fokus pada Diri Sendiri

Berlatih menumbuhkan rasa syukur pada diri sendiri dapat mmebantumu meningkatkan kepuasan pada kehidupan yang kamu miliki. Setiap kamu merasa iri akan suatu hal yang berhubungan dengan orang lain, alihkan fokusmu pada hal yang positif dari kehidupanmu.

  1. Menyaring Konten yang Diakses

Coba pahami hal apa saja yang dapat memicu timbulnya perasaan FOMO dalam dirimu. Kemudian, singkirkanlah hal tersebut dari linimasa media sosialmu yang sering diakses.

  1. Berlatih Meditasi secara Rutin

Selain membatasi waktu di media sosial, kamu juga dapat berlatih meditasi. Rutin melakukan meditasi dapat membantu menjernihkan pikiran dan mengurangi rasa kecemasan.

Setelah mengetahui apa itu FOMO dan dampaknya, yuk gunakanlah waktu luang kita untuk mengerjakan hal – hal yang positif agar terhindar dari FOMO.

 

Referensi: Satu PersenAlodokter I Hello Sehat