Ternyata, Gaya Belajarmu Dapat Diketahui dari Tipe Kepribadianmu!
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

#FutureSkillsGNFI

Salam literasi, GoodMates! Bagaimana cara belajar Goodmates selama di kelas ataupun perkuliahan? Apakah terbukti ampuh untuk mengatasi rasa cemas dalam menghadapi ujian akhir semester?

Menurut para peneliti, kemungkinan kecil pengaplikasian gaya belajar dapat berjalan dengan baik agar pelajar tetap fokus selama proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan setiap individu mempunyai sikap dan perbuatan beragam yang dapat membedakan dengan individu lain, juga dapat dinilai sebagai sebuah keunikan yang bergantung pada tipe kepribadian masing-masing individu (Widodo, 2014).

Tipe kepribadian berawal dari gagasan teori tipe psikologis oleh Jung (1946) yang mengategorikan masing-masing individu dalam dua kategori, yaitu introvert dan ekstrovert, yang dikembangkan oleh Katherine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers untuk lebih menggambarkan serta memahami tipe-tipe kepribadian individu dengan bantuan alat bernama “Myers Briggs Type Indikator” atau yang sering disingkat tes MBTI (Sample, 2017).

Relasi antara tipe kepribadian dan gaya belajar telah banyak diteliti, salah satunya oleh Mitroff dan Kilmann (1976) serta Mergerison dan lewis (1979) menyatakan bahwa individu dengan tipe kepribadian tertentu mempengaruhi pemilihan gaya belajar yang sesuai dengan dirinya (Siswanti, 2020). Lalu, mengapa diperlukan gaya belajar dalam proses pembelajaran?

Gaya belajar dimaksudkan sebagai sebuah strategi paling efektif untuk menemukan pendekatan belajar yang sesuai dengan kemampuan pelajar maupun mahasiswa dalam memenuhi tujuan pembelajaran (Siswanti, 2020).

Supaya lebih mudah dimengerti, pemisalannya adalah terdapat GoodMates yang lebih suka praktik lapangan daripada belajar konsep dan GoodMates yang lebih suka memahami konsep daripada praktik lapangan, maka akan terlihat jelas perbedaan berprosesnya. Seperti semboyan NKRI, Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu jua, dengan artian GoodMates mempunyai tujuan proses pembelajaran yang sama meskipun mempunyai cara proses belajar berbeda.

Hal ini selaras dengan penelitian Rudianti et al. (2021) yang menyatakan bahwa keragaman kepribadian individu akan memberikan hasil yang berbeda, seperti pelajar ekstrovert lebih cekatan untuk menyelesaikan masalah dengan pemikiran kritisnya dan pelajar introvert lebih tenang serta berhati-hati untuk menyelesaikan masalah dengan mengkorelasikan informasi. Dengan demikian, pelajar ekstrovert dan introvert dapat melengkapi kekurangan masing-masing individu.

Apabila ditinjau dari MBTI, maka penjelasan di tiap kepribadian individu akan lebih kompleks dan intens dikarenakan pengembangan teori oleh Briggs dan Myers menjadi 16 tipe kepribadian, antara lain ESTP, ESFP, ENFP, ENTP, ESTJ, ESFJ, ENFJ, ENTJ, ISTP, ISFP, INFP, INTP, ISTJ, ISFJ, INFJ, dan INTJ. GoodMates pasti bertanya-tanya, apa singkatan tiap huruf dari 16 tipe kepribadian dan apa artinya? Berikut penjelasan dari tiap tipe kepribadian yang dilansir dari laman 16personalities.com dan penelitian oleh Chafidzoh (2020) serta Siswanti, (2020).

  1. ESTP (Extrovert-Sensing-Thinking-Perceiving), kepribadian seseorang yang tidak mudah khawatir, mudah menyesuaikan diri, serta toleran.
  2. ESFP (Extrovert-Sensing-Feeling-Perceiving), kepribadian seseorang yang bersahabat, mudah mengingat fakta dan teori, serta membuat orang lain tertawa.
  3. ENFP (Extrovert-Intuition-Feeling-Perceiving), kepribadian seseorang yang imajinatif, cepat mengambil keputusan dalam situasi sulit, dan antusiasme tinggi.
  4. ENTP (Extrovert-Intuition-Thinking-Perceiving), kepribadian seseorang yang cepat bertindak dalam penyelesaian masalah, sangat mendukung kebersamaan, dan mahir menemukan alasan-alasan logis dari segala aspek.
  5. ESTJ (Extrovert-Sensing-Thinking-Judging), kepribadian seseorang yang realistis, berpusat pada fakta, penilaian objektif, kritis, analitis, dan senang berorganisasi.
  6. ESFJ (Extrovert-Sensing-Feeling-Judging), kepribadian seseorang yang populer, teliti, pandai menciptakan suasana harmonis, dan humanisme.
  7. ENFJ (Extrovert-Intuition-Feeling-Judging), kepribadian seseorang yang simpatik, bertanggung jawab, serta dapat merasakan apa yang orang lain pikir dan inginkan.
  8. ENTJ (Extrovert-Intuition-Thinking-Judging), kepribadian seorang pengamat yang tertarik pada fenomena sebab-akibat karena mempunyai pemikiran logis.
  9. ISTP (Introvert-Sensing-Thinking-Perceiving), kepribadian seseorang yang logis, rajin mengumpulkan fakta, sangat berhati-hati, dan berargumentasi berdasarkan fakta.
  10. ISFP (Introvert-Sensing- Feeling-Perceiving), kepribadian seseorang yang peka, rendah hati, menghindari penolakan, dan tidak memaksakan pendapat orang lain.
  11. INFP (Introvert- Intuition-Feeling-Perceiving), kepribadian seseorang yang logis, mempunyai banyak ide, dan bekerja sesuai dengan minat.
  12. INTP (Introvert-Intuition-Thinking-Perceiving), kepribadian seseorang yang berfokus pada ide-ide, teliti, serta cocok bekerja sebagai peneliti dan matematik.
  13. ISTJ (Introvert-Sensing-Thinking-Judging), kepribadian seseorang yang serius, faktual, sangat teratur, dan bekerja keras menjalani bidang yang sedang ditekuni.
  14. ISFJ (Introvert-Sensing-Feeling-Judging), kepribadian seseorang yang penuh perhatian, sabar dengan hal-hal kecil, dan berjiwa sosial tinggi.
  15. INFJ (Introvert-Intuition-Feeling-Judging), kepribadian seseorang yang tekun, mengerahkan segala kemampuan dalam pekerjaan, dan senang dihargai.
  16. INTJ (Introvert-Intuition-Thinking-Judging), kepribadian seseorang yang kritis, skeptis, dan mempunyai rencana sendiri dengan kemauan yang tinggi.

Berdasarkan penjelasan singkat mengenai tipe kepribadian, dapat disimpulkan bahwa tipe kepribadian tersebut guna membantu mengenali diri GoodMates agar dapat menemukan gaya belajar yang cocok, efisien, dan nyaman.

Setelah GoodMates menemukan gaya belajar yang tepat, maka GoodMates akan merasakan beberapa manfaat, seperti meningkatkan konsentrasi saat belajar, menghemat energi dan waktu, serta memperoleh hasil akademik sesuai kemampuan GoodMates.

GoodMates dapat mengetahui kepribadian masing-masing dengan mengikuti tes di website 16personalities.com secara gratis. Kira-kira seperti apakah pribadi GoodMates untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran maupun pekerjaan?

 

Referensi:

16personalities.com

Chafidzoh, T. F. (2020). Strategi Meningkatkan Pemerolehan Bahasa Arab dengan Memperhatikan Tipe Kepribadian Siswa. Al-Ma’rifah, 17(1), 48–57.

Rudianti, R., Aripin, A., & Muhtadi, D. (2021). Proses Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 437–448.

Sample, J. (2017). A Review of the Myers-Briggs Type Indicator in Public Affairs Education. Journal of Public Affairs Education, 23(4), 979–992.

Siswanti, Y. (2020). Peran Gaya Belajar Dalam Memediasi Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Prestasi Akademik ( Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UPN “ Veteran” Yogyakarta ). Researchgate.Net, April 2007.

Widodo, W. (2014). PENGARUH PERBEDAAN TIPE KEPRIBADIAN TERHADAP SIKAP BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA ISLAM AL-AZHAR 5 CIREBON Widodo. JPM IAIN Antasari, 02(1), 95–115.

Novia Arnistya Utari
Freelancer Typist

ENFJ-A, like to enrich knowledge and stay connect with friends around the world