Gimana Jadinya Sandwich Generation Tanpa Dana Darurat?
Ilustrasi | Foto: Freepik.com

Dana darurat merupakan dana yang seseorang simpan untuk keadaan yang mendesak,
baik itu kecelakaan, kerusakan rumah, atau saat terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dana darurat seharusnya dimiliki oleh setiap orang, terlebih para generasi sandwich.

Apa itu Generasi Sandwich?

Generasi sandwich, dapat diartikan sebagai kondisi saat seseorang terhimpit (seperti
sandwich) antara kebutuhan pribadi, kebutuhan rumah tangga, dan kebutuhan orang tua
atau kerabat yang ditanggungnya.

Rentannya Keuangan Generasi Sandwich

Berbagai hal di luar dugaan kerap hadir di waktu yang tidak terduga. Misalnya saja, adik
terkena penyakit, usaha ayah sepi, peralatan memasak ibu rusak, atau hal lainnya
sehingga kamu harus menyiapkan dana untuk membantu mereka.

Mau tidak mau, dana darurat akan kamu keluarkan sebagai suntikan dana untuk membantu mereka. Dana darurat adalah cadangan dana yang sengaja disiapkan hanya untuk kondisi darurat dan disimpan terpisah dari rekening harian.

Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Pentingnya Dana Darurat Untuk Generasi Sandwich

Sebagai generasi sandwich, kamu harus siap menghadapi berbagai kondisi, khususnya
dari segi finansial dalam menghadapi kondisi darurat. Menurut L. Nathania, BBA, CFP® sebagai Financial Planner Finansialku.com, berikut alasan pentingnya dana darurat:

#1 Tanggungan Bertambah dan Risiko Kondisi Darurat Meningkat

Dengan bertambahnya tanggungan, kemungkinan untuk mengeluarkan dana darurat
semakin tinggi karena kamu tidak bisa memikirkan diri sendiri lagi, tetapi harus mengikutsertakan segala risiko yang mungkin terjadi pada tanggungan, baik dari kondisi kesehatan maupun yang lainnya.

Meskipun saat ini kamu sedang lajang, persiapkan dana darurat dengan matang. Terlebih,
setelah menikah dan punya anak, tanggunganmu akan bertambah.

#2 Safety Net Saat Darurat

Ibarat pertunjukan sirkus, dana darurat yang memadai bisa membantu menjaring pengaman bagi tanggungan agar kamu tidak terjun bebas ketika terjatuh. Dana darurat bisa membantu untuk sementara waktu, memberikan ruang “bernafas” sebelum beraksi kembali. Begitupun dengan kehidupan nyata.

Selama menunggu waktu gajian dan ternyata ada pengeluaran yang mendadak, kamu dapat menggunakan dana darurat yang telah kamu siapkan agar cash flow tetap terjaga. Namun, jangan sampai kamu berutang, justru utang sering menimbulkan masalah baru.
Bahkan, sampai membuat bangkrut karena terjerat bunga utang.

#3 Amankan Cash Flow Bulanan

Mungkin sampai saat ini, kamu memiliki banyak keinginan dan impian yang ingin dicapai.
Mulai dari mengumpulkan dana pernikahan, membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau
bahkan healing. Tujuan keuangan tersebut bisa tercapai jika kamu merencanakan keuangan. Lalu, take action dengan menabung dan berinvestasi secara rutin.

Dari kasus yang sering ditemui, generasi sandwich mengeluh tidak bisa menabung karena
banyak kondisi di luar dugaan yang datang dari diri sendiri maupun tanggungan. Nah, kalau kamu sudah punya dana darurat yang cukup, maka tidak perlu lagi mengorbankan arus kas bulanan. Kamu masih bisa menabung dan berinvestasi meski ada pengeluaran tambahan.

Dana darurat yang ideal tidak boleh kurang dan tidak perlu lebih. Seperti halnya bensin
kendaraan, kalau kurang kita merasa tidak tenang, kalaupun kepenuhan justru malah
terbuang.

Hitung Target Dana Darurat Generasi Sandwich

Mungkin kamu berpikir, berapa dana darurat yang harus disiapkan? Nah ternyata, perhitungan dana darurat ada rumusnya, lho. Kamu bisa coba hitung sesuai dengan rekomendasi ini:
● 6 x biaya pengeluaran per bulan untuk yang lajang tanpa tanggungan
● 9 -12 x biaya pengeluaran per bulan untuk yang lajang tapi berada pada kondisi generasi sandwich

Lebih jelas, Finansialku akan memberikan contoh ilustrasinya. Melisa adalah Sobat Finansialku yang masih lajang tapi berstatus generasi sandwich. Biaya hidup bulanan Melisa dan tanggungannya adalah 6 juta rupiah per bulan. Sementara Vincent adalah Sobat Finansialku yang masih lajang dan bukan generasi sandwich. Biaya hidup bulanan Vincent adalah 4 juta rupiah per bulan.

Maka, sesuai rekomendasi, Melisa menargetkan untuk mengumpulkan dana darurat
sebesar 9 hingga 12x biaya hidup per bulan (54 hingga 72 juta rupiah), sementara Vincent cukup menargetkan 6x biaya hidup per bulan (24 juta rupiah) sebagai target dana daruratnya.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, kamu bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya lajang ataupun
sudah menikah menikah, generasi sandwich ataupun bukan, kamu wajib memiliki dana
darurat lho. Sebab, kondisi darurat dapat terjadi kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun tanpa memandang usia, status, dan jumlah tanggungan.

Sebagai generasi sandwich kita memang diharuskan untuk lebih ekstra, terutama dalam
hal keuangan. Berusaha ekstra sebagai tulang punggung juga ekstra bijak dan berhati-hati saat menggunakannya. Dana darurat yang memadai sebagai jaring pengaman yang kuat, maka fondasi keuangan akan tahan banting, tak lupa kesehatan keuanganmu tetap terjaga.

 

Referensi: Finansialku