Benar Peduli dengan Lingkungan atau Hanya Green Washing Marketing?
caption | Foto: Facebook Let Earth Breath

Isu mengenai kerusakan bumi ramai diperbincangkan kembali oleh netizen di Twitter. Terlebih mendeketai Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Tagar #LetTheEarthBreath menjadi laman untuk orang - orang melakukan campaign tentang suistainable living dan trik untuk menjaga bumi seperti contohnya yang kembali hangat yaitu menghapus email.

Climate changes merupakan isu yang sudah ada dari dulu akan tetapi tidak pernah benar - benar ditemukan solusi untuk menjaga bumi. Ada berbagai faktor yang berkontribusi dalam climate changes di bumi ini.

Oleh karena itu banyak sekali perusahan, organisasi/komunitas, maupun individu yang berlomba - lomba menaikkan campaign peduli terhadap bumi. Mayarakat pun menjadi banyak yang mengikuti campaign apa yang mereka lihat dan menyebarkan kembali campaign - campaign terkait peduli dengan kondisi bumi saat ini.

Hal ini bisa dinamakan green washing. Istilah tersebut muncul karena banyaknya masyarakat yang mudah terpengaruh oleh campaign - campaign yang beredar dan tidak mencari tahu lebih dalam terkait isi campaign yang mereka baca. 

Akan tetapi dari banyaknya orang yang melakukan campaign, beberapa orang melakukan hal sebaliknya dan tidak terkena green washing. Terdapat cuitan dari beberapa orang yang kontra terhadap campaign yang dilakukan oleh netizen.

Cuitan kontra tersebut menyatakan bahwa percuma melakukan penghapusan email secara massal karena itu tidak terlalu memiliki dampak terhadap bumi. Karena dibutuhkan banyak sekali email untuk memberikan dampak yang merusak lingkungan. Alasan lainnya adalah, adanya penghapusan email atau tidak, climate change di bumi ini sudah sangat parah sehingga langkah itu dianggap tidak efektif.

Selain itu, campaign untuk mengurangi kantong plastik dan menyediakan kantong belanjaan yang terbuat dari kain atau kertas bahkan tidak lagi menyediakan sedotan dan menggantinya dengan sedotan stainless steals atau sendok yang terbuat dari gandum.

Hal yang sudah disebutkan tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan karena walaupun mengganti kantong plastik dengan kantong belanjaan, masyarakat akan tetap membeli kantong belanjaan baru setiap mulai berbelanja karena kantong plastik sebelumnya tertinggal atau lupa letaknya dimana.

Berlaku  hal yang sama dengan sedotan stainless steals dan sendok yang terbuat dari gandum. Barang - barang tersebut sering tertinggal di rumah dan sangat jarang dibawa saat berpergian.

Selain itu perusahan besar pun turut berkontribusi dalam menyumbang limbah dan karbon di bumi. Semakin besar perusahaan tersebut semakin besar pula emisi yang dikeluarkan. Terdapat penelitian yang dilakukan oleh Robert A. Rohde dan dimuat ulang dalam artikel terbitan dari cambridge university press yang mengatakan bahwa emisi terbesar disumbang oleh adanya pembangkit listrik, proses industri, dan bahan bakar industri. 

Pemilik akun twitter @alteirence mengungkapkan pendapatnya bahwa suistainable living sudah diterapkan oleh banyak masyrakat sejak dahulu dan lebih sederhana dibandingkan trik marketing untuk beli dan terus membeli keperluan estetik dan hanya membuang - buang carbon footprint Karena jika tidak ada perubahan dari perusahan - perusahaan besar maka climate change di bumi akan semakin memburuk.

Begitupun pemilik akun twitter @xianguevarra_ pun memiliki berpendapat bahwa masyarakat yang membuat campaign dengan tagar #LetsEarthBreath berhenti untuk menndorong seseorang supaya berubah.

Karena pada dasarnya, walaupun banyak individu yang berubah dan benar - benar peduli lingkungan, selama masih terdapat ekspolitasi dan kapitalisme, bumi akan mati. Oleh karena itu pola pikir green washing ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam perubahan bumi dan hanya sebagai marketing untuk menjual produl - produk yang bertemakan suistainable living. Dan hanya sebatas membagi awareness yang terkadang dilupakan begitu saja dan diingat kembali hanya disaat - saat tertentu.

 

Referensi: Global Warming Facts | Twitter @alteirence @xianguevarra_@theunknownm4n