Rutin Hapus Email Tak Penting, Masa Depan akan Berterima Kasih Padamu
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Tahukah kamu bahwa menghapus email dapat membantu menjaga bumi dari pemanasan global?

Media sosial tengah ramai membicarakan fenomena di mana para ilmuwan mancanegara tengah memperingatkan warga akan pemanasan global yang kian parah. Dalam peringatan tersebut, dikatakan bahwa saat ini kita hanya punya waktu sekitar 2-3 tahun untuk memperbaiki ekosistem lingkungan hidup.

Adanya fenomena tersebut kembali meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pemanasan global (global warming). Pemanasan global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) melalui proses yang disebut efek rumah kaca.

Jangan meremehkan dampak dari pemanasan global karena pemanasan global dapat merusak bumi sehingga manusia tidak dapat tinggal lagi di dalamnya. Pemanasan global juga menyebabkan punahnya beberapa spesies tertentu, curah hujan semakin tinggi, hingga penipisan lapisan ozon yang berfungsi melindungi manusia di dalam bumi. Dampak tersebut secara langsung mengancam kehidupan manusia beserta makhluk hidup lain di bumi.

Ada berbagai penyebab yang mempercepat terjadinya pemanasan global. Salah satunya adalah aktivitas digital yang selama ini kita lakukan. Faktanya, draft dan email yang tersimpan di server akan membuat kinerja layanan server semakin berat sehingga emisi karbon dunia meningkat. Hal ini tidak hanya berlaku untuk email, tetapi juga berbagai media dan pesan yang kita simpan dalam penyimpanan digital kita. Contohnya foto, video, dokumen, dan pesan suara yang tersimpan di Google Drive yang juga masuk ke penyimpanan awan (cloud).

Dalam tulisan The Guardian, 26 November 2019, sebuah studi yang didanai perusahaan energi OVO menyebutkan bahwa warga Inggris mengirim lebih dari 64 juta email tidak penting setiap hari.

OVO menjelaskan bahwa jika setiap orang dewasa dapat mengurangi kuantitas pengiriman email sejumlah satu saja, maka hal itu dapat mengurangi 16.433 ton emisi karbon tahunan.

Jumlah tersebut diklaim setara dengan 81.152 penerbangan dari Inggris ke Madrid atau sama dengan menghilangkan 3.334 mobil diesel dari jalan raya. Mike Berners-Lee, peneliti yang menjadi penasihat OVO dalam riset tersebut, memaparkan alasan email berkontribusi terhadap emisi karbon bumi.

Jadi, dapat dilihat bahwa hal sekecil menghapus penyimpanan kita di layanan server cukup untuk membantu mengurangi emisi karbon yang dapat memperlambat pemanasan global.

Sebagai generasi Z, layanan digital dan kecanggihan teknologi saat ini bukanlah hal yang asing di kehidupan kita. Sejak kecil hingga dewasa kita telah disuguhkan oleh teknologi yang menunjang aktivitas sehari-hari.

Penggunaan layanan digital pun tidak dapat kita hindari lagi. Dalam kegiatan sekolah, bekerja, ataupun networking semuanya dilakukan secara online. Bertukar pesan lewat aplikasi chating, mengirim email, mengambil foto atau video, telah kita lakukan dengan frekuensi yang amat intens.

Selaras dengan apa yang telah dijelaskan di atas, kegiatan digital tersebut dapat menguras layanan server lebih besar dan menghasilkan lebih banyak emisi karbon.

Maka dari itu, kita dapat melakukan langkah kontribusi untuk pencegahan pemanasan global melalui hal-hal kecil di sekitar kita. Salah satunya adalah menghapus email tak penting yang ada di penyimpanan server.

Memang langkah tersebut tidak menyumbang besar pada pengurangan emisi karbon dibandingkan dengan jumlah emisi yang dihasilkan tiap tahunnya. Namun setidaknya ada upaya untuk menguranginya, bukan hanya menambah.

Melihat realita yang terjadi saat ini, dampak pemanasan global sudah semakin dapat kita rasakan. Maka, seharusnya kita tidak perlu mencemaskan seberapa besar dampak upaya yang kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global. Kebutuhan tersebut sudah menjadi prioritas sehingga sekarang bukan lagi waktu untuk melihat besarannya.

Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyimpanan awan (cloud) pada email:

  1. Menghapus email yang tidak penting sebersih mungkin, usahakan untuk menghapus kembali email setelah masuk pada bagian trash (sampah) karena email akan tetap bertahan di bagian sampah selama 30 hari sebelum benar-benar terhapus.
  2. Menghentikan layanan langganan pada channel Beberapa channel website atau layanan akan memberikan fitur langganan yang mengirimkan pesan promosi untuk kita secara rutin. Dengan berhenti berlangganan, pesan email dapat terkurangi. Langkah ini dapat didapat dengan fitur “unsubscribe” atau “berhenti berlangganan” yang ada pada email channel tersebut.
  3. Meminimkan besaran ukuran file pada email. Ketika kita mengirim atau menerima sebuah email, ada lampiran dalam email tersebut. Besaran emisi karbon yang dihasilkan email tergantung dengan besaran email itu sendiri. Maka dari itu dengan langkah kompres dokumen pada lampiran, emisi karbon yang dihasilkan email dapat berkurang.
  4. Mengurangi kirim email yang tidak begitu penting. Langkah ini sudah dilakukan oleh pemerintah Inggris yang menghimbau warganya untuk tidak mengirim pesan di email yang hanya sekadar ucapan singkat atau emoji yang dapat membuang emisi karbon secara sia-sia.

Upaya di atas adalah sebagian kecil dari langkah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak aktivitas digital lain yang dapat kita hemat untuk meminimalisir emisi karbon. Misalnya penggunaan listrik, wifi, dan lain sebagainya. Jadi, kita juga harus menghemat penggunaan hal-hal di atas, lho!

Goodmates, jangan lupa untuk menghemat penggunaan layanan server kalian, ya!

 

Referensi: Kumparan