Sejarah dan Tema Memperingati Hari Perempuan Internasional 2022
Hari Perempuan Internasional 2022 | Foto: Marguerite Padovani/Patch

Setiap tahun, tepatnya 8 maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Selain merayakan prestasi sosial, ekonomi, budaya dan politik, Hari Perempuan Internasional juga menandai ajakan bertindak mengenai kesetaraan gender.

Selain sebagai hari penting, Hari Perempuan Internasional juga mengangkat isu-isu mengenai perayaan prestasi, meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan, lobi untuk percepatan kesetaraan gender, dan penggalangan dana untuk badan amal yang berfokus pada wanita.

Menariknya, sebelum jatuh pada 8 Maret, Hari Perempuan Internasional mengalami perjalanan yang begitu panjang. Simak sejarahnya berikut ini.

Sejarah 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional

8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. | Foto:  bristol247.com/rukita.co
8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional | Foto:  bristol247.com/rukita.co

Hari Perempuan Internasional telah mulai ada sejak awal tahun 1900-an. Bermula pada tahun 1908, ketika terjadi kerusuhan besar dan perdebatan kritis di kalangan perempuan.

Penindasan dan ketidaksetaraan yang terjadi pada perempuan mendorong para perempuan untuk lebih vokal dan aktif mengkampanyekan perubahan. Pada tahun ini, terdapat 15.000 wanita berbaris melalui kota New York untuk menuntut jam kerja yang lebih singkat, gaji yang lebih baik, serta hak suara untuk memilih.

Perjuangan dilanjutkan pada tahun 1909. Sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika, seluruh Amerika Serikat memperingati Hari Perempuan Nasional pada 28 Februari. Perayaan ini dilakukan terus hingga tahun 1913.

Kemudian pada tahun 1910, Konferensi Internasional Perempuan Buruh kedua (International Conference of Working Women) kembali diadakan untuk kedua kalinya di Kopenhagen, Denmark. Seorang pemimpin “Women’s Office” untuk Partai Sosial Demokrat di Jerman bernama Clara Zetkin, mengajukan gagasan tentang Hari Perempuan Internasional saat itu.

Ia mengusulkan bahwa setiap tahun, di setiap negara perlu ada perayaan pada hari yang sama serta mendesak tuntutan mereka. Lebih dari 100 perempuan dari 17 negara menyetujui konferensi ini yang mewakili serikat pekerja, partai sosialis, dan klub pekerja perempuan.

Meski begitu, perjalanan menetapkan 8 Maret sebagai tanggalnya masih memerlukan proses yang panjang. Setahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1911 menyusul keputusan yang telah disepakati tersebut. Untuk Menghormati Hari Perempuan Internasional pertama kali di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss, diadakan perayaan pada 19 Maret.

Rapat umum International Women’s Day saat itu dihadiri lebih dari satu juta perempuan dan laki laki yang mengkampanyekan hak perempuan untuk bekerja, hak untuk memilih, hak untuk dilatih, serta hak memegang jabatan publik dan mengakhiri diskriminasi.

Pada periode tahun 1913-1914, untuk pertama kalinya para perempuan Rusia merayakan Hari Perempuan Internasional pada 23 Februari. Setelah melalui diskusi, Hari Perempuan Internasional kemudian sepakat jatuh setiap tahun pada 8 Maret.

Merangkum penjelasan oleh tirto.id, sempat terdapat perdebatan apakah Hari Perempuan Internasional akan diperingati pada 8 Maret atau 19 Maret. Sebabnya, 8 Maret terpilih mengacu dengan tanggal dilakukannya unjuk rasa kaum buruh perempuan di New York pada tahun 1857, 1907, dan 1909.

Selain itu, beberapa negara di Eropa seperti Rusia, Jerman Inggris dan lainnya rutin menggelar kegiatan khusus setiap tanggal 8 Maret untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Kemudian pada 19 Maret juga dijadikan opsi kedua, lantaran aksi demonstrasi kaum perempuan digelar secara serentak pada beberapa negara di Eropa saat 19 Maret 1909.

Hingga akhirnya, untuk pertama kalinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 1975. Hari Perempuan Internasional kemudian menjadi peringatan resmi, setelah dua tahun kemudian pada tahun 1977 dan terus ada hingga kini.

Break The Bias: Tema Hari Perempuan Internasional 2022

ilustrasi pose International Women's Day 2022 dengan tema #BreakTheBias. | Foto: CMI
ilustrasi pose International Women's Day 2022 dengan tema #BreakTheBias | Foto: CMI

Dikutip dari situs resmi International Women’s Day, PBB pertama kali mengumumkan tema tahunan pertama pada tahun 1996 dengan tema “Celebrating the past, Planning for the Future”, kemudian diikuti pada tahun 1997 dengan tema “Women at the Peace table”.

Lalu, pada tahun 1998 memiliki tema “Women and Human Rights”, tahun 1999 dengan tema “World Free of Violence Against Women”, dan seterusnya setiap tahun memiliki tema tersendiri hingga saat ini.

Pada tahun 2022, International Women’s Day akan mengusung tema “Break The Bias”. Tema ini diangkat atas kekhawatiran mengenai bias yang membuat perempuan sulit untuk maju. Hanya mengetahui bahwa bias itu benar ada tidak akan cukup. Diperlukan tindakan untuk menyamakan kedudukan.

Melalui situs resminya, tema tahun ini merupakan kampanye untuk mengajak seluruh orang memperjuangkan dunia yang setara gender, dunia yang bebas dari bias juga stereotip dan diskriminasi. Dunia yang beragam, adil, dan inklusif.

Jika kamu ingin turut berkontribusi pada kampanye IWD tahun ini, kamu dapat berpartisipasi dengan melakukan pose IWD 2022, menyilangkan tangan untuk menunjukan solidaritas.

Kemudian bagikan gambar, video, presentasi atau buat artikel mengenai #BreakTheBias melalui media sosial menggunakan tagar #IWD2022 dan #BreakTheBias untuk mendorong lebih banyak orang berkomitmen membantu mewujudkan dunia yang inklusif. 

Referensi: Tirto.id | International Women's Day | CNN Indonesia